Bola.net - Sebastian Giovinco menjalani musim yang kurang menyenangkan bersama Juventus. Selain minim kesempatan bermain, pria berusia 27 tahun ini juga kerap mendapatkan cemoohan dari suporter sendiri karena penampilannya yang dianggap kurang memuaskan.
Terkait minimnya kesempatan bertanding, salah satu hal yang disebut sebagai penyebab utama adalah berjubelnya stok penyerang berkualitas yang dimiliki Juve. Giovinco hanya menjadi pelapis dari duet pemain anyar, Carlos Tevez dan juga Fernando Llorente. Belum lagi masih ada nama Mirko Vucinic, Fabio Quagliarella, dan Pablo Osvaldo.
Giovinco sendiri mengaku tak mempermasalahkan keputusan Antonio Conte, ia menganggap bahwa penampilan striker lain memang lebih baik dari dirinya. Secara khusus, The Atomic Ant mengungkapkan kekagumannya terhadap Tevez, yang disebutnya memiliki dua kepribadian yang berbeda di atas dan di luar lapangan.
"Di luar lapangan, Carlos adalah pria yang baik, rendah hati, dan berpikiran positif. Tapi saat bertanding, dia sangat kejam dan bisa menjadi pembeda pertandingan," papar Giovinco seperti dilansir Tuttosport.
"Terkadang karakternya tersebut bisa menimbulkan masalah. Semangatnya yang sangat luar biasa timbul karena ia menjalani masa kecil yang cukup sulit."[initial]
(tut/mri)
Terkait minimnya kesempatan bertanding, salah satu hal yang disebut sebagai penyebab utama adalah berjubelnya stok penyerang berkualitas yang dimiliki Juve. Giovinco hanya menjadi pelapis dari duet pemain anyar, Carlos Tevez dan juga Fernando Llorente. Belum lagi masih ada nama Mirko Vucinic, Fabio Quagliarella, dan Pablo Osvaldo.
Giovinco sendiri mengaku tak mempermasalahkan keputusan Antonio Conte, ia menganggap bahwa penampilan striker lain memang lebih baik dari dirinya. Secara khusus, The Atomic Ant mengungkapkan kekagumannya terhadap Tevez, yang disebutnya memiliki dua kepribadian yang berbeda di atas dan di luar lapangan.
"Di luar lapangan, Carlos adalah pria yang baik, rendah hati, dan berpikiran positif. Tapi saat bertanding, dia sangat kejam dan bisa menjadi pembeda pertandingan," papar Giovinco seperti dilansir Tuttosport.
"Terkadang karakternya tersebut bisa menimbulkan masalah. Semangatnya yang sangat luar biasa timbul karena ia menjalani masa kecil yang cukup sulit."[initial]
Baca Juga
- Punya Karakter, Conte Jadi Kandidat Pengganti Moyes
- Dicemooh Fans Juve, Inilah Curahan Hati Giovinco
- Juve Capai Kata Sepakat Dengan Wonderkid Amerika Serikat
- Tiga Tim Yang Dijagokan Buffon Untuk Menjuarai Liga Champions
- Pertama Kalinya Del Piero Akan Hadapi Juventus Sebagai Lawan
- 'Vidal Adalah Messi-nya Para Gelandang'
- Batistuta: Juve Masih Tanpa Pesaing di Italia
- Materazzi: Juve Unggul 10 Tahun Dari Klub Italia Lain Del Edit
- Torino Ingin Bantu Juve Lambungkan Harga Jual Immobile
- Del Piero: Cinta Saya Kepada Juve Tak Bertepi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kaka: Duel Juventus Bagai Derby Italia
Liga Italia 1 Maret 2014, 22:49
-
Seedorf Andalkan Pazzini Timbang Balotelli
Liga Italia 1 Maret 2014, 21:56
-
Coba Bunuh Juventini, Tifosi Torino Dipenjara
Bolatainment 1 Maret 2014, 21:52
-
10 Tim Dengan Pendapatan Hak Siar Televisi Tertinggi di Eropa
Editorial 1 Maret 2014, 20:07
-
Selain Buffon, Kiper Muda Juve Juga Idolakan Casillas
Liga Italia 1 Maret 2014, 13:09
LATEST UPDATE
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR