Cristian Chivu Tak Mau Memakai Topeng dalam Karier Kepelatihannya

Cristian Chivu Tak Mau Memakai Topeng dalam Karier Kepelatihannya
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu memberikan instruksi dalam pertandingan melawan Udinese, Selasa (15/9/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Cristian Chivu mengungkapkan prinsip yang ia pegang selama menjalani karier sebagai pelatih. Pelatih Inter Milan itu menegaskan tidak ingin memakai topeng atau menyembunyikan dirinya demi menyesuaikan diri dengan tuntutan dunia kepelatihan.

Chivu memang masih tergolong baru dalam perjalanan sebagai pelatih di level senior. Setelah hanya beberapa bulan menangani Parma, ia dipercaya menukangi Inter Milan dan berhasil meraih gelar Liga Italia serta Coppa Italia pada musim penuh pertamanya sebagai pelatih senior.

Mantan bek tersebut sebelumnya merupakan bagian dari skuad Inter Milan yang meraih treble pada 2010 di bawah asuhan Jose Mourinho. Kini, Chivu mengaku masih terus belajar memahami dunia kepelatihan sekaligus berusaha mempertahankan karakter yang sudah melekat pada dirinya.

Dalam proses tersebut, Chivu juga berusaha memahami kebutuhan para pemainnya. Ia tidak ingin menambah tekanan yang sudah mereka rasakan dan memilih menghadapi kesuksesan maupun kegagalan dengan sikap yang lebih stabil.

1 dari 5 halaman

Chivu Tak Ingin Memakai Topeng

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu dalam pertandingan Serie A melawan Cagliari, Senin (31/8/2026). (c) Gianluca Zuddas/LaPresse via AP

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu dalam pertandingan Serie A melawan Cagliari, Senin (31/8/2026). (c) Gianluca Zuddas/LaPresse via AP

Chivu menilai dunia kepelatihan dapat mengubah cara seseorang memandang berbagai hal. Menurutnya, ada risiko seorang pelatih harus menyembunyikan karakter aslinya ketika berada dalam situasi tertentu.

Ia tidak ingin kondisi tersebut berlangsung terlalu jauh dalam perjalanan kariernya. Chivu juga memilih untuk tidak terlalu memikirkan rencana jangka panjang dan lebih fokus menikmati apa yang sedang dijalaninya saat ini.

"Ini adalah dunia yang dapat mengubah cara Anda memandang berbagai hal, dan ada risiko Anda harus memakai topeng untuk menyembunyikan diri Anda yang sebenarnya pada momen-momen tertentu. Saya tidak suka melakukan itu, dan ketika saya terlalu terseret ke sisi tersebut, saat itulah saya akan mengatakan cukup," kata Chivu dalam podcast Cronache di Spogliatoio.

"Saya tidak memikirkan masa depan, tetapi ingin menjalani apa yang saya lakukan hari ini tanpa menentukan jalur karier untuk lima, 10, atau 20 tahun ke depan. Saya akan berusaha untuk tidak memakai topeng-topeng tersebut," lanjut Chivu.

2 dari 5 halaman

Chivu Merasa Tidak Banyak Berubah

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberi instruksi dari pinggir lapangan dalam pertandingan Serie A melawan Parma, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Luca Bruno

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberi instruksi dari pinggir lapangan dalam pertandingan Serie A melawan Parma, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Luca Bruno

Chivu menyadari dirinya masih memiliki pengalaman yang relatif terbatas sebagai pelatih di Serie A. Namun, perjalanan tersebut tidak membuatnya merasa kehilangan karakter maupun prinsip yang selama ini dimilikinya.

Ia bahkan menggambarkan perubahan yang terjadi pada dirinya secara sederhana. Selain bertambahnya pengalaman dan beberapa uban, Chivu merasa gairah serta ambisinya tetap sama.

"Saya sudah memiliki pengalaman satu setengah tahun sebagai pelatih Serie A, beberapa uban lagi, tetapi tidak ada hal lain yang berubah dari diri saya. Saya masih memiliki gairah dan ambisi yang sama, dan saya percaya bahwa saya masih orang yang sama," ujar Chivu.

3 dari 5 halaman

Chivu Berusaha Memahami Kebutuhan Pemain

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. (c) Spada/LaPresse via AP

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. (c) Spada/LaPresse via AP

Sebagai mantan pemain, Chivu memahami tekanan yang harus dihadapi seorang pesepak bola menjelang pertandingan. Karena itu, ia berusaha menciptakan lingkungan yang tidak memberikan beban tambahan kepada skuadnya.

Pendekatan tersebut membuat Chivu tidak ingin sekadar mengikuti tradisi sepak bola Italia yang mengharuskan seluruh pemain menjalani pemusatan sebelum pertandingan. Baginya, memahami kebutuhan pemain merupakan bagian penting dari pekerjaannya sebagai pelatih.

"Saya berusaha memahami mereka dan tidak menambah tekanan ekstra terhadap apa yang sudah mereka hadapi," tutur Chivu.

4 dari 5 halaman

Chivu Belajar Menghadapi Sukses dan Gagal

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu berpose dengan trofi Coppa Italia, 14 Mei 2026 setelah di final mengalahkan Lazio. (c) AP Photo/Andrew Medichini

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu berpose dengan trofi Coppa Italia, 14 Mei 2026 setelah di final mengalahkan Lazio. (c) AP Photo/Andrew Medichini

Pengalaman sebagai pelatih juga mengajarkan Chivu untuk menghadapi ketidakpastian dengan lebih tenang. Ia tidak ingin hasil pertandingan menentukan bagaimana dirinya bereaksi terhadap pekerjaan yang sedang dijalani.

Chivu berusaha memberikan perlakuan yang sama terhadap kesuksesan dan kegagalan. Sikap tersebut membantunya menjaga keseimbangan dalam menjalani karier kepelatihan.

"Saya belajar untuk lebih stabil dalam ketidakpastian. Kesuksesan dan kegagalan hanyalah dua hal menyebalkan yang saya perlakukan dengan cara yang sama," kata Chivu.

"Saya tidak membuat perbandingan, tidak menjadi terlalu bersemangat ketika segala sesuatu berjalan baik dan tidak menjadi depresi ketika semuanya berjalan buruk," pungkas Chivu.

Sumber: Football Italia

5 dari 5 halaman

Klasemen Serie A


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL