Dulu Dibilang Sudah Habis, Kini Federico Dimarco Balas Semua Kritik dengan Gelar MVP Serie A

Dulu Dibilang Sudah Habis, Kini Federico Dimarco Balas Semua Kritik dengan Gelar MVP Serie A
Pemain Inter Milan, Federico Dimarco, merayakan kemenangan dalam pertandingan Serie A melawan Parma, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Federico Dimarco menutup musim 2025/2026 dengan cara yang nyaris sempurna. Bek sayap Inter Milan itu menjadi salah satu sosok kunci di balik keberhasilan Nerazzurri merebut Scudetto dan Coppa Italia.

Performa impresif Dimarco sepanjang musim membuat namanya semakin sulit tergantikan di skuad asuhan Cristian Chivu. Kontribusinya dalam menyerang maupun bertahan menjadi faktor penting dalam dominasi Inter di kompetisi domestik.

Tak hanya membantu tim meraih dua trofi, Dimarco juga mendapatkan penghargaan individu paling bergengsi di Liga Italia. Pemain kelahiran Milan tersebut dinobatkan sebagai MVP Serie A 2025/2026 setelah mencatatkan tujuh gol dan 18 assist sepanjang musim.

Penghargaan itu terasa semakin spesial karena datang hanya setahun setelah dirinya menjadi sasaran kritik tajam. Kini, Dimarco berhasil mengubah keraguan menjadi pengakuan dan membuktikan kualitasnya di level tertinggi.

1 dari 4 halaman

Musim Terbaik dalam Karier Dimarco

Pemain Inter Milan Federico Dimarco (kanan) merayakan gol pembuka timnya pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Genoa di Milan, Italia, Sabtu, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Pemain Inter Milan Federico Dimarco (kanan) merayakan gol pembuka timnya pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Genoa di Milan, Italia, Sabtu, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Kesuksesan yang diraih Inter musim ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi Dimarco. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa menikmati pencapaian sebesar itu setelah kekecewaan yang dialami pada musim sebelumnya.

Musim 2024/2025 menjadi periode yang sulit bagi sang pemain. Inter gagal meraih trofi dan harus menelan kekalahan telak 0-5 dari PSG di final Liga Champions.

Namun, Dimarco bangkit dengan luar biasa pada musim berikutnya. Penampilannya yang konsisten sepanjang kompetisi membuatnya menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam perjalanan Inter meraih dua gelar domestik.

"Itu adalah musim terbaik dalam karier saya. Kami memulai dari situasi yang sulit, dan memenangkan dua trofi seperti Scudetto dan Coppa Italia, ditambah dengan penghargaan MVP, adalah sesuatu yang luar biasa yang jujur saja tidak saya pikir bisa saya raih di awal musim," jelas Dimarco pada Sky Sport.

2 dari 4 halaman

Balasan Telak untuk Para Pengkritik

Selebrasi Federico Dimarco di laga Lecce vs Inter Milan, Minggu (22/02/2026). (c) Dok. Inter.it

Selebrasi Federico Dimarco di laga Lecce vs Inter Milan, Minggu (22/02/2026). (c) Dok. Inter.it

Keberhasilan musim ini juga menjadi jawaban Dimarco terhadap berbagai kritik yang diterimanya setahun lalu. Saat itu, banyak pihak meragukan kemampuannya untuk tetap bersaing di level tertinggi.

Sejumlah komentar bahkan menyebut kariernya sudah mendekati akhir. Ada pula yang mempertanyakan kondisi fisiknya dan kemampuannya dalam menjalankan tugas bertahan.

Alih-alih terpuruk, Dimarco menjadikan kritik tersebut sebagai motivasi tambahan. Ia membuktikannya melalui performa konsisten yang berujung pada gelar juara dan penghargaan pemain terbaik liga.

"Saya mendedikasikan ini untuk keluarga saya, tetapi tidak hanya itu, tetapi juga untuk orang-orang yang di akhir tahun lalu mengatakan saya sudah habis. Mereka mengatakan saya perlu dijual, bahwa saya hanya bertahan 35 menit, bahwa saya tidak tahu cara bertahan. Hal-hal yang menyakitkan ketika Anda membacanya sekarang. Tetapi yang dapat saya katakan adalah bahwa ketika saya melangkah ke lapangan dengan jersey ini, saya selalu memberikan lebih dari 100 persen," tegasnya.

3 dari 4 halaman

Kebanggaan Jadi Pemain Italia Pertama Peraih MVP

Selebrasi Federico Dimarco dengan Marcus Thuram di laga Torino vs Inter Milan, Senin (27/4/2026). (c) Spada/LaPresse via AP Photo

Selebrasi Federico Dimarco dengan Marcus Thuram di laga Torino vs Inter Milan, Senin (27/4/2026). (c) Spada/LaPresse via AP Photo

Selain membawa Inter berjaya, penghargaan MVP Serie A memiliki arti khusus bagi Dimarco. Ia menjadi pemain Italia pertama yang berhasil memenangkan penghargaan tersebut dalam format yang berlaku saat ini.

Pencapaian itu dinilai penting bagi sepak bola Italia. Di tengah dominasi pemain asing dalam beberapa musim terakhir, Dimarco berhasil menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi publik negeri tersebut.

Status sebagai pemain asli Italia yang membela klub masa kecilnya membuat penghargaan itu terasa semakin emosional. Tidak heran jika Dimarco mengaku sulit menggambarkan perasaannya dengan kata-kata.

"Menjadi orang Italia pertama yang memenangkan penghargaan MVP membuat saya bangga, karena Anda bermain untuk negara Anda, dengan tim favorit Anda. Saya bahkan kesulitan untuk menggambarkannya. Itu adalah penghargaan yang tidak saya duga, benar-benar buah dari semua kerja keras yang telah saya lakukan selama bertahun-tahun," ujar Dimarco.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL