Kabar Oknum Pelempar Flare ke Arah Emil Audero: 3 Jarinya Putus Karena Ledakan

Kabar Oknum Pelempar Flare ke Arah Emil Audero: 3 Jarinya Putus Karena Ledakan
Kiper Cremonese, Emil Audero terkapar setelah terkena lemparan flare dari suporter di laga melawan Inter Milan, 2 Februari 2026. (c) Alberto Mariani/LaPresse via AP

Bola.net - Karma instan menimpa seorang oknum suporter Inter Milan di markas Cremonese. Kabarnya, tiga jarinya putus akibat ledakan petasan yang ia pegang sendiri.

Insiden horor ini terjadi saat laga tandang Nerazzurri berlangsung panas. Pelaku sebelumnya nekat melempar petasan ke arah kiper Emil Audero.

Presiden Inter, Beppe Marotta, langsung bereaksi sangat keras usai laga. Ia mengutuk aksi konyol yang mencoreng nama besar klub.

Laga di Stadio Giovanni Zini sempat dihentikan wasit sementara waktu. Asap tebal memenuhi udara akibat ulah tak bertanggung jawab tersebut.

1 dari 4 halaman

Petaka Senjata Makan Tuan

Laporan dari Football Italia menyebut pelaku berniat melempar petasan atau flare kedua ke lapangan. Nahas, bahan peledak itu justru meledak di tangannya sendiri.

Akibatnya sangat fatal bagi sang perusuh tribun tersebut. Ia dilaporkan kehilangan tiga jari tangan karena ledakan jarak dekat.

Emil Audero sendiri sempat terkena dampak dari lemparan pertama pelaku. Kiper itu mengalami luka sayat kecil dan bekas luka bakar.

Meski demikian, Audero tetap mampu melanjutkan pertandingan hingga selesai. Kondisi mental sang kiper tetap terjaga meski ada teror.

2 dari 4 halaman

Identitas Terbongkar di Rumah Sakit

Aksi nekat ini memicu amarah fans Inter lainnya. Keributan sempat pecah di tribun tandang suporter Nerazzurri.

Mereka murka karena ulah satu orang bisa merugikan tim. Fans lain menganggap pelaku membahayakan nasib pertandingan malam itu.

Identitas pelaku akhirnya terungkap dengan cara yang cukup ironis. Ia terlacak saat mencari pengobatan darurat di rumah sakit Cremona.

Media lokal mengonfirmasi cedera tangan parah pelaku tersebut. Polisi siap melakukan penangkapan dan memberikan sanksi larangan masuk stadion.

3 dari 4 halaman

Kekesalan Beppe Marotta

Beppe Marotta tak bisa menyembunyikan kekecewaannya pasca pertandingan. Ia menyebut insiden ini sebagai pengalaman terburuk dalam kariernya.

Mantan petinggi Juventus itu menilai aksi tersebut sangat tidak masuk akal. Investigasi mendalam kini sedang dilakukan pihak berwajib.

"Situasi yang belum pernah saya alami selama bertahun-tahun dalam karier saya," ujar Marotta kepada Sky Sport Italia.

"Itu adalah tindakan bodoh. Sebuah tindakan sensasional atas nama anti-sportivitas," tegasnya dengan nada geram.

4 dari 4 halaman

Pujian untuk Profesionalisme Audero

Manajemen Inter merasa bertanggung jawab untuk membina perilaku suporter. Mereka ingin mencegah kejadian memalukan serupa terulang kembali.

Marotta menegaskan bahwa kultur positif harus dibangun di kalangan fans. Kejadian luar biasa ini harus menjadi pelajaran terakhir.

"Kami memiliki kewajiban untuk menciptakan budaya dan mencegah situasi ini. Kami mengutuk insiden luar biasa ini," tambah Marotta.

Bos Inter itu juga memberikan apresiasi khusus kepada Emil Audero. Sang kiper dipuji karena tetap tenang dan mau melanjutkan laga.

"Kami juga ingin berterima kasih kepada Audero atas profesionalismenya, karena akhirnya pertandingan ini bisa dimainkan sampai akhir," tutupnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL