
Bola.net - Inter Milan baru saja menunjukkan mentalitas baja saat menumbangkan Como dalam drama tujuh gol yang sangat mendebarkan. Kemenangan ini semakin mempertegas posisi mereka sebagai penguasa tunggal di puncak klasemen Serie A musim ini.
CEO Inter Milan, Beppe Marotta, merasa sangat bangga dengan karakter yang ditunjukkan oleh armada Nerazzurri. Ia melihat adanya kekuatan mental yang luar biasa untuk bangkit meski sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu.
Marotta juga tidak melewatkan kesempatan untuk melontarkan sindiran halus kepada para rival terdekat mereka. Ia menyoroti fenomena tim-tim besar di Italia yang belakangan ini seringkali takut mematok target tinggi secara terbuka.
Keberhasilan meraih tiga poin di Stadio Sinigaglia menjadi sinyal kuat bagi seluruh pesaing di kompetisi domestik. Inter kini unggul sembilan poin dan mulai mencium aroma Scudetto dengan sangat nyata.
Sindiran untuk Rival yang Penakut

Marotta menanggapi candaan Cristian Chivu soal target tim yang seolah hanya ingin lolos ke zona Liga Champions saja. Menurutnya, candaan tersebut adalah bentuk protes terhadap tren pelatih di Italia yang gemar merendah secara berlebihan.
Ia menilai tim seperti Napoli dan Milan seharusnya tidak perlu malu mengakui ambisi juara mereka. Ketakutan untuk memasang target tinggi justru dianggap sebagai tanda kelemahan mentalitas dalam persaingan kasta tertinggi.
"Itu adalah lelucon untuk menunjukkan bahwa di Italia belakangan ini ada ketakutan terhadap target yang berani," ujar Beppe Marotta.
Pernyataan ini merujuk pada kebiasaan Antonio Conte dan Max Allegri yang seringkali enggan menyebut gelar juara sebagai tujuan utama klub mereka.
DNA Juara dan Ambisi Tanpa Kesombongan

Sebagai pemimpin klub besar, Marotta menegaskan bahwa Inter Milan tidak boleh memiliki mentalitas yang biasa-biasa saja. Baginya, ambisi untuk selalu meraih hasil maksimal adalah identitas yang sudah melekat kuat dalam sejarah panjang klub.
Inter dituntut untuk selalu berada di level tertinggi tanpa harus memandang remeh kekuatan lawan yang dihadapi. Marotta ingin para pemainnya tetap menginjak bumi meski saat ini berada di posisi yang sangat menguntungkan.
"Sebaliknya, Inter harus berani dan selalu mengincar hasil maksimal. Ini adalah bagian dari DNA sebuah klub pemenang, kami harus ambisius tanpa menjadi sombong," tegas Beppe Marotta.
Sorotan Tajam Terhadap Keputusan VAR
Selain membahas masalah mentalitas, Marotta juga memberikan kritik keras terhadap keputusan penalti kontroversial yang didapatkan pihak Como. Ia menilai insiden tersebut seharusnya tidak sah jika wasit meninjau layar monitor VAR dengan lebih teliti.
Kontroversi tersebut hampir saja merugikan Inter jika saja skor berakhir imbang di menit-menit akhir pertandingan. Beruntung, kualitas pemain Nerazzurri mampu mengamankan poin penuh meskipun ada keputusan yang dianggap keliru oleh wasit.
"Saya pikir semua orang setuju bahwa itu bukan penalti, dan kami tidak marah karena akhirnya kami tetap menang," ungkap Beppe Marotta.
"Tetapi bayangkan apa yang akan terjadi jika penalti itu menyebabkan hasil yang berbeda," pungkasnya dengan nada memperingatkan.
Marotta berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi penyelenggara liga demi terciptanya keadilan di lapangan. Ke depannya, ia ingin adanya koordinasi yang lebih sinkron antara petugas VAR dan wasit utama.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Spalletti Minta Manajemen Juventus Beli Kim Min-jae dari Bayern Munchen?
Liga Italia 14 April 2026, 11:52
LATEST UPDATE
-
Pochettino Tak Membantah Ada Kontak dengan Milan, Begini Katanya
Liga Italia 3 Juni 2026, 09:16
-
2 Tahun Absen, Saddil Ramdani Punya Ambisi Besar di Timnas Indonesia
Tim Nasional 3 Juni 2026, 08:42
-
Profil Stadion Piala Dunia 2026: Vancouver Stadium
Piala Dunia 3 Juni 2026, 08:29
-
Profil Stadion Piala Dunia 2026: Toronto Stadium
Piala Dunia 3 Juni 2026, 07:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa Transfer Musim Panas
Editorial 2 Juni 2026, 19:13
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04
























KOMENTAR