Derby della Mole: Juventus Hadapi Krisis Karakter dan Misi Sulit Menuju Liga Champions

Derby della Mole: Juventus Hadapi Krisis Karakter dan Misi Sulit Menuju Liga Champions
Pemain Juventus, Bremer, merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan Serie A melawan Genoa, Senin (6/4/2026) malam WIB. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Juventus akan menghadapi Torino dalam Derby della Mole di Stadio Olimpico Grande Torino akhir pekan ini, Senin (25/5/2026) dini hari WIB. Laga penutup Serie A itu bukan sekadar derby biasa, tetapi juga penentuan nasib tim asuhan Luciano Spalletti di tengah peluang lolos ke Liga Champions yang makin menipis.

Posisi Bianconeri masih tertinggal dari AC Milan dan AS Roma menjelang pekan terakhir. Situasi makin rumit setelah mereka gagal meraih hasil maksimal pada laga sebelumnya.

Kekalahan 2-0 dari Fiorentina di kandang sendiri memperbesar tekanan terhadap tim. Setelah hasil itu, kritik soal hilangnya identitas permainan Juventus kembali mencuat.

Meski peluang finis di empat besar tidak besar, Spalletti tetap menuntut respons penuh dari skuadnya. Kemenangan atas rival sekota dianggap penting, bukan hanya untuk menjaga peluang, tetapi juga memulihkan harga diri klub.

1 dari 3 halaman

Tuntut Reaksi Positif di Lapangan Hijau

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti saat laga melawan AC Milan di San Siro, 27 April 2026. (c) Alessio Morgese/LaPresse via AP

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti saat laga melawan AC Milan di San Siro, 27 April 2026. (c) Alessio Morgese/LaPresse via AP

Juventus dinilai kehilangan momentum di fase paling penting musim ini. Dalam dua pekan terakhir, performa mereka turun drastis dan permainan dominan yang sempat terlihat perlahan menghilang.

Spalletti meminta timnya tampil lebih berani dan menunjukkan determinasi yang sesuai dengan sejarah besar klub. Selama sepekan terakhir, staf pelatih juga fokus melakukan evaluasi taktik untuk mencari pendekatan yang lebih efektif.

"Saya mengharapkan performa yang layak dari Juventus, karena betapa pentingnya pertandingan ini, dan reaksi dari tim," ujar Spalletti dalam konferensi persnya.

"Adalah adil untuk mengatakan bahwa kami tidak sedominan dulu, penyesalannya bukan karena gagal memenangkan pertandingan ketika menciptakan banyak peluang mencetak gol, melainkan karena tidak menjadi diri kami sendiri," sambungnya.

2 dari 3 halaman

Sorotan Terhadap Aspek Mentalitas Pemain

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti. (c) dok.JuventusFC

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti. (c) dok.JuventusFC

Penurunan performa Juventus belakangan ini dianggap berkaitan erat dengan masalah mentalitas pemain. Persoalan itu bahkan disebut sudah terasa sejak beberapa periode kepelatihan sebelumnya.

Spalletti menilai karakter pemain akan benar-benar terlihat saat tim berada dalam tekanan besar. Menurutnya, kualitas mental menjadi pembeda utama antara pemain biasa dan pemain yang mampu membawa tim keluar dari situasi sulit.

"Jika saya memasuki pertandingan penting dan tim bermain seperti itu, jelas orang pertama yang saya cari kesalahannya adalah diri saya sendiri. Kemudian saya mencoba menarik kesimpulan lain tentang masalah karakter. Ini semua tentang karakter," lanjut Spalletti.

"Ini bukan hanya tentang naluri bertahan hidup, tetapi bagaimana Anda menghadapi momen ketika tidak ada orang yang memperhatikan Anda, di situlah Anda menemukan identitas dan karakter Anda. Di sinilah kami sebagai tim perlu mengambil langkah besar ke depan," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Update Skuad dan Absennya Kenan Yildiz

Persiapan Juventus menuju derby Turin juga diwarnai masalah kebugaran pemain. Lini depan mereka dipastikan kehilangan salah satu penyerang muda andalan menjelang laga penting ini.

Kenan Yildiz harus absen karena mengalami cedera otot saat sesi latihan. Di sisi lain, Juventus mendapat kabar lebih baik setelah Khephren Thuram kembali tersedia untuk memperkuat lini tengah.

"Kami kecewa, tetapi tidak mudah tersinggung minggu ini, jadi kami menganalisis semuanya. Saya membaca laporan bahwa ruang ganti terpecah, tetapi hal-hal tidak bisa berubah begitu dramatis karena satu pertandingan," kata Spalletti menepis isu keretakan skuad.

"Saya tidak tahu apa yang dilakukan pelatih sebelumnya, tetapi saya tidak akan datang ke sini untuk mengkritik pemain saya, saya tidak pernah melakukan itu. Saya menghormati dan peduli pada mereka, saya juga mengakui hal-hal baik yang telah they lakukan musim ini," pungkasnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL