
Bola.net - Juventus berhasil menumbangkan Cagliari dengan skor 4-0, Selasa (7/1/2020), di Allianz Stadium. Cristiano Ronaldo menjadi bintang dalam pertandingan tersebut dengan mencetak hattrick.
Dengan tambahan tiga gol tersebut, Ronaldo sudah mengoleksi 13 gol untuk Juventus di Serie A 2019-2020. Ronaldo masih terpaut enam gol dari bomber Lazio, Ciro Immobile.
Ronaldo tentunya masih mempunyai kesempatan untuk menyalip raihan Immobile karena Serie A masih menyisakan 20 pertandingan lagi. Selain itu performa Ronaldo kembali meningkat meskipun sudah berusia 34 tahun.
Di sisi lain, mungkin terlalu dini untuk membicarakan penghargaan sepatu emas karena liga masih menyisakan banyak pertandingan. Namun, jika catatan gol Cristiano Ronaldo terus bertambah musim ini, bisa membuatnya meraih gelar sepatu emas Serie A.
Torehan banyak gol dan meraih sepatu emas tentunya akan membuat Ronaldo kembali mendominasi Eropa. Berikut ini 4 alasan Cristiano Ronaldo bisa memenangkan sepatu emas Serie A musim ini seperti dilansir Sportskeeda.
1. Cristiano Ronaldo Belum Habis
Banyak penggemar yang menganggap Ronaldo sudah selesai karena usianya yang sudah tidak muda lagi. Performa yang ditunjukkan Cristiano Ronaldo pada laga melawan Cagliari sekaligus menjawab kritikan terkait performa yang turun karena usia.
Kekasih Giorgina Rodriguez itu akan berusia 35 tahun pada Februari 2020. Selain itu, aksi lompatan 2,56 meter sebelum menyundul bola ke gawang Sampdoria menjadi bukti ia masih sangat diperhitungkan dalam persaingan meraih sepatu emas.
2. Menanggapi Dominasi Lionel Messi
Seperti yang diketahui, Lionel Messi sangat mendominasi dalam perolehan gelar individu tahun lalu. Pemain berjuluk La Pulga itu sukses menyabet gelar pemain terbaik FIFA, Ballon d'Or, Sepatu Emas Eropa dan Liga Champions, Pichichi Trophy serta penghargaan individu lainnya.
Kondisi tersebut tentunya menjadi tamparan keras buat Ronaldo karena berada di bawah Lionel Messi. Namun, tahun ini Ronaldo akan bekerja keras untuk meraih gelar individu meskipun sudah tak muda lagi.
3. Punya Tekad Kuat
Cristiano Ronaldo dikenal mempunyai tekad yang kuat. Yap, Ronaldo selalu berambisi meraih sesuatu yang diinginkan.
Tak jarang, tekad dan kerja keras Cristiano Ronaldo yang membuahkan hasil. Saat memutuskan pindah ke Juventus, Ronaldo bertekad mengulangi kesuksesan seperti saat bermain di La Liga.
Hingga saat ini, tekad Ronaldo belum sepenuhnya terwujud. Pada musim pertamanya, Ronaldo sudah bisa mengantarkan Juventus menjadi juara Serie A. Kini, ia tentunya bertekad menjadi pencetak gol terbanyak di Serie A.
Musim lalu, Ronaldo menyumbang 21 gol untuk Nyonya Tua di Seri A. Catatan tersebut hanya membawa Ronaldo di urutan keempat pencetak gol terbanyak Serie A di bawah Fabio Quagliarella, Duvan Zapata dan Krzysztof Piatek.
4. Menuntaskan Misi
Satu di antara tujuan awal Cristiano Ronaldo bergabung dengan Juventus ialah ingin menjadi legenda di sepak bola Italia. Ia belum pantas disebut legenda karena belum meraih banyak prestasi.
Meskipun musim lalu berhasil menorehkan prestasi sebagai pemain terbaik Serie A, Ronaldo belum puas.
Untuk mendapatkan status legenda atau pemain besar di sepak bola Italia, Ronaldo tentunya harus memenangkan setiap penghargaan individu.
Paling tidak, Ronaldo harus bisa menaklukkan Italia dan mengklaim Sepatu Emas. Hal itu dilakukan jika ia bertekad kembali diakui Eropa seperti yang pernah dilakukan saat berkostum Real Madrid.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Faozan Tri Nugroho/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 9 Januari 2020
Baca Juga:
- Tottenham Hotspur Bisa Hentikan Laju Tak Terkalahkan Liverpool, Ini Alasannya
- Selain Toni Kroos, Pemain-Pemain Ini Juga Pernah Cetak Gol dari Sepak Pojok
- Pernikahan Martunis Disorot 4 Media Internasional
- Toni Kroos Ternyata Pakai Sepatu Jadul Saat Cetak Gol Indah
- Reaksi Para Suporter Setelah Ezechiel Ndouassel Dikabarkan Ngebet Gabung Arema FC
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Performa Mentereng, Paulo Dybala Dapat Kontrak Baru di Juventus
Liga Italia 10 Januari 2020, 21:40
-
Bukan ke MU, Massimiliano Allegri Bakal Balik ke AC Milan
Liga Italia 10 Januari 2020, 20:20
-
Data dan Fakta Serie A: AS Roma vs Juventus
Liga Italia 10 Januari 2020, 16:35
-
Prediksi AS Roma vs Juventus 13 Januari 2020
Liga Italia 10 Januari 2020, 16:33
-
Jadwal Serie A Pekan ke-19: Lawan Berat Inter Milan dan Juventus
Liga Inggris 10 Januari 2020, 12:39
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR