Kalian Tak Mau Cek VAR? Sindiran Sarkas Antonio Conte Saat Napoli Hancur di Markas Juventus

Kalian Tak Mau Cek VAR? Sindiran Sarkas Antonio Conte Saat Napoli Hancur di Markas Juventus
Pelatih Napoli, Antonio Conte bereaksi di laga melawan Juventus, 26 Januari 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Antonio Conte tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat Napoli dihajar Juventus 0-3. Pelatih Partenopei itu melontarkan sindiran pedas kepada wasit di tengah laga.

Momen panas ini terjadi di babak pertama ketika Napoli merasa layak mendapatkan penalti. Conte tertangkap kamera melakukan protes sarkas dari pinggir lapangan.

Ia mempertanyakan keputusan wasit Maurizio Mariani yang mengabaikan potensi pelanggaran di kotak terlarang. Insiden tersebut melibatkan bek Juventus, Gleison Bremer, dan penyerang Napoli, Rasmus Hojlund.

Frustrasi Conte memuncak seiring runtuhnya pertahanan Napoli di Turin. Gol-gol dari Jonathan David, Kenan Yildiz, dan Filip Kostic membuat sang juara bertahan pulang dengan tangan hampa.

1 dari 3 halaman

Momen Cekikan Bremer

Napoli sempat melancarkan serangan berbahaya dari sisi kanan lewat Gutierrez. Bola kemudian dikirim ke tengah kotak penalti di mana duel fisik terjadi.

Dalam tayangan ulang, Gleison Bremer terlihat melingkarkan lengannya ke leher Hojlund. Namun, wasit tetap melanjutkan permainan tanpa meninjau monitor VAR.

Melihat hal itu, Conte langsung berteriak ke arah perangkat pertandingan dengan nada tinggi.

"Kalian bahkan tidak akan melihatnya (di layar VAR) lagi, kan? Bahkan tidak mau melihatnya lagi," sindir Conte dengan nada sarkas.

Protes itu tak digubris. Laga terus berjalan dan Juventus justru berhasil mencuri gol pembuka tak lama kemudian.

2 dari 3 halaman

Analisis Pakar: Harusnya Penalti?

Tindakan Bremer tersebut mendapat sorotan tajam dari pengamat perwasitan DAZN, Luca Marelli. Ia menilai bek asal Brasil itu mengambil risiko yang sangat besar.

Menurut Marelli, gerakan Bremer sama sekali tidak berorientasi pada bola. Fokusnya hanya tertuju untuk menghentikan pergerakan Hojlund secara fisik.

"Bremer memegang leher Hojlund, dan dia (Hojlund) memang jatuh sedikit terlalu mudah," analisis Marelli.

Meski demikian, Marelli menegaskan bahwa kontak tersebut sangat jelas. Bremer melakukan tindakan yang tidak perlu sebelum bola benar-benar sampai.

"Pegangan Bremer sangat di ambang batas, dengan gerakan yang tidak ada hubungannya dengan memainkan bola karena dia memegang leher Hojlund dan hanya melihat lawannya."

"Baru setelah itu dia melihat bola. Dari analisis slow-motion, itu lebih condong ke penalti daripada tidak," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Badai Cedera dan Kekalahan Telak Napoli

Insiden VAR ini menjadi bumbu pahit dalam kekalahan telak Napoli. Skuad asuhan Conte sejatinya datang ke Turin dengan kondisi pincang.

Badai cedera menghantam pilar utama seperti Kevin De Bruyne, Andre Frank Zambo Anguissa, hingga Billy Gilmour. Absennya nama-nama besar ini membuat chemistry tim tamu berantakan.

Sebaliknya, Juventus tampil efektif memanfaatkan kesalahan lini belakang Napoli. Blunder operan Juan Jesus dimanfaatkan dengan sempurna oleh Kenan Yildiz untuk gol kedua.

Kemenangan ini membawa Juventus kembali ke jalur persaingan Scudetto. Sementara bagi Conte, keputusan wasit dan rapuhnya skuad menjadi PR besar yang harus segera dibenahi.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL