
Bola.net - Stefano Pioli melontarkan kritik pedas terhadap Video Assistant Referee (VAR) usai Fiorentina kalah 1-2 dari AC Milan, Senin (20/10/2025) dini hari WIB. Sang pelatih menuduh sistem VAR justru mendorong para pemain untuk melakukan simulasi.
Menurutnya, para pemain sekarang sadar bahwa melakukan akting berlebihan bisa memberikan keuntungan. Mereka tahu bahwa tindakan seperti itu pada akhirnya akan diganjar hadiah oleh wasit.
Kekesalan Pioli memuncak pada insiden penalti kontroversial yang menjadi penentu kemenangan Milan. Ia merasa keputusan itu adalah contoh nyata dari dampak buruk penerapan VAR.
Pelatih berkepala plontos itu pun mempertanyakan konsistensi dari protokol VAR. Ia menagih janji bahwa VAR hanya akan intervensi pada kesalahan yang benar-benar fatal.
Sistem yang Menguntungkan Tukang Akting

Stefano Pioli tidak hanya kecewa dengan satu keputusan spesifik. Ia menyoroti tren yang lebih besar di mana para pemain kini cenderung melebih-lebihkan kontak fisik.
Menurutnya, sistem yang ada sekarang seolah memberi lampu hijau bagi para pemain untuk terus berakting. Mereka sadar bahwa menjatuhkan diri, memegang wajah, atau berteriak akan membuahkan hasil.
"Jika kita berperilaku seperti ini, maka kita mendorong pemain untuk terus melakukan simulasi," ujar Pioli kepada DAZN.
"Memegangi wajah dan berteriak, karena mereka tahu itu membuahkan hasil, dan mereka dihargai untuk itu," sambungnya.
Menagih Janji Protokol VAR

Pioli kemudian secara spesifik mempertanyakan dasar intervensi VAR pada insiden penalti timnya. Ia merasa kontak yang terjadi pada Santiago Gimenez sama sekali bukan sebuah kesalahan yang jelas dan nyata.
Baginya, wasit di lapangan, Livio Marinelli, sudah mengambil keputusan yang tepat dengan tidak meniup peluit. Intervensi VAR dalam kasus ini dianggapnya telah melampaui batas kewenangannya.
"Wasit mengatakan kepada kami bahwa VAR hanya akan turun tangan jika ada kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit," tegas Pioli.
"Jadi, coba katakan pada saya apakah itu adalah kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit," tanyanya dengan nada kesal.
Performa Solid yang Ternoda
Kekecewaan Pioli semakin menjadi-jadi karena ia merasa timnya tampil solid. Fiorentina disebutnya tidak pantas mengakhiri pertandingan sebagai pihak yang kalah.
Ia menilai timnya sudah bermain sesuai rencana dan mampu merepotkan Milan yang kini memuncaki klasemen. Namun, semua kerja keras itu seolah sia-sia karena satu keputusan kontroversial.
"Saya tidak merasa bahwa kami pantas berada di pihak yang kalah malam ini," ungkap Pioli.
"Performa kami ada di sana, kami kebobolan gol penyeimbang saat bermain dengan 10 orang karena cedera dan kemudian penalti itu," jelasnya.
Lagi-lagi Bernasib Sial
Insiden penalti tersebut seakan menjadi puncak dari rentetan nasib buruk yang dialami Fiorentina. Pioli juga menyoroti momen ketika gol penyeimbang Leao tercipta.
Saat itu, La Viola terpaksa bermain dengan sepuluh orang karena Ranieri sedang mendapat perawatan akibat hidungnya berdarah. Situasi ini lagi-lagi tidak berpihak pada timnya.
"Saya pikir dia sudah siap untuk kembali masuk, saya tidak tahu apakah mereka menunggu wasit memberi izin," kata Pioli.
"Atau apakah dia masih mengeluarkan darah. Ini hanyalah contoh lain bahwa segalanya tidak berjalan sesuai keinginan kami," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dua Gol Leao Bikin Milan Melesat, Modric Punya Harapan Khusus untuk Sang Bintang
Liga Italia 20 Oktober 2025, 16:52
-
Leao Bersinar, Modric Tersenyum: Hubungan Baru yang Bikin AC Milan Makin Menakutkan
Liga Italia 20 Oktober 2025, 16:19
-
Allegri si 'Tukang Rem' Euforia
Liga Italia 20 Oktober 2025, 10:00
LATEST UPDATE
-
PSG Resmi Datangkan Dro Fernandez dari Barcelona
Liga Eropa Lain 27 Januari 2026, 09:02
-
Prediksi Fiorentina vs Como 28 Januari 2026
Liga Italia 27 Januari 2026, 08:21
-
Mengapa Inter Milan Blokir Transfer Luis Henrique ke Bournemouth?
Liga Italia 27 Januari 2026, 08:19
-
Al Nassr vs Al Taawoun: Gol Cristiano Ronaldo Dianulir, Tuan Rumah Menang Tipis
Asia 27 Januari 2026, 08:16
-
CLBK? Ditolak En-Nesyri, Juventus Putar Balik Kejar Kolo Muani
Liga Italia 27 Januari 2026, 08:11
-
PGMOL Didesak Hukum Arsenal Soal Taktik Bola Mati yang Rugikan Man United
Liga Inggris 26 Januari 2026, 22:45
-
Titik Balik Kekalahan Arsenal dari Man United: Saat Arteta Murka di Awal Petaka
Liga Inggris 26 Januari 2026, 22:44
LATEST EDITORIAL
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
























KOMENTAR