
Bola.net - Momen bersejarah menghampiri Como saat menjamu Inter Milan di semifinal Coppa Italia pada Selasa malam. Ini adalah semifinal pertama mereka dalam 40 tahun terakhir.
Pasukan Cesc Fabregas melaju gagah usai menyingkirkan Napoli, Fiorentina, hingga Sassuolo. Kini, ujian sesungguhnya datang dari penguasa klasemen Serie A.
Inter Milan datang dengan status favorit juara yang sangat kental. Mereka unggul 10 poin di puncak liga dan menang 13 kali dari 14 laga terakhir.
Fabregas sadar betul timnya butuh lebih dari sekadar taktik di lapangan. Ia pun menuntut atmosfer neraka dari para pendukung tuan rumah.
Sang pelatih ingin Stadion Sinigaglia memberikan tekanan mental yang luar biasa bagi lawan.
Terinspirasi Gairah Suporter Argentina
Fabregas meminta suporter Como menciptakan suasana stadion yang sangat mencekam. Ia membayangkan atmosfer ikonik milik klub raksasa Argentina, Boca Juniors.
"Stadion harus menjadi seperti 'Bombonera kecil' besok. Kami berharap bisa menjalani pertandingan yang bagus," tutur Fabregas kepada Como TV.
Targetnya jelas, yakni meraih hasil positif pada leg pertama semifinal ini. Laga kedua baru akan digelar di San Siro pada April mendatang.
Fabregas ingin para pemainnya fokus memenangkan satu per satu laga sisa musim ini.
Belajar dari Penakluk Inter di Eropa
Strategi khusus telah disiapkan Fabregas untuk meredam keperkasaan skuad Simone Inzaghi. Ia secara mengejutkan mempelajari metode rahasia klub asal Norwegia, Bodo/Glimt.
Bodo/Glimt adalah tim yang sukses menumbangkan Inter dua kali di kancah Eropa musim ini. Fabregas bahkan mengundang staf mereka untuk makan siang bersama pekan lalu.
"Inter adalah tim terkuat di liga, mereka sudah menjadi yang terbaik selama bertahun-tahun," aku Fabregas.
Ia telah membedah sedikit kelemahan Inter melalui diskusi dengan staf nutrisi dan kebugaran Norwegia tersebut.
Teknologi Drone dan Layar Raksasa
Latihan Como kini melibatkan teknologi canggih untuk memantau pergerakan pemain secara real-time. Sebuah drone diterbangkan di atas lapangan saat sesi latihan berlangsung.
Fabregas juga meminta pemasangan layar besar di pusat latihan klub. Metode ini meniru gaya Luis Enrique saat membawa PSG menghancurkan Inter musim lalu.
Para pemain kini wajib mencatat setiap asupan makanan melalui aplikasi khusus. Kedisiplinan nutrisi menjadi kunci utama Fabregas untuk meningkatkan kondisi fisik pemainnya.
Segala detail kecil ini diharapkan bisa memutus tren buruk enam kekalahan beruntun Como atas Inter.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Como vs Inter: Fabregas Belajar Bodo/Glimt untuk Taklukkan Nerazzurri
Liga Italia 3 Maret 2026, 11:06
-
Alisson Becker Jadi Rebutan di Italia, Inter Milan Siap Tikung Juventus
Liga Italia 3 Maret 2026, 10:37
-
Bukti Cinta Vlahovic: Rela Potong Gaji Besar demi Bertahan di Juventus
Liga Italia 3 Maret 2026, 10:34
-
Juventus Makin Mantap Permanenkan Jeremie Boga
Liga Italia 2 Maret 2026, 22:38
-
Juventus Sambut Kembalinya Dusan Vlahovic dari Cedera Panjang
Liga Italia 2 Maret 2026, 22:31
LATEST UPDATE
-
Arsenal Ungguli AC Milan Dalam Perburuan Gelandang Bayern, Leon Goretzka
Liga Inggris 3 Maret 2026, 11:45
-
Como vs Inter: Fabregas Belajar Bodo/Glimt untuk Taklukkan Nerazzurri
Liga Italia 3 Maret 2026, 11:06
-
Alisson Becker Jadi Rebutan di Italia, Inter Milan Siap Tikung Juventus
Liga Italia 3 Maret 2026, 10:37
-
Bukti Cinta Vlahovic: Rela Potong Gaji Besar demi Bertahan di Juventus
Liga Italia 3 Maret 2026, 10:34
-
Benjamin Sesko, Dulu Dikritik, Kini Dipuja Legenda MU Ini
Liga Inggris 3 Maret 2026, 10:21
LATEST EDITORIAL
-
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Editorial 2 Maret 2026, 15:19
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24




















KOMENTAR