
Bola.net - Inter Milan memastikan gelar Serie A musim 2025-26 setelah mengalahkan Parma dengan skor 2-0. Kemenangan ini mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen dengan keunggulan 12 poin atas Napoli.
Keberhasilan ini menjadi titik balik setelah musim lalu berakhir tanpa trofi meski sempat berada di jalur treble. Saat itu, Inter gagal di semua kompetisi utama dan menutup musim dengan kekecewaan besar.
Situasi tersebut memicu perubahan signifikan dalam struktur tim dan pendekatan permainan. Hasilnya terlihat jelas sepanjang musim ini dengan performa yang lebih stabil dan efisien.
Kini, Inter berpeluang menambah trofi dengan menghadapi Lazio di final Coppa Italia pada 13 Mei. Jika menang, mereka akan mengulang kesuksesan era Jose Mourinho pada 2010.
Era Baru Bersama Cristian Chivu

Kepergian Simone Inzaghi membuka jalan bagi Cristian Chivu untuk mengambil alih kursi pelatih. Penunjukan ini sempat diragukan karena minim pengalaman di level tertinggi.
Chivu membawa pendekatan segar dengan gaya permainan agresif dan tekanan tinggi. Ia juga berhasil menghidupkan kembali harmoni ruang ganti serta memberi ruang bagi pemain muda.
Pengalamannya sebagai mantan pemain Inter menjadi nilai tambah dalam membangun koneksi dengan skuad. Ia memahami budaya klub dan mampu menerapkannya dalam strategi tim.
Kebugaran dan Konsistensi Jadi Kunci

Salah satu masalah utama musim lalu adalah badai cedera yang mengganggu performa tim. Musim ini, kondisi fisik pemain jauh lebih terjaga berkat metode latihan baru.
Sebagian besar pemain inti mampu tampil konsisten sepanjang musim. Kapten Lautaro Martinez sempat absen, tapi kembali saat momen penentuan gelar.
Situasi ini berbeda dengan Napoli yang kehilangan banyak pemain penting akibat cedera. Absennya sejumlah pilar membuat pesaing utama gagal menjaga tekanan terhadap Inter.
Bangkit dari Momen Sulit

Perjalanan Inter tidak sepenuhnya mulus sepanjang musim. Mereka sempat tersingkir dari kompetisi Eropa dan mengalami penurunan performa di liga.
Kekalahan di derby serta hasil kurang maksimal sempat memangkas jarak poin di klasemen. Namun, kemenangan penting 5-3 di markas Roma menjadi titik balik kebangkitan.
Sejak laga tersebut, Inter kembali menemukan ritme permainan terbaik. Mereka menutup musim dengan konsistensi tinggi dan memastikan gelar tanpa tekanan berarti.
Dominasi domestik ini menegaskan transformasi Inter dari tim yang gagal total menjadi juara meyakinkan. Fokus, kebugaran, dan kepemimpinan baru menjadi fondasi utama keberhasilan mereka musim ini.
Sumber: AP
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden Inter Akui Barcelona Tertarik pada Alessandro Bastoni
Liga Italia 4 Mei 2026, 21:16
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Swiss vs Aljazair: Breel Embolo
Piala Dunia 3 Juli 2026, 12:04
-
Luis de la Fuente Sebut Spanyol Hampir Sempurna saat Bungkam Austria
Piala Dunia 3 Juli 2026, 09:43
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR