
Bola.net - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, tak menampik gelombang kritik yang menghantam timnya musim ini. Dalam salah satu musim terburuk sepanjang sejarah Premier League bagi Setan Merah, Amorim menyatakan bahwa segala kritik yang dilontarkan publik dan para legenda klub adalah hal yang pantas diterima.
Manchester United kini terpuruk di peringkat ke-15 klasemen sementara, hanya menyisakan tiga laga dengan sudah mencatat 16 kekalahan—terbanyak sepanjang kiprah mereka di era Premier League.
Bahkan, mantan kapten tim Roy Keane menyebut keputusan Amorim untuk “mengorbankan” Premier League demi fokus ke Liga Europa sebagai “memalukan”.
Demi Tujuan Besar

Namun, Amorim tak mencari pembenaran. Ia mengakui bahwa keputusan tersebut memang mengundang kritik, tetapi langkah itu diambil demi satu tujuan: membawa pulang trofi Liga Europa dan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
“Kami berusaha memberikan yang terbaik, tapi saya setuju bahwa kami bisa tampil jauh lebih baik,” ujar Amorim dalam konferensi pers. “Saya tidak bisa menyanggah kritik-kritik yang datang. Kami memang layak dikritik.”
Menurut Amorim, musim ini adalah ujian nyata, bukan hanya bagi kualitas tim, tetapi juga mentalitas semua pihak yang terlibat.
“Kalau kami tidak bisa menerima segala bentuk kritik di musim seperti ini, maka mungkin kami berada di industri yang salah,” tambahnya. “Saya sepenuhnya paham dan sepakat dengan kritik yang ada.”
Demi Kepentingan Klub

Meski pahit, Amorim menegaskan bahwa keputusan untuk memprioritaskan Liga Europa bukan demi menyelamatkan reputasinya pribadi, tetapi murni untuk kebaikan klub.
“Saya tahu standar orang-orang seperti Roy Keane sangat tinggi. Tapi pada akhirnya, saya harus membuat keputusan terbaik untuk klub, bukan untuk saya sendiri. Saat ini, menyimpan tenaga para pemain demi final adalah yang paling masuk akal. Tidak ada lagi yang bisa diselamatkan dari Premier League.”
Laga final Liga Europa kontra Tottenham disebut Amorim sebagai pertandingan besar yang sarat emosi. Ia menyadari bahwa kedua tim sama-sama terluka di liga domestik dan tengah berusaha menutup musim dengan pencapaian membanggakan.
“Pertandingan ini sangat penting, bukan hanya untuk kami, tapi juga untuk Tottenham. Bukan hanya buat saya, tapi juga untuk Ange ,” katanya.
“Kami paham betapa beratnya ini bagi pendukung Bilbao karena mereka ingin final digelar di kota mereka. Tapi bagi seluruh skuad kami, ini kesempatan untuk memberi sesuatu kembali kepada para penggemar yang telah bertahan di musim penuh kekecewaan ini.”
Dengan segalanya dipertaruhkan di satu laga pamungkas, Amorim dan Manchester United tampaknya siap untuk menulis penebusan mereka di pentas Eropa—atau setidaknya mencoba.
Klasemen Premier League
Sumber: Mirror
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Meredam Nestapa dan Melipur Lara di Teater Impian
Liga Inggris 10 Mei 2025, 14:17
-
Anak Wayne Rooney vs Anak Cristiano Ronaldo, Siapa Lebih Jago?
Liga Inggris 10 Mei 2025, 08:51
-
Ruben Amorim Tak Masalah MU Dikritik Legenda: Ya Wajar Sih
Liga Italia 10 Mei 2025, 08:19
LATEST UPDATE
-
Persik vs Persib: Bojan Hodak Pede Bisa Menang, Beckham Putra Tak Gentar
Bola Indonesia 5 Januari 2026, 13:15
-
6 Rekor Valentino Rossi yang Berpotensi Dipatahkan Marc Marquez di MotoGP 2026
Otomotif 5 Januari 2026, 13:10
-
Gonzalo Garcia dan Seni Kesederhanaan
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 13:05
LATEST EDITORIAL
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10



















KOMENTAR