
Bola.net - Sekitar 30.000 pendukung Bologna memadati Stadion Olimpico, Roma, Rabu malam, demi menyaksikan final Coppa Italia pertama klub sejak 1974. Mereka datang dengan harapan tinggi, menyebut laga ini sebagai la sera dei miracoli — malam keajaiban — mengutip lagu karya almarhum Lucio Dalla, penyanyi legendaris asal Bologna.
Dua ikon musik Bolognese lainnya, Gianni Morandi dan Cesare Cremonini, juga hadir langsung menyaksikan pertandingan. Sebelumnya, mereka sempat menemani perjalanan klub dalam tur Eropa yang emosional, termasuk di Anfield. Kali ini, giliran mereka yang diundang untuk bersuka cita bersama para pahlawan di lapangan.
Begitu peluit panjang berbunyi, pelatih Vincenzo Italiano berdiri di depan tribun Bologna, di mana Curva Andrea Costa "pindah rumah" sejauh hampir 200 mil ke selatan.
Sebelum laga dimulai, para suporter menampilkan koreografi yang mengenang tim Bologna terakhir yang juara Coppa Italia di tempat yang sama, 51 tahun silam. Spanduk besar bertuliskan “Ora come allora” — “Sekarang seperti dulu” — menjadi simbol harapan.
Lebih dari Klub, Bologna Adalah Keluarga
Seperti yang dikatakan Castro usai kemenangan 1-0 atas AC Milan, Bologna bukan sekadar sebuah klub, melainkan keluarga.
Trofi ini bukan hanya untuk pemilik klub asal Kanada, Joey Saputo, dan para pendukung, tapi juga untuk para pemain — termasuk mereka yang sudah tak lagi bersama tim musim ini seperti Samuel Iling-Junior, Stefan Posch, dan Jesper Karlsson.
Penyebutan nama-nama tersebut di momen kemenangan menunjukkan betapa kuatnya ikatan di dalam skuad Bologna. Ini adalah tim yang memiliki rasa kebersamaan dan identitas yang sangat dalam. Sebuah kebersamaan yang menciptakan kekuatan lebih dari sekadar taktik atau strategi.
Bologna juga memiliki figur legendaris seperti Marco Di Vaio yang kini menjabat di level eksekutif. Mereka juga melakukan perekrutan cerdas sejak menunjuk Giovanni Sartori sebagai direktur olahraga dari Atalanta tiga tahun lalu. Hasil dari kebijakan ini kini terlihat nyata.
Budaya Kemenangan yang Tertanam Sejak Mihajlovic
Budaya yang kini melekat di Bologna berakar dari warisan Sinisa Mihajlovic, pelatih sebelumnya yang wafat karena leukemia.
Keberaniannya saat menjalani perawatan menjadi inspirasi besar bagi tim. Ketidakhadirannya kala itu memaksa para pemain mengambil tanggung jawab dan memahami arti bermain sepak bola di level tertinggi.
Thiago Motta lalu meneruskan fondasi tersebut dan kini Vincenzo Italiano melanjutkannya dengan sempurna. Hasilnya adalah peningkatan performa yang konsisten dari tahun ke tahun, menjadikan Bologna lebih kompetitif dari sebelumnya.
Kemenangan ini bukan datang secara ajaib. Bologna telah membangun fondasi untuk momen ini sejak lama. Gelar pertama dalam lebih dari setengah abad ini bukanlah keberuntungan, melainkan hasil kerja keras yang pantas dirayakan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Juventus vs Udinese 19 Mei 2025
Liga Italia 16 Mei 2025, 17:59
-
Prediksi AS Roma vs AC Milan 19 Mei 2025
Liga Italia 16 Mei 2025, 17:49
-
Jadwal Serie A Pekan Ini Live di Vidio, 18-19 Mei 2025
Liga Italia 16 Mei 2025, 14:43
-
Theo Hernandez Tawarkan Diri ke Real Madrid, Tapi Ditolak
Liga Italia 16 Mei 2025, 14:02
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR