Digoyang Isu Skandal Wasit, Inter Milan Hanya Fokus Juara Liga Italia

Digoyang Isu Skandal Wasit, Inter Milan Hanya Fokus Juara Liga Italia
Selebrasi Yann Bisseck bersama pemain Inter Milan usai mencetak gol ke gawang Torino, 26 April 2026 pada lanjutan Serie A 2025-2026. (c) dok.Inter.it

Bola.net - Langkah Inter Milan menuju gelar juara Serie A sedikit tertahan setelah bermain imbang 2-2 melawan Torino, Minggu (26/4/2026) malam WIB. Meski gagal meraih kemenangan, posisi mereka di puncak klasemen tetap aman dari tekanan para pesaing.

Matteo Darmian menegaskan bahwa skuad Nerazzurri tetap tenang menghadapi hasil tersebut. Ia menyebut bahwa satu hasil imbang tidak mengubah tujuan utama tim untuk segera mengunci Scudetto musim ini.

Saat ini Inter masih unggul sepuluh poin atas Napoli yang berada di posisi kedua. Keunggulan tersebut membuat tim asuhan Simone Inzaghi berada dalam situasi yang sangat menguntungkan dengan empat pertandingan tersisa.

Jika mampu meraih kemenangan pada laga berikutnya, Inter bisa memastikan gelar juara secara matematis. Situasi ini sekaligus menjadi peluang untuk menebus kekecewaan pada musim sebelumnya yang berakhir tanpa trofi besar.

1 dari 3 halaman

Tak Terpengaruh Isu Skandal Wasit

Bek Inter Milan, Matteo Darmian saat beraksi di laga melawan Torino pada lanjutan Serie A, Minggu (26/4/2026) malam WIB. (c) dok.Inter.it

Bek Inter Milan, Matteo Darmian saat beraksi di laga melawan Torino pada lanjutan Serie A, Minggu (26/4/2026) malam WIB. (c) dok.Inter.it

Di tengah perjalanan menuju gelar, Inter juga harus menghadapi sorotan terkait isu wasit yang menyeret nama klub. Ketua Wasit Gianluca Rocchi disebut-sebut mendapat tudingan perlakuan khusus terhadap tim asuhan Inzaghi.

Namun, Presiden Inter Beppe Marotta sudah menepis seluruh tuduhan tersebut secara tegas. Para pemain pun memilih untuk tidak terpengaruh dan tetap fokus pada pertandingan yang tersisa.

"Kami membaca berbagai berita, tetapi kami mencoba untuk tetap fokus di lapangan dan melakukan apa yang diperlukan untuk mengakhiri musim ini dengan cara terbaik," ujar Darmian kepada Sky Sport Italia.

"Kami butuh empat poin sebelum laga hari ini. Kami ingin menang, namun kami tidak berhasil meraihnya," lanjut sang bek sayap mengenai hasil imbang kontra Torino.

2 dari 3 halaman

Ambisi Juara di Depan Pendukung Sendiri

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. (c) Spada/LaPresse via AP

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. (c) Spada/LaPresse via AP

Pertandingan melawan Parma pada pekan depan menjadi momen penting bagi Inter untuk mengunci gelar di hadapan pendukung sendiri. Bermain di San Siro memberikan dorongan tambahan bagi para pemain untuk menuntaskan misi lebih cepat.

Darmian menilai bahwa mentalitas tim Inter sudah terbentuk kuat sejak awal musim. Ia juga menyebut pengalaman pahit musim lalu menjadi pelajaran penting dalam menghadapi tekanan di fase akhir kompetisi.

"Kami akan mencoba melakukannya minggu depan di depan suporter kami untuk memenangkan Scudetto. Tidak mudah untuk memulai lagi, terutama secara psikologis, tetapi kami tampil baik berkat pelatih," ungkap Darmian.

"Kami telah melakukan yang terbaik dan kami merasa sangat bahagia sekarang," tambahnya lagi.

3 dari 3 halaman

Masa Depan dan Komitmen untuk Tim

Laga melawan Torino juga menjadi momen spesial bagi Darmian karena ia mencatatkan penampilan ke-300 di Serie A. Meski begitu, masa depannya di klub masih menjadi tanda tanya karena kontraknya akan habis pada akhir musim.

Spekulasi mengenai kemungkinan kembali ke Torino mulai beredar, tetapi Darmian memilih untuk tidak menanggapinya. Ia lebih fokus membantu Inter menyelesaikan musim dengan hasil terbaik.

"Saya tidak memikirkannya sekarang. Saya ingin menikmati beberapa pertandingan terakhir ini. Kami akan merayakannya saat secara matematis dikonfirmasi, lalu kami menghadapi Final Coppa Italia," tegas eks pemain Manchester United itu.

"Musim ini kami membuktikan betapa kuatnya grup ini, juga secara mental. Saya tahu seseorang bisa tetap penting bahkan jika tidak memainkan semua pertandingan," tutupnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL