
Bola.net - Laga pekan ke-21 Serie A yang mempertemukan Juventus dan AS Roma di Stadio Olimpico, Senin (10/1/2022) berlangsung dengan ketat. Bianconeri yang bertindak sebagai tim tamu berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 4-3.
Juventus yang tidak ditemani oleh sang pelatih, Massimiliano Allegri, kebobolan lebih dulu lewat gol yang dicetak Tammy Abraham. Untungnya, Paulo Dybala mampu menyamakan kedudukan tujuh menit berselang.
Roma menggila di babak kedua. Mereka berhasil mencetak dua gol tambahan yang dihasilkan dari aksi Henrikh Mkhitaryan dan Lorenzo Pellegrini. Kedudukan tersebut bertahan sampai menit ke-70 dan Roma terlihat akan memenangkan pertandingan.
Sayang, itulah momen di mana Giallorossi dihadapkan dengan mimpi buruk. Manuel Locatelli, Dejan Kulusevski, dan Mattia De Sciglio secara bergantian mengoyak gawang Rui Patricio dan membuat Juventus berbalik ungguk 4-3.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kehilangan Nyawa 5-6 Tahun
AS Roma seharusnya bisa menyamakan kedudukan, bahkan menang di pertandingan ini. Mereka menerima hadiah penalti pada menit ke-81 dan bek andalan Juventus, Matthijs de Ligt, harus keluar lebih dulu karena mendapatkan kartu merah.
Sayang peluang emas itu disia-siakan oleh Pellegrini. Sepakan penaltinya dengan mudah dibaca oleh kiper Juventus, Wojciech Szczesny. Kedudukan 4-3 bertahan hingga akhir pertandingan dan Bianconeri dinyatakan sebagai pemenang.
Pertandingan tersebut tidak hanya membuat jantung fans Juventus berdegup kencang, tapi juga Marco Landucci yang bertugas sebagai pengganti Allegri di laga ini. Ia berharap kemenangan seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan.
"Senang dengan gol yang dicetak De Sciglio, kami menunjukkan karakter. Pendekatan tidak berguna banyak, anda harus mampu memperlihatkannya di lapangan. Hari in saya kehilangan 5-6 tahun hidup saya," ujarnya kepada DAZN usai laga.
Memulai dengan Rasa Takut
Kemenangan Juventus memang apik. Namun itu tidak serta merta menghapus keburukan yang terlihat selama duel ini berlangsung. Landucci menjelaskan penyebab Juventus bisa tampil seperti ini.
"Kami memulai dengan takut. Kami ingin bermain menyerang tapi kebobolan dari bola mati. Kami mengubah sesuatu di babak kedua karena kami kesulitan mencetak gol," lanjutnya.
"Gol kedua sangat disayangkan, kami membuang bola begitu saja. Itu kerap terjadi, bukan sebuah kebetulan. Kemudian kami menunjukkan keyakinan dengan baik, gol kedua membantu dan memberikan kami kepercayaan diri."
Landucci ditanya soal siapa yang menentukan pemain pengganti di saat Allegri tidak hadir di sisi lapangan . Namun ia cuma menjawab: "Rahasia, tidak bisa kami katakan! Kami semua, para staf, bekerja bersama-sama," pungkasnya.
(DAZN via Football Italia)
Baca Juga:
- Jose Mourinho Berang: Saya Harus Menyamai Mental Pemain AS Roma? Ogah!
- AS Roma Butuh Healing? Mourinho Bilang Mental Pemainnya Lemah
- De Sciglio: Kami Butuh 'Comeback Juventus' yang Ini untuk Hadapi Inter Milan
- Szczesny: Yang Tidak Yakin Juventus Bisa Finis di 4 Besar, Tak Usah Bertanding!
- Jadi Penentu Kemenangan Juventus, Szczesny Merendah: Ah, Saya Cuma Beruntung
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cedera Parah Akhiri Musim Federico Chiesa, Karier Terancam?
Liga Italia 10 Januari 2022, 22:00
-
Cedera Lutut Parah, Federico Chiesa Banjir Doa dari Kawan dan Lawan
Liga Italia 10 Januari 2022, 20:50
-
Musim Berakhir! Juventus Umumkan Federico Chiesa Alami Cedera Lutut Serius
Liga Italia 10 Januari 2022, 19:45
-
Gulung Venezia, Milan Tuai Pujian dari Eks Juventus Ini
Liga Italia 10 Januari 2022, 17:44
-
Satu Syarat Alvaro Morata Boleh Ke Barcelona, Apa Itu?
Liga Italia 10 Januari 2022, 16:53
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 04:14
-
Man of the Match Portugal vs Spanyol: Rodri
Piala Dunia 7 Juli 2026, 04:13
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR