
Bola.net - Fiorentina meraih kemenangan penting saat menjamu Lazio di Stadio Artemio Franchi dengan skor tipis 1-0. Hasil ini cukup berarti karena membuat mereka menjauh delapan poin dari zona degradasi.
Robin Gosens jadi penentu lewat gol tunggal di babak pertama. Di sisi lain, David De Gea tampil sangat sibuk sepanjang laga dan beberapa kali melakukan penyelamatan penting. Ia berhasil menjaga gawang tetap tidak kebobolan meski tekanan dari Lazio cukup deras.
Pertandingan berjalan cepat sejak awal. Lazio sebenarnya lebih banyak menguasai bola dan menciptakan peluang, tetapi tidak mampu memaksimalkannya dengan baik.
Kemenangan ini juga menjadi bekal penting bagi Fiorentina yang masih harus menjalani laga Eropa dalam waktu dekat. Mereka dijadwalkan menghadapi Crystal Palace, jadi fokus tim harus segera beralih. Kondisi tim juga belum ideal karena masih ada beberapa pemain yang absen.
Gol Robin Gosens
Gol kemenangan Fiorentina datang pada menit ke-28. Jack Harrison mengirim umpan silang yang tepat sasaran, lalu disambut sundulan Robin Gosens yang lepas dari penjagaan Manuel Lazzari.
Menariknya, Fiorentina hanya punya sedikit peluang bersih sepanjang pertandingan. Namun mereka bisa memaksimalkan momen yang ada. Dari situ terlihat perbedaan efektivitas kedua tim.
Setelah tertinggal, Lazio mencoba meningkatkan tekanan. Akan tetapi, lini belakang Fiorentina yang dikomandoi Luca Ranieri cukup disiplin. Serangan yang dibangun tim tamu sering terhenti sebelum benar benar berbahaya.
Jack Harrison juga punya peran besar di laga ini. Selain assist, ia aktif membantu bertahan dan beberapa kali merebut bola. Pergerakannya di sisi kanan cukup merepotkan lawan.
Heroisme David De Gea
David De Gea tampil menonjol sepanjang pertandingan. Ia mencatat enam penyelamatan, dan sebagian besar datang dari peluang jarak dekat.
Lazio sendiri mencatat total 13 tembakan dengan nilai peluang yang cukup tinggi. Namun, penyelesaian akhir mereka tidak cukup baik, ditambah performa De Gea yang sedang dalam kondisi bagus.
Salah satu momen penting terjadi saat ia menepis tembakan keras Mattia Zaccagni di awal laga. Menjelang akhir pertandingan, ia kembali melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan tetap bertahan.
Kehadirannya memberi rasa tenang di lini belakang. Meski ditekan terus, Fiorentina tetap terlihat cukup terorganisir sampai peluit akhir dibunyikan.
Kontroversi VAR dan Tekanan Lazio
Laga ini juga diwarnai kontroversi pada menit ke-64. Tijjani Noslin terjatuh di kotak penalti, tetapi wasit Michael Fabbri justru menilai itu sebagai simulasi dan memberikan kartu kuning.
Keputusan tersebut sempat diperdebatkan karena tayangan ulang menunjukkan adanya kontak. Namun, VAR tidak mengubah keputusan awal.
Lazio merasa dirugikan dan terus menekan setelah insiden itu. Mereka menguasai bola hingga 66 persen dan banyak mengandalkan umpan silang, terutama dari sisi kiri melalui Nuno Tavares.
Meski begitu, banyak peluang yang tidak berujung gol. Penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Sementara Fiorentina mampu bertahan sampai akhir dan mengamankan kemenangan yang penting dalam upaya mereka bertahan di Serie A.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Spalletti Minta Manajemen Juventus Beli Kim Min-jae dari Bayern Munchen?
Liga Italia 14 April 2026, 11:52
LATEST UPDATE
-
Profil Stadion Piala Dunia 2026: Vancouver Stadium
Piala Dunia 3 Juni 2026, 08:29
-
Profil Stadion Piala Dunia 2026: Toronto Stadium
Piala Dunia 3 Juni 2026, 07:59
-
Profil Stadion Piala Dunia 2026: Philadelphia Stadium
Piala Dunia 3 Juni 2026, 05:31
-
Profil Stadion Piala Dunia 2026: San Francisco Bay Area Stadium
Piala Dunia 3 Juni 2026, 04:24
-
Hasil Wales vs Ghana: Gol Menit 90+4 Gagalkan Kemenangan Black Stars
Piala Dunia 3 Juni 2026, 03:57
-
Profil Stadion Piala Dunia 2026: Seattle Stadium
Piala Dunia 3 Juni 2026, 03:28
LATEST EDITORIAL
-
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa Transfer Musim Panas
Editorial 2 Juni 2026, 19:13
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04

























KOMENTAR