
Bola.net - Keputusan pelatih Luciano Spalletti terus mengandalkan Jonathan David memunculkan tanda tanya di lingkungan Juventus. Kebijakan ini dinilai janggal karena performa sang striker belum memberikan dampak maksimal.
Dalam laga kontra Hellas Verona di Allianz Stadium, Juventus hanya mampu bermain imbang 1-1. Jonathan David kembali menjadi pilihan utama di lini depan meski tampil kurang efektif sepanjang musim.
Kondisi ini tak lepas dari krisis penyerang yang dialami Juventus. Cedera yang menimpa Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik membuat opsi di lini depan menjadi terbatas.
Meski demikian, keputusan tetap memainkan David bahkan saat Vlahovic masuk di babak kedua tetap mengundang kritik. Perubahan posisi yang dilakukan Spalletti juga dinilai tidak memberikan solusi nyata.
Perubahan Taktik yang Tidak Efektif

Saat Vlahovic masuk, Jonathan David ditarik lebih ke dalam untuk beroperasi sebagai gelandang serang atau second striker. Namun, skema ini tidak berjalan sesuai harapan karena kontribusi David tetap minim.
Spalletti kemudian mencoba opsi lain dengan memasukkan Fabio Miretti. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap permainan Juventus.
Jurnalis Italia, Sandro Sabatini, menilai masalah utama terletak pada pemilihan pemain di lini serang. Menurutnya, keberadaan David justru menghambat efektivitas tim.
“Spalletti mengatakan mereka kekurangan gelandang serang yang bisa melewati lawan,” ujar Sabatini. “Tim sebenarnya punya pemain seperti itu, tetapi bermain dengan David justru merusak diri sendiri.”
Kritik Tajam untuk Pilihan Spalletti

Pandangan serupa juga datang dari mantan gelandang Juventus, Massimo Mauro. Ia mempertanyakan alasan Spalletti tetap memainkan David meski opsi lain tersedia.
Mauro menilai komposisi lini serang bisa lebih efektif jika Kenan Yildiz dimainkan di belakang Vlahovic. Sementara itu, Jeremie Boga dinilai layak mengisi sisi kiri serangan.
“Siapa yang tahu kenapa Spalletti terus memainkannya,” ujar Mauro. “Solusi dengan David di belakang Vlahovic mengejutkan, karena mereka bisa memainkan Yildiz di sana dan Boga di kiri.”
Catatan Performa Jonathan David

Sejauh musim ini, Jonathan David telah mencatat delapan gol dan lima assist dari 44 penampilan bersama Juventus. Catatan tersebut belum cukup kuat untuk mengamankan posisinya sebagai pilihan utama.
Statistik ini menjadi dasar kritik bahwa kontribusi David belum sebanding dengan menit bermain yang ia dapatkan. Dalam arena kompetitif seperti Serie A, efektivitas lini serang menjadi faktor krusial.
Spalletti sendiri diyakini memiliki pertimbangan tertentu di balik keputusannya. Namun, selama performa tim belum stabil, perdebatan soal peran Jonathan David di Juventus tampaknya belum akan mereda.
Sumber: juvefc
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR