Ruben Amorim Ungkap Masalah AC Milan dan Luka Modric Usai Imbang Lawan Lazio

Ruben Amorim Ungkap Masalah AC Milan dan Luka Modric Usai Imbang Lawan Lazio
Pelatih AC Milan Ruben Amorim memberikan instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Serie A melawan Lazio, Sabtu (12/9/2026). (c) AP Photo/Alessandra Tarantino

Bola.net - Ruben Amorim mengakui AC Milan harus bermain dengan kontrol yang lebih baik agar Luka Modric bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hal itu disampaikan setelah Rossoneri bangkit dari ketertinggalan dua gol dan bermain imbang 2-2 melawan Lazio pada pekan keempat Liga Italia 2026/2027.

Bermain di Stadion Olimpico, Sabtu (12/9/2026), AC Milan tampil buruk pada babak pertama hingga tertinggal 0-2. Mattia Cancellieri dan Tijjani Noslin mencetak gol untuk membawa Lazio berada dalam posisi nyaman sebelum jeda.

Amorim kemudian melakukan tiga pergantian pemain pada awal babak kedua untuk mengubah permainan timnya. Diego Moreira tampil sebagai pembeda dengan mencetak dua gol dalam waktu singkat, sementara Christian Pulisic dan Yunus Musah juga memberikan dampak positif.

Hasil imbang tersebut menjadi yang kedua secara beruntun bagi AC Milan setelah sebelumnya ditahan Juventus 1-1. Amorim tetap menilai timnya harus memperbaiki banyak hal karena permainan seperti pada babak pertama tidak boleh kembali terjadi.

1 dari 4 halaman

Amorim Soroti Performa Buruk AC Milan

Pemain AC Milan Diego Moreira (kanan) merayakan gol dalam pertandingan Serie A melawan Lazio, Sabtu (12/9/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Alessandra Tarantino

Pemain AC Milan Diego Moreira (kanan) merayakan gol dalam pertandingan Serie A melawan Lazio, Sabtu (12/9/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Alessandra Tarantino

Amorim mengakui AC Milan tidak menunjukkan energi yang cukup pada babak pertama. Kesalahan dalam penguasaan bola dan umpan sederhana membuat Lazio lebih mudah memberikan tekanan kepada lini belakang Rossoneri.

Situasi berubah setelah jeda ketika AC Milan tampil dengan energi lebih besar dan mampu mengontrol pertandingan. Amorim pun menilai performa timnya pada dua babak tersebut seperti memperlihatkan dua tim yang berbeda.

"Saya mendengar Gila berbicara setelah pertandingan, jadi saya sangat senang dengan pemahamannya terhadap pertandingan. Energi kami pada babak pertama sejujurnya tidak ada, kami kehilangan begitu banyak penguasaan bola tanpa tekanan, termasuk melalui umpan-umpan sederhana," kata Amorim.

"Mereka terlalu mudah melewati para pemain bertahan kami, tetapi babak kedua justru sebaliknya. Kami memiliki energi, kami mengontrol pertandingan, itu benar-benar tim yang berbeda dan pertandingan yang berbeda," lanjut Amorim.

2 dari 4 halaman

Amorim Bicara soal Peran Luka Modric

Gelandang AC Milan, Luka Modric. (c) dok.ACMilan

Gelandang AC Milan, Luka Modric. (c) dok.ACMilan

Modric menjalani pertandingan yang tidak mudah sebelum akhirnya ditarik keluar oleh Amorim. Gelandang asal Kroasia itu melakukan sejumlah kesalahan yang tidak biasa ketika AC Milan kesulitan mengendalikan tempo pertandingan.

Amorim menilai Modric membutuhkan permainan dengan penguasaan bola yang lebih terjaga. Perubahan dengan memasukkan Musah juga dilakukan karena AC Milan membutuhkan tambahan kecepatan di lini tengah dan ruang yang lebih baik di antara lini.

"Kami harus benar-benar bagus dengan bola agar bisa merasa nyaman dalam pertandingan. Jika kami terus mengubah arah permainan sepanjang pertandingan, maka itu bukan permainan untuk Luka," ungkap Amorim.

"Kami mengubah cara bermain pada babak kedua dengan Musah karena kami memahami bahwa kami membutuhkan sedikit lebih banyak kecepatan di lini tengah. Selain itu, Luka berada terlalu dekat dengan bek tengah, sehingga ada empat pemain untuk memulai satu serangan dan ruang di antara lini menjadi lebih sedikit," jelas Amorim.

3 dari 4 halaman

Amorim Jelaskan Posisi Diego Moreira

Pemain AC Milan Diego Moreira merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Serie A melawan Lazio, Sabtu (12/9/2026). (c) AP Photo/Alessandra Tarantino

Pemain AC Milan Diego Moreira merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Serie A melawan Lazio, Sabtu (12/9/2026). (c) AP Photo/Alessandra Tarantino

Moreira sebelumnya tampil di sisi kanan ketika AC Milan menghadapi Juventus. Namun, pemain tersebut terlihat lebih nyaman ketika dimainkan di sisi kiri saat melawan Lazio.

Amorim menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan ruang yang tersedia serta karakter kaki kiri Moreira. Kecepatan sang pemain juga menjadi pertimbangan utama dalam perubahan posisi tersebut.

"Diego Moreira bermain di kanan dalam debutnya yang mengecewakan melawan Juventus, tetapi malam ini dia terlihat jauh lebih nyaman di kiri. Itu tergantung, hari ini ruangnya berada di luar dan karena dia berkaki kiri, dia sedikit membuka lapangan," kata Amorim.

"Dia cepat dan umpannya lebih mengarah ke luar, sedangkan Chukwueze memiliki jenis umpan silang yang berbeda, melengkung ke dalam. Terkadang itu lebih baik, terutama di Italia ketika ada lini pertahanan yang bagus, tetapi hari ini saya tidak memikirkan kaki yang digunakan untuk umpan silang, saya memikirkan kecepatan dan memiliki satu pemain sayap tambahan di sana," pungkas Amorim.

Sumber: Football Italia

4 dari 4 halaman

Klasemen Serie A


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL