
Bola.net - Radja Nainggolan buka-bukaan soal apa yang terjadi dalam kisruh antara Inter Milan dan sang penyerang, Mauro Icardi. Ternyata, Wanda Nara yang merupakan istri sekaligus agen Icardi adalah biang keladinya.
Nainggolan masih berstatus sebagai pemain Inter Milan sampai beberapa waktu lalu. Ia masuk dalam daftar jual Nerazzurri dan kini sedang memperkuat klub yang membesarkan namanya, Cagliari.
Selain dirinya, Icardi pun masuk dalam daftar pemain yang harus dilepas oleh Inter Milan. Namun, menjelang penutupan bursa transfer yang tinggal menghitung hari, penyerang asal Argentina tersebut masih berada di San Siro.
Dari sejumlah rumor, diketahui bahwa Icardi sudah mendapatkan banyak tawaran dari klub lain. Namun ia bersikeras untuk bertahan kecuali rival bebuyutan Nerazzurri, Juventus, datang dan memintanya bergabung.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kejadian di Balik Layar
Melihat situasi yang terjadi dalam beberapa bulan belakangan, awal mula kisruh antara Icardi dan Inter Milan nampaknya dimulai saat ban kapten dicabut secara paksa darinya pada Februari lalu. Seperti yang diketahui, Icardi sempat ramai menjadi perbincangan karena itu.
Namun publik tak pernah disuguhkan dengan apa yang sebenarnya terjadi dari balik layar. Akhirnya, fakta terungkap saat Nainggolan bertemu dengan Corriere dello Sport beberapa waktu lalu.
"Dia [Icardi] bukan anak yang nakal, tapi seseorang di ruang ganti belum memaafkan istrinya, Wanda, untuk komentar yang telah ia buat. Soal apakah saya sudah melihatnya, saya bahkan tidak mendengar dirinya. Saya tidak menyaksikan acara sepak bola," ujar Nainggolan.
Pembuktian Nainggolan
Sementara itu, Nainggolan pun sempat mengalami kisruh dengan Inter Milan akibat sikap indisiplinernya beberapa bulan lalu. Namun itu tidak berlangsung lama dan gelandang asal Belgia tersebut langsung kembali menjadi tumpuan utama.
Nasibnya benar-benar berubah saat manajemen memutuskan untuk membawa Antonio Conte masuk menggantikan Luciano Spalletti di kursi kepelatihan. Dari kabar, Conte tidak merasa cocok dengannya sehingga manajemen pun harus melepasnya.
"Tentu saja saya ingin balas dendam," tambahnya. "Saya ingin membuktikan bahwa mereka salah, tidak hanya dalam laga ini tapi di sepanjang musim. Saya ingin membuat Conte mengubah pikirannya," sambungnya lagi.
"Saya memulai tur dengan mereka dan memberikan segalanya, tapi itu tak cukup. Oriali berbicara dengan saya lebih dulu lalu ke Conte, yang menjelaskan kepada saya bahwa [membiarkan saya pergi] bukanlah keputusan yang berhubungan dengan sepak bola," tandasnya.
Sebagai informasi, Nainggolan kemungkinan besar akan tampil saat Cagliari bertemu dengan Inter Milan dalam laga pekan kedua Serie A hari Senin (1/9/2019) mendatang. Pertandingan itu sendiri berlangsung di markas Cagliari, Sardegna Arena.
(Football Italia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Data dan Fakta Serie A: Cagliari vs Inter Milan
Liga Italia 31 Agustus 2019, 16:02
-
Prediksi Cagliari vs Inter Milan Senin 2 September 2019
Liga Italia 31 Agustus 2019, 16:01
-
Data dan Fakta Serie A: Lazio vs AS Roma
Liga Italia 31 Agustus 2019, 15:32
-
Prediksi Lazio vs AS Roma 1 September 2019
Liga Italia 31 Agustus 2019, 15:31
-
Lukaku: Waktunya Alexis Sanchez Buktikan Diri
Liga Italia 31 Agustus 2019, 15:30
LATEST UPDATE
-
Musuh Besar Timnas Inggris di Piala Dunia: Awas Mata-Mata!
Piala Dunia 24 Mei 2026, 07:49
-
Akhirnya Thomas Tuchel Buka Suara Soal Cole Palmer
Piala Dunia 24 Mei 2026, 07:38
-
Cari Pengganti Lewandowski, Barcelona Lirik Harry Kane!
Liga Spanyol 24 Mei 2026, 07:27
-
Apa Rasanya Juara Bareng Persib Bandung, Eliano Reijnders?
Bola Indonesia 24 Mei 2026, 05:58
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25


















KOMENTAR