
Bola.net - AS Roma kini menjelma menjadi salah satu tim paling konsisten di Serie A musim ini. Perubahan besar itu tidak lepas dari sentuhan taktis Gian Piero Gasperini.
Mereka bertengger di puncak klasemen ketika laga krusial melawan Napoli semakin mendekat. Situasi ini menunjukkan perkembangan signifikan dibanding musim sebelumnya.
Fondasi yang dibangun Claudio Ranieri musim lalu memberikan pijakan kuat bagi Gasperini. Roma hanya kalah sekali pada paruh kedua musim 2024/2025 dan hampir lolos ke Liga Champions.
Gasperini kemudian memoles struktur yang sudah terbentuk tanpa perubahan drastis. Dengan pendekatan yang lebih disiplin, Roma tampil efisien dan sulit ditembus.
Perubahan Identitas Taktis di Era Gasperini

Roma tetap menggunakan formasi tiga bek yang diwariskan Ranieri. Wesley dan Zeki Celik mengisi peran wingback, sementara Pellegrini dan Matias Soule menjadi motor kreativitas.
Selama sembilan tahun di Atalanta, Gasperini dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan permainan ofensif terbuka. Namun musim ini ia kembali ke pendekatan yang lebih konservatif demi kestabilan tim.
Roma bukan tim paling produktif di liga dengan hanya mencetak 15 gol dari 12 laga. Meski begitu, pendekatan pragmatis membuat mereka lebih efektif dalam mengontrol pertandingan.
Penguasaan bola Roma mencapai 58.6 persen per laga dan kebobolan hanya 0.5 per 90 menit. Angka itu menjadi bukti pendekatan defensif mereka berjalan sangat baik.
Kukuhnya Struktur Bertahan Roma

Salah satu kekuatan terbesar Roma adalah rendahnya kualitas peluang yang mereka berikan kepada lawan. Hanya 57.60 persen tembakan lawan terjadi di dalam kotak penalti, dengan rata rata 0.11 xG per tembakan.
Mile Svilar menjadi figur sentral dalam keberhasilan ini. Ia tampil sangat solid dan kini menjadi pemain dengan rating tertinggi di skuad Roma menurut FotMob.
Svilar mencatatkan persentase penyelamatan 85.4 persen dan enam clean sheet. Ia juga mencegah 4.5 gol dan baru kebobolan enam kali sepanjang musim.
Di depannya, Gianluca Mancini menjadi dinding kokoh dengan torehan tekel, intersepsi, dan blok terbanyak di tim. Kombinasinya bersama Evan Ndicka membuat lini belakang Roma sulit ditembus.
Soule, Sang Penggerak Kreativitas Roma

Performa lini depan Roma belum stabil, tetapi Matias Soule menjadi pengecualian. Ia tampil sebagai pemain paling kreatif sekaligus paling konsisten dalam fase menyerang.
Soule memainkan peran sebagai gelandang serang kanan dalam formasi 3-4-2-1. Duetnya dengan Pellegrini memberi variasi serangan meski penyerang utama belum tampil optimal.
Evan Ferguson yang dipinjam dari Brighton baru mencetak satu gol dan satu assist. Artem Dovbyk sebagai pesaingnya juga belum memberikan dampak maksimal.
Soule mencetak empat gol dan dua assist dari 12 pertandingan Serie A. Ia mencatatkan sepuluh peluang tercipta, 34 sentuhan di kotak penalti, dan ratusan operan sukses yang menunjang serangan Roma.
Etos Kerja Soule dan Harapan Roma ke Depan

Selain kreativitas, Soule juga memiliki etos kerja luar biasa. Ia agresif menekan lawan, merebut bola 14 kali di sepertiga akhir, dan memenangi 42 duel.
Performa seperti itu membuatnya menjadi aset paling penting Roma di area final. Gasperini jelas sangat terbantu oleh kontribusi dua arah dari sang pemain Argentina.
Roma kini memuncaki klasemen setelah 12 laga untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun. Hal ini memunculkan harapan besar bagi para pendukung.
Namun Gasperini tetap mencoba meredam euforia. Ia menegaskan bahwa mimpi boleh, tetapi perjalanan menuju Scudetto masih panjang dan penuh tantangan.
Sumber: FotMob
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Roma vs Midtjylland - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 27 November 2025, 22:45
-
Gian Piero Gasperini Ubah Roma Menjadi Penantang Serius Scudetto
Liga Italia 27 November 2025, 21:35
-
Gak Jadi Bertahan di MU, Joshua Zirkzee Bakal Cabut di Januari 2026
Liga Inggris 27 November 2025, 14:11
-
Prediksi Roma vs Midtjylland 28 November 2025
Liga Eropa UEFA 27 November 2025, 02:45
-
Man of the Match Cremonese vs Roma: Wesley Franca
Liga Italia 23 November 2025, 23:33
LATEST UPDATE
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
-
Barcelona Siapkan Manuver Kejutan: Viktor Gyokeres Masuk Radar Transfer
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 21:23
-
Here We Go! AC Milan Gelontorkan Rp 1 Triliun untuk Boyong Pemain Timnas Belgia Ini
Liga Italia 17 Agustus 2026, 20:57
-
Tidak Ada yang Gratis Bagi Marcus Rashford di MU: Dia Harus Berjuang!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 20:30
-
3 Tahun Deco di Barcelona: Sang Arsitek Era Baru Blaugrana
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 20:16
-
Juventus Incar 2 Pemain AC Milan Sekaligus: Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:18
-
Juventus Resmikan Transfer John Lucumi dari Bologna
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR