
Bola.net - Inter Milan gagal meraih poin penuh di giornata ke-32 Serie A. Nerazzurri tertahan 1-1 di markas Spezia, Kamis (22/4/2021) dini hari WIB..
Pada laga ini Inter sebenarnya tampil dominan selama 90 menit. Meski demikian, Inter harus kebobolan lebih dulu di menit awal laga.
Spezia mencetak gol di menit ke-12 melalui sepakan keras Diego Farias. Inter kemudian berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-39 melalui Ivan Perisic.
Dengan hasil ini, Inter tetap kukuh di puncak klasemen Serie A. Mereka mengumpulkan 76 poin dan unggul 10 angka dari rival terdekatnya AC Milan.
Lantas, apa pelajaran yang bisa dipetik dari laga Spezia vs Inter Milan? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Buang Poin Lagi
Pertandingan ini seharusnya menjadi momen penebusan bagi Inter Milan setelah gagal meraih tiga poin di pertandingan sebelumnya. Namun, Nerazzurri justru gagal melakukannya.
Sebelumnya, Inter hanya bermain imbang 1-1 di markas Napoli pada ajang Serie A. Pasukan Antonio Conte ternyata meraih hasil yang sama dalam lawatan mereka ke markas Spezia.
Meski begitu, satu poin tetaplah berharga untuk Inter. Mereka tetap menjaga keunggulan atas penghuni peringkat kedua AC Milan, yang menelan kekalahan dari Sassuolo.
Spezia Lebih Efektif
Inter Milan bermain sangat dominan di laga melawan Spezia. Catatan statistik Serie A menunjukkan bahwa Inter mendapatkan 60 persen penguasaan bola dan Spezia hanya mendapat 40 persen saja.
Dari sisi peluang, Inter juga sangat dominan. Romelu Lukaku dan kolega melepaskan 15 shots sepanjang laga. Akan tetapi, akurasinya sangat buruk sehingga hanya enam yang tepat sasaran.
Berbanding terbalik dengan Spezia yang sangat efektif. Mereka hanya melepas satu tembakan dan itu menjadi gol yang dicetak Diego Farias.
Apes di Kandang Tim Promosi
3/4 - #Inter have failed to win three of their last four away games against newly promoted sides in Serie A (D3). Curiosity.#SpeziaInter #SerieA
— OptaPaolo (@OptaPaolo) April 21, 2021
Kalau menilik peringkat kedua tim di klasemen Serie A, melawan Spezia seharusnya mudah bagi Inter Milan. Nyatanya, Spezia mampu menyulitkan Inter.
Spezia berhasil mencegah Inter meraih kemenangan di Stadio Alberto Picco. Hasil imbang tersebut memperpanjang catatan buruk Nerazzurri ketika melawat ke markas tim promosi di Serie A musim ini.
Inter gagal memenangkan tiga dari empat pertandingan tandang terakhir mereka melawan tim yang baru promosi di Serie A. Rinciannya, Nerazzurri meraih tiga hasil imbang.
Kesalahan Handanovic
Spezia berhasil mencetak gol melalui Diego Farias pada menit ke-12. Gol yang dicetak Farias tersebut ada andil kesalahan dari kiper Inter Milan Samir Handanovic.
Handanovic gagal menepis tembakan Farias dari luar kotak penalti secara sempurna. Alhasil, bola sepakan pemain asal Brasil tersebut masuk ke gawangnya.
Beruntung, Inter bisa menyamakan kedudukan melalui Ivan Perisic. Gol pemain Kroasia itu memastikan Inter membawa pulang satu poin dari markas Spezia.
Laga ke-200 Perisic
📊 | STATISTIK#Perisic: kini telah menorehkan 2⃣0⃣0⃣ penampilan di semua kompetisi bersama Nerazzurri ⚫🔵
— Inter (@Inter_id) April 21, 2021
🇭🇷 Selamat, Ivan! 👏#SpeziaInter 0-0#FORZAINTER pic.twitter.com/5KQkCy5OPk
Laga melawan Spezia meupakan laga yang spesial bagi Ivan Perisic. Itu adalah laga ke-200 Perisic bersama Nerazzurri di semua kompetisi.
Perisic menandai tonggak sejarah tersebut dengan sebuah gol. Dia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di markas Spezia.
Perisic bergabung dengan Inter pada tahun 2015 dari Wolfsburg. Sampai sejauh ini dia sudah mencatatkan 44 gol dan 40 assist dari 200 penampilannya tersebut.
Sumber: berbagai sumber
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Susun Rencana Pembajakan Mauro Icardi
Liga Italia 22 April 2021, 21:20
-
Fokus Raih Tiket Liga Champions, Pirlo Cueki Kisruh European Super League
Liga Italia 22 April 2021, 19:51
-
AC Milan Prioritaskan Transfer Fikayo Tomori dari Chelsea
Liga Italia 22 April 2021, 18:40
-
Ronaldo Ngeles Lagi Waktu Jadi Pagar Betis Lawan Parma, Apa Kata Pirlo?
Liga Italia 22 April 2021, 17:40
-
Soal Kisruh AC Milan dan ESL, Paolo Maldini Minta Maaf
Liga Italia 22 April 2021, 17:00
LATEST UPDATE
-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR