
Bola.net - Pelatih Como, Cesc Fabregas, tetap menunjukkan sikap positif meski timnya harus mengubur mimpi tampil di final Coppa Italia usai kalah dramatis 2-3 dari Inter Milan di babak semifinal, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB.
Como sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul dua gol lebih dulu melalui Martin Baturina dan Lucas Da Cunha. Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Inter bangkit lewat dua gol Hakan Calhanoglu dan satu tambahan dari Petar Sucic, memastikan kemenangan Nerazzurri baik pada laga ini maupun secara agregat.
Hasil ini terasa pahit bagi Como, mengingat mereka hampir mencatat sejarah dengan melaju ke final Coppa Italia untuk pertama kalinya. Klub tersebut terakhir kali mencapai semifinal pada 1986, dan perjalanan mereka dalam beberapa tahun terakhir terbilang luar biasa, bangkit dari kebangkrutan pada 2017 hingga sempat berkutat di Serie C pada 2021.
Fabregas: Kami Belum Setara, Tapi Sudah Dekat

Fabregas menegaskan bahwa perbedaan kualitas antara Como dan Inter memang masih ada, namun jaraknya kini semakin tipis.
“Kami tahu Inter adalah tim yang sudah matang, mereka bermain bersama selama enam atau tujuh tahun. Itu membuat mereka lebih siap untuk bersaing di level tertinggi,” ujar Fabregas.
Ia juga menyinggung pengalaman Inter yang musim lalu berhasil mencapai final Liga Champions, sebagai bukti bahwa lawan mereka adalah tim dengan mental juara.
“Apakah kami sudah setara dengan Inter? Belum. Tapi kami semakin mendekat. Perbedaan terbesar ada di efektivitas kami di kedua kotak penalti,” lanjut mantan gelandang Arsenal tersebut.
Tetap Bangga Meski Gagal

Alih-alih kecewa berlebihan, Fabregas justru mengaku bangga dengan performa anak asuhnya. Ia menilai timnya telah menunjukkan respons positif setelah sebelumnya kalah dari Sassuolo di kompetisi domestik.
“Saya sudah memperkirakan para pemain akan tampil maksimal, dan mereka melakukannya. Kami memang masih punya kekurangan, tapi itu bagian dari proses,” jelasnya.
Menurut Fabregas, kekalahan seperti ini tidak seharusnya membuat tim melupakan seluruh progres yang telah dicapai sepanjang musim.
“Ada kalanya Anda kalah meski bermain bagus. Itu tidak berarti kami harus meragukan perjalanan kami sejauh ini,” tegasnya.
Minim Pengalaman Jadi Catatan

Fabregas juga mengakui bahwa faktor pengalaman menjadi salah satu pembeda utama. Dalam dua pertemuan melawan Inter bulan ini, Como sempat mengendalikan permainan, namun gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.
“Kami menghadapi tim elite, jadi mereka pantas mendapat kredit. Selain itu, kami juga kehilangan beberapa pemain penting, dan ada yang belum sepenuhnya fit,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Como saat ini termasuk salah satu tim di Eropa yang banyak memberi kesempatan kepada pemain muda, khususnya di bawah usia 23 tahun.
“Ini bukan hal mudah. Saya pernah menjadi kapten di usia 21 tahun di bawah Arsene Wenger, yang juga mengandalkan pemain muda. Sekarang sebagai pelatih, saya paham betapa menantangnya hal itu,” kata Fabregas.
Meski gagal melaju ke final, perjalanan Como musim ini tetap menjadi kisah inspiratif. Dari klub yang sempat bangkrut hingga kini mampu bersaing dengan salah satu raksasa Italia, mereka menunjukkan bahwa proses dan perkembangan bisa membawa tim menuju level yang lebih tinggi.
Klasemen Serie A 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chivu Buka Peluang Rotasi Kiper Inter Milan untuk Final Coppa Italia
Liga Italia 22 April 2026, 18:21
-
Como Menggebrak Serie A: Mimpi Liga Champions Itu Nyata
Liga Italia 22 April 2026, 17:00
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Inter Milan Comeback Lawan Como, Marcus Thuram: Mantap Betul Cuy!
Liga Italia 22 April 2026, 13:31
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:30
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR