Bola.net - - Permasalahan Financial Fair Play telah menjadi momok AC Milan dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan Adriano Galliani selaku mantan CEO mengakui bahwa Rossoneri takkan meraih lima gelar Liga Champions jika peraturan itu sudah ada sejak lama.
Financial Fair Play memberikan batasan kepada semua tim untuk tidak melakukan pembelian pemain secara berlebihan. Konsep utamanya adalah klub dipersilahkan untuk membelanjakan uang sesuai dengan pemasukannya.
Aturan tersebut jelas menjadi masalah besar bagi tim-tim yang kini dikuasai oleh taipan minyak atau pengusaha kaya, seperti Manchester City dan juga PSG. Dan belakangan ini, Milan menjadi tim yang cukup sering berurusan dengan regulasi tersebut.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Milan Dibatasi FFP
Permasalahan Milan dengan FFP dimulai pada musim panas tahun 2017 lalu. Setelah kedatangan pengusaha kaya, Yonghong Li, klub yang saat itu diasuh oleh Vincenzo Montella tersebut mengeluarkan sekitar 200 juta euro untuk mendatangkan 11 pemain anyar.
Hal tersebut bertujuan untuk membawa Milan kembali ke panggung Liga Champions, yang tentu saja bisa mendatangkan banyak uang. Sayangnya, impian itu hanya menjadi angan-angan semata setelah Rossoneri dipastikan finis di peringkat enam.
Kini, Milan terus mendapatkan ancaman hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa seperti Liga Champions walaupun mampu memenuhi syarat, seperti finis di empat besar. Melihat situasi itu, Galliani jadi sadar dengan kekuatan yang dimiliki oleh regulasi tersebut.
"Bila FFP diterapkan sekitar tahun 1986, penggemar Milan tidak akan bisa merasakan kesenangan yang telah mereka alami," tutur Galliani kepada Sky Sport Italia.
FFP Buat Kompetisi Jadi Monoton
Pada tahun 1986, Silvio Berlusconi datang dengan suntikan dana besar yang berhasil menyelamatkan AC Milan dari kebangkrutan. Sejak saat itu, Rossoneri menjadi salah satu tim yang ditakuti di pentas Eropa dan sukses merengkuh lima gelar Liga Champions pada masanya.
Pernyataan Galliani pun jadi ada dasarnya. Sebab FFP memang tidak memperbolehkan pemilik klub untuk menyuntikkan dana sesukanya. Klub dituntut untuk menggalang pemasukan dari sponsor maupun penjualan merchandise. FFP menuntut klub untuk mandiri.
Konsep itulah yang ditentang oleh Galliani. Menurutnya, regulasi FFP menghalangi klub-klub lain untuk mendatangkan pemain hebat sehingga mereka yang sudah kuat secara finansial sejak lama akan terus menjadi tim kuat.
"Pengusaha sepak bola dulu berinvestasi dengan kantongnya sendiri. Sekarang, anda hanya bisa menghabiskan apa yang anda dapat dan tim yang sama juara di setiap tahunnya. Saya tak paham mengapa pemilik baru yang ingin berinvestasi dak bisa melakukannya karena larangan ini," tandasnya.
FFP Bisa Diakali
FFP sendiri tampaknya bisa diakali, seperti apa yang dilakukan oleh PSG saat mendatangkan Neymar. Menurut laporan, klub asal Prancis tersebut merekrut Neymar dengan cara memberinya sejumlah uang untuk menebus klausul pembelian senilai 222 juta euro.
Uang itu diyakini berasal dari kantong perusahaan sang pemilik, Nasser Al-Khelaifi, dengan proses yang unik. Kabarnya, Neymar dibayar oleh perusahaan Al-Khelaifi dengan nilai tersebut untuk menjadi duta besar Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar nanti.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gattuso: Saya Tinggalkan AC Milan?
Liga Italia 13 April 2019, 15:07
-
Di Mata Gattuso, Lazio dan Juventus Hampir Tak Ada Bedanya
Liga Italia 13 April 2019, 03:47
-
Galliani: Ada FFP, Milan Takkan Juara Liga Champions Lima Kali
Liga Italia 13 April 2019, 03:30
-
Data dan Fakta Serie A: AC Milan vs Lazio
Liga Italia 12 April 2019, 16:02
-
Prediksi AC Milan vs Lazio 14 April 2019
Liga Italia 12 April 2019, 16:01
LATEST UPDATE
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
-
Hasil Race 1 WorldSBK Australia 2026: Ducati Sapu Bersih 3 Podium, Nicolo Bulega Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 12:43
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSSP 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 11:25
-
Hasil Race 1 WorldSSP Australia 2026: Aldi Satya Mahendra Sabet Poin, Jaume Masia Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 11:13
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR