Sukses Double Winner, Apa Rencana Inter Milan Selanjutnya?

Sukses Double Winner, Apa Rencana Inter Milan Selanjutnya?
Cristian Chivu berpose dengan trofi juara usai Inter Milan menjadi kampiun Coppa Italia 2025/2026. (c) AP Photo/Andrew Medichini

Bola.net - Inter Milan menutup musim dengan sempurna setelah memastikan gelar Serie A dan Coppa Italia jatuh ke tangan mereka. Skuad asuhan Cristian Chivu tampil konsisten sepanjang musim, meski laga terakhir kontra Bologna di Stadio Dall’Ara berakhir dramatis dengan skor 3-3.

Pertandingan itu berjalan ketat hingga menit akhir. Di balik hasil imbang tersebut, Inter justru mendapat kabar kurang menyenangkan setelah Stefan de Vrij mengalami masalah pada paha bagian atas dan terlihat tertatih meninggalkan lapangan.

Situasi itu langsung menjadi perhatian Chivu. Sang pelatih juga mulai berbicara soal rencana transfer klub sekaligus target Inter untuk tetap kompetitif musim depan.

1 dari 3 halaman

Rencana Transfer Nerazzurri

Selebrasi skuad Inter Milan usai menjuarai Coppa Italia 2025/2026. (c) AP Photo/Andrew Medichini

Selebrasi skuad Inter Milan usai menjuarai Coppa Italia 2025/2026. (c) AP Photo/Andrew Medichini

Manajemen Inter mulai menyusun langkah untuk memperkuat skuad demi menjaga konsistensi performa musim depan. Chivu merasa timnya sudah punya fondasi kuat, tetapi tetap membutuhkan tambahan pemain agar level persaingan tetap terjaga.

Beberapa nama seperti Josep Martinez dan Andy Diouf diproyeksikan masuk lebih dalam ke skuad utama. Kehadiran mereka dinilai bisa menambah kualitas sekaligus energi baru di ruang ganti.

"Ini adalah tim dengan banyak jaminan, jadi alih-alih kehilangan hal itu, apa yang ingin kami lakukan adalah menambahkan sedikit lagi di atasnya," kata Chivu.

"Josep Martinez dan Diouf bisa menjadi bagian dari skuad ini, untuk mengembangkan kualitas dan ambisi. Musim lalu kami mengikuti Piala Dunia Antarklub untuk memenuhi kewajiban kami, tetapi sembilan bulan kemudian kami memiliki dua trofi dan membutuhkan liburan yang menyenangkan," lanjutnya.

Meski puas dengan pencapaian tim, Chivu menegaskan bahwa evaluasi tetap berjalan. Inter ingin memastikan momentum juara ini tidak berhenti hanya dalam satu musim.

2 dari 3 halaman

Istirahat Musim Panas

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, berpose dengan trofi Coppa Italia dan Serie A, Minggu (17/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Luca Bruno

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, berpose dengan trofi Coppa Italia dan Serie A, Minggu (17/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Luca Bruno

Setelah musim panjang yang melelahkan, Chivu memilih mengambil jeda sejenak dari rutinitas sepak bola. Fokus utamanya musim panas ini bukan taktik atau transfer, melainkan keluarga.

Ia mengaku hampir tidak punya waktu luang sejak menangani Parma hingga Inter dalam satu tahun tiga bulan terakhir. Karena itu, liburan kali ini ingin benar-benar dimanfaatkan untuk beristirahat. Bahkan untuk bemain ponsel sekalipun.

"Untuk keluarga saya, karena mereka layak mendapatkan satu bulan dari waktu saya," aku Chivu saat ditanya mengenai tim yang akan didukungnya selama Piala Dunia.

"Ini merupakan waktu yang sangat sibuk antara Parma dan Inter selama satu tahun tiga bulan terakhir, tanpa memiliki waktu bersama keluarga, sehingga mereka menjadi prioritas musim panas ini. Saya akan memaksa diri saya untuk berhenti bekerja, setelah menghabiskan begitu banyak energi demi mencapai target kami. Saya juga akan mencoba, jika memungkinkan, untuk tidak selalu menggunakan telepon," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Drama Enam Gol dan Kecemasan Cedera Stefan de Vrij

Laga terakhir melawan Bologna menyuguhkan drama penuh gol. Inter sempat unggul lewat tendangan bebas Federico Dimarco, tetapi Bologna kemudian membalikkan keadaan hingga skor berubah menjadi 3-1, termasuk lewat gol bunuh diri Piotr Zielinski.

Inter akhirnya terhindar dari kekalahan berkat gol Francesco Pio Esposito dan Andy Diouf di menit-menit akhir. Namun, hasil itu tetap dibayangi cedera Stefan de Vrij yang memicu kekhawatiran menjelang agenda internasional musim panas nanti.

"Kami harus selalu menghormati jersei ini, dan para pemain hari ini kembali memberikan kemampuan terbaik mereka, menempatkan diri untuk kepentingan tim. Para pemain pengganti juga menunjukkan kualitas mereka, jadi saya senang untuk Cocchi, Topalovic, dan Diouf, bersama dengan Pio yang mencetak gol ke-10 musim ini. Mereka semua adalah pemain bagus yang layak bermain untuk Inter, kami memberi mereka kesempatan untuk merasakan sepak bola Serie A dan membantu mereka berkembang. Ini bukan liga yang mudah untuk dimainkan," cetus Chivu kepada DAZN Italia.

"Kami berharap ini bukan sesuatu yang terlalu serius dan dia bisa pulih tepat waktu untuk Piala Dunia, karena dia layak bermain di turnamen tersebut," pungkas Chivu.

Hasil imbang itu juga menambah catatan unik Inter musim ini. Nerazzurri kembali menutup musim juara Serie A dengan total 89 gol, angka yang sama seperti dua musim Scudetto mereka sebelumnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL