
Bola.net - Como sukses menahan imbang Inter Milan 0-0 pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Kamis (5/3/2026) kemarin. Pelatih Cesc Fabregas merasa bangga dengan performa solid anak asuhnya tersebut.
Strategi yang diterapkan Fabregas terbukti ampuh meredam agresivitas sang pemuncak klasemen Liga Italia. Pasukan I Lariani tampil sangat disiplin sepanjang durasi pertandingan berlangsung.
Hasil imbang ini menjaga asa Como untuk lolos ke partai puncak. Pertarungan hidup mati akan ditentukan pada pertemuan kedua tujuh pekan mendatang.
Statistik Mengejutkan Lawan Inter

Fabregas menolak anggapan bahwa hasil imbang ini adalah sebuah kegagalan. Baginya, performa Nico Paz dan kolega sudah berada di level tertinggi.
Ia menyoroti betapa sulitnya Inter Milan menembus pertahanan timnya malam itu. Statistik menunjukkan tim tamu sangat kesulitan menciptakan peluang berbahaya di depan gawang.
"Apakah ini peluang yang terlewatkan? Sejujurnya, tidak," ujar Cesc Fabregas.
"Kami punya tiga peluang emas mencetak gol, termasuk lewat Nico Paz," sambungnya.
"Mereka hampir tidak mengancam gawang kami sama sekali semalam. Saya ingin tahu kapan terakhir kali Inter mencatat angka expected goal (xG) cuma 0,07," tegas pelatih asal Spanyol itu.
Kualitas di Lini Depan Jadi Evaluasi
Eks bintang Arsenal itu menyayangkan penyelesaian akhir timnya yang kurang tajam. Seharusnya, Como bisa mencetak gol melalui peluang Valle dan Vojvoda.
Masalah utama bukan pada taktik melainkan eksekusi di sepertiga akhir. Fabregas ingin pemain lebih tenang saat berhadapan dengan kiper lawan.
"Ini bukan soal sikap atau taktik permainan tim. Ini murni soal kualitas di momen-momen terakhir depan gawang," akunya jujur.
"Namun setelah 40 tahun, kami akan pergi ke Milan untuk final," tambahnya dengan semangat.
"Apakah itu mustahil? Tidak ada yang mustahil di sepak bola," tegasnya lagi.
Fokus Alih ke Serie A
Kini Como harus segera melupakan euforia di ajang piala domestik. Mereka sudah ditunggu Cagliari dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Liga Italia.
Fabregas mewaspadai motivasi tinggi tim tamu yang dikenal sangat terorganisir. Ia menaruh rasa hormat besar kepada pelatih lawan, Fabio Pisacane.
"Saya kenal Pisacane dengan sangat baik sekarang ini," kata Fabregas.
"Dia melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa di sana," pujinya menutup pembicaraan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Milan vs Inter 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 23:13
-
Liga Italia 4 Maret 2026, 12:41

LATEST UPDATE
-
Hasil Dewa United vs PSIM: Gol Penalti Alex Martins Jadi Penentu!
Bola Indonesia 3 April 2026, 21:10
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persita 4 April 2026
Bola Indonesia 3 April 2026, 18:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13

























KOMENTAR