
Bola.net - Hasil pahit harus ditelan Milanisti pada laga pertama Serie A melawan Udinese di Friuli yang sekarang ganti nama jadi Dacia Arena. AC Milan yang dibangga-banggakan menyongsong musim baru tersungkur oleh gol tunggal pemain debutan Udinese asal Brasil Rodrigo Becao. Rodrigo Becao dibeli dari Bahia seharga 1,6 juta euro saja. Kalau lihat wajah Becao seperti sudah sangat gaek padahal baru berusia 23 tahun
Milan tanpa menciptakan peluang berarti sepanjang laga, demikian catatan situs resmi Liga Italia.
Milan, yang kini dikomandoi Marco Giampolo tak sekalipun bisa melepaskan tembakan yang menemui sasaran dari 14 percobaan yang mereka lepaskan sepanjang laga.
Tak hanya Giampaolo yang mencatatkan rekor buruk di laga debutnya menangani Milan, dua pemain anyar Rossoneri Ismael Bennacer dan Rodrigo Leao juga mengawali kiprah mereka di Italia dengan terbata-bata.
Keduanya hanya turun sebagai pemain pengganti setelah Milan tertinggal akibat gol Becao pada menit ke-72. Becao mencetak golnya dengan menanduk umpan sepak pojok kiriman Rodrigo de Paul.
Baik Bennacer maupun Leao tak banyak bisa mengubah keadaan dalam waktu singkat mereka merumput, membuat Milan harus rela pulang dengan tangan hampa.
Sekarang kita analisis mengapa Milan tampil begitu buruk di laga awal Seri A. Hasil yang menjatuhkan ekspektasi setinggi langit Milanisti kalau tim kesayangan mereka bakal mampu bersaing merebut scudetto musim ini.
Formasi Salah dari Awal

Titik kelemahan Milan yang paling mencolok sebenarnya sudah kelihatan sejak pertandingan belum dimulai. Formasi ala Giampaolo dengan 4-3-1-2 diisi oleh orang-orang yang bukan spesialis pada posisinya terutama pada sisi midfielder ke atas.
Pada posisi kiper dan empat bek sejajar nyaris tidak berubah dibanding musim lalu. Nah, cederanya Lucas Biglia betul-betul berakibat buruk karena dia seharusnya mengisi posisi sebagai regista. Hakan Calhanoglu bukan regista sehingga tampak canggung sepanjang permainan hingga masuknya Ismael Bennacer dan Hakan didorong ke posisi pemain tengah kiri.
Agak aneh kalau Giampaolo justru tidak memainkan Bennacer yang posisi naturalnya adalah regista. Meski hanya bermain sekitar 20 menit, Bennacer menunjukkan pergerakan lincah, umpan presisi dan recovery ball yang jauh lebih bagus dibanding Hakan selama 70 menit.
Posisi Fabio Borini juga perlu dipertanyakan. Bukankah pada posisi tersebut ada Franck Kessie yang sudah dicoba saat lawan Cesena seminggu sebelumnya. Belum lagi harus menyebut nama Rade Krunic yang juga tersedia. Fabio Borini bukan pemain yang posisi aslinya midfielder di sektor kanan.
Di posisi trequartista, Suso sudah menunjukkan tampil buruk saat lawan Cesena. Namun dia dipaksakan ada dalam posisi kunci dalam skema tiga penyerang ala Giampaolo. Hasilnya, Suso terisolir bersama dengan Piatek dan Samu Castillejo.
Bicara nama terakhir Castillejo juga bukan second striker. Sesungguhnya dia adalah winger.
Pada posisi inilah kita bisa melihat formasi Giampolo sungguh mengkhawatirkan. Dan itu sudah terkonfirmasi pada laga lawan Cesena yang berakhir 0-0. Kenapa laga ujicoba terakhir itu tidak dievaluasi. Kenapa misalnya bukan Bennacer yang ada di posisi regista. Atau kenapa bukan Rafael Leao yang seharusnya ada di posisi Samu Castillejo. Kenapa bukan dinamo Kessie pada posisi Borini. Formasi awal Giampaolo sesungguhnya sudah layak digugat.
Bek Sayap

Dalam skema 4-3-1-2, peran bek sayap akan sangat vital dalam mengalirkan serangan. Tetapi apa yang terjadi pada dua bek sayap Milan sungguh mengkhawatirkan. Ricardo Rodriguez (Ricrog) mengulangi performa musim lalu yang lebih sering melakukan sidepass atau backpass daripada akselerasi ke depan atau umpan-umpan crossing yang bisa membahayakan. Cederanya Theo Hernandez patut disesali karena seharusnya dia bisa menghidupkan sayap kiri Milan.
Pada posisi bek sayap kanan juga sami mawon. Calabria bahkan banyak melakukan kesalahan yang serupa nilainya dengan umpan bunuh diri. Setidaknya ada dua kesalahan umpan Calabria yang bisa dikapitalisasi lawan menjadi gol. Sepanjang 90 menit, jarang ada crossing bagus atau sumbangan terhadap build up permainan yang diberikan Calabria. Andrea Conti patut dicoba supaya persaingan satu posisi inti bek kanan menjadi ketat.
Sense of Urgency

Dari sisi taktik permainan, trio penyerang seperti terisolir. Di luar situasi tiga midfielder bukan spesialis pada posisinya kecuali Lucas Paqueta, para pemain Milan miskin imajinasi. Dalam permainan dengan penguasaan bola, diperlukan pemain-pemain yang bisa menjaga bola dalam waktu lama sambil rekannya bergerak mencari posisi untuk membuka peluang. Yang terjadi pemain Milan sangat mudah kehilangan bola.
Setiap situasi bola 50 banding 50 juga sangat jarang duel dimenangkan pemain Milan. Ini pekerjaan rumah sangat berat terutama ketika melawan tim dengan fisikalitas yang tinggi.
Lebih krusial lagi adalah kurangnya naluri untuk bergerak cepat sesuai filosofi bermain bola Giampaolo. Seharusnya bola lebih sering dialirkan ke depan. Tetapi karena regista macet berefek ke posisi trequertista dan striker.
Playmaker dalam permainan tampak lebih sering Musacchio atau Alessio Romagnoli. Umpan mereka juga lebih sering sidepass daripada ke depan. Inilah problem yang sangat kelihatan pada laga lawan Udinese.
Apapun, ini baru laga pertama dari total 38 laga musim ini. Kesempatan bangkit pekan depan melawan Brescia harus dimaksimalkan sebelum jeda internasional.
Artikel ini ditulis oleh Magico Milan. Jika ingin baca tulisan-tulisan lain tentang Rossoneri, follow fanpage Magico Milan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Resmi Putus Kontrak Ivan Strinic
Liga Italia 26 Agustus 2019, 23:43
-
Kebiasaan Buruk AC Milan Ternyata Belum Hilang
Liga Italia 26 Agustus 2019, 13:22
-
Indonesia di Mata Presiden AC Milan
Liga Italia 26 Agustus 2019, 13:16
-
GIAMPAOLO: GIni AMat PermAinan Orang2 LO
Liga Italia 26 Agustus 2019, 12:15
-
Kala Milan Dipermalukan Debutan Serie A Seharga Cuma 1,6 Juta Euro
Liga Italia 26 Agustus 2019, 11:39
LATEST UPDATE
-
Kalah dari Hull City, Manchester United Catatkan Dua Rekor yang Memalukan
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 20:50
-
Man of the Match Hull vs Man United: Konstantinos Tzolakis
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 20:39
-
Hasil Hull vs Man United: Setan Merah Dipermalukan Tim Promosi!
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 20:24
-
Brighton Tolak Penawaran Perdana Liverpool untuk Yankuba Minteh
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 20:00
-
Arsenal Mundur Perlahan dari Transfer Victor Osimhen?
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 19:40
-
Tinggalkan AC Milan, Christopher Nkunku CLBK dengan Mantan Klubnya Ini?
Liga Italia 22 Agustus 2026, 19:20
-
Didekati Arsenal, Atletico Madrid Tegaskan Julian Alvarez Tidak Kemana-mana!
Liga Spanyol 22 Agustus 2026, 19:00
-
Barcelona Gigit Jari, Joao Pedro Resmi Teken Kontrak Baru di Chelsea
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 18:33
-
Arsenal Digosipkan Dekati Julian Alvarez, Begini Respon Mikel Arteta
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 18:00
-
Masih Jadi Andalan, MU Harus Kurangi Ketergantungan pada Bruno Fernandes!
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 17:30
-
Tempat Menonton Hull City vs Manchester United di Liga Inggris, 22 Agustus 2026
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 17:28
-
Link Streaming Hull City vs Manchester United Hari Ini, Sabtu 22 Agustus 2026
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 17:15
-
Bruno Guimaraes Alami Cedera, Seberapa Parah dan Kapan Comeback di Arsenal?
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 17:00
-
Aston Villa Hubungi MU, Ingin Angkut Pemain Ini
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 16:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR