
Bola.net - Hubungan antara Alexandre Pato dan Carlo Ancelotti di AC Milan ternyata jauh lebih dalam dari yang terlihat di lapangan. Pato sendiri mengaku, kedekatan itu sudah terasa sejak awal ia datang sebagai remaja yang belum banyak pengalaman.
Cerita tersebut ia ungkapkan dalam wawancara bersama CBS Sports Golazo. Dalam kesempatan itu, Pato berbicara cukup terbuka soal perjalanan kariernya, termasuk masa-masa awal yang menurutnya penuh tekanan sekaligus berkesan.
Ia bergabung dengan Milan pada 2007. Tidak butuh waktu lama, namanya langsung melejit. Pato meraih penghargaan Golden Boy pada 2009, lalu ikut membawa tim menjuarai Serie A musim 2010 sampai 2011. Di periode itu, ia juga sempat menjadi salah satu sumber gol utama tim.
Meski begitu, situasinya tidak selalu mudah. Datang ke klub sebesar Milan berarti harus siap bersaing dan beradaptasi cepat. Apalagi ruang ganti saat itu dipenuhi pemain kelas dunia.
Ruang Ganti Bertabur Bintang
Momen pertama masuk ke ruang ganti menjadi pengalaman yang sulit ia lupakan. Alexandre Pato datang sendirian, tanpa banyak arahan, lalu langsung berhadapan dengan nama-nama besar.
Ia mengaku sempat terdiam. Di depannya ada Kaka, Clarence Seedorf, Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso, Paolo Maldini, hingga Ronaldo Nazario.
"Ketika saya datang ke Milan, saya masuk ke dalam ruang ganti sendirian, lalu saya melihat foto serta nama-nama di sana dan saya bilang wow," kata Pato.
"Di depan saya ada Kaka, Seedorf, Pirlo, lalu ada Gattuso, Maldini, dan juga Ronaldo, jadi saya harus bersikap tenang karena itu semua sungguh luar biasa," tambahnya.
Ia sadar betul, berada di lingkungan seperti itu bukan hal biasa. Rasa kagum bercampur tegang muncul di saat yang sama. Ia hanya berusaha tetap tenang, meski situasinya jelas tidak sederhana untuk pemain seusianya saat itu.
Kedekatan Layaknya Ayah dan Anak
Di tengah tekanan tersebut, peran Carlo Ancelotti terasa sangat penting. Bagi Pato, Ancelotti bukan sekadar pelatih yang memberi instruksi di pinggir lapangan.
Ia merasa mendapat kepercayaan penuh. Hal kecil seperti cara berbicara dan pendekatan personal ternyata cukup membantu proses adaptasinya di Italia.
Hubungan itu bahkan berlanjut hingga di luar sepak bola. Pato sempat bercerita, Ancelotti memberi nama anjing peliharaannya dengan nama dirinya. Hal yang mungkin terdengar sederhana, tapi cukup menggambarkan kedekatan mereka.
"Dia memberi saya rasa percaya diri yang tinggi, dan nama anjingnya adalah Pato karena kami memang sedekat itu," ujar Pato.
Ia menegaskan bahwa sosok Ancelotti baginya lebih dari pelatih. "Saya merasa Ancelotti itu lebih dari sekadar pelatih biasa, dia adalah teman sekaligus figur seorang ayah," akunya.
Sambutan Hangat di Milanello
Cerita lain yang masih ia ingat adalah saat pertama kali tiba di Milanello. Saat itu, Alexandre Pato masih berusia 17 tahun. Usia yang masih sangat muda untuk masuk ke lingkungan sekompetitif itu.
Di momen tersebut, Carlo Ancelotti menyambutnya langsung. Ia bahkan menggandeng Pato masuk ke area latihan, lalu memperkenalkannya satu per satu kepada pemain lain.
"Dia memanggil setiap pemain dan berkata ini Pato, lalu mereka menyapa dan mendoakan semoga berhasil karena mereka ada untuk saya," ucapnya.
Bagi Pato, perlakuan seperti itu meninggalkan kesan yang cukup dalam. Ia merasa diterima sejak hari pertama, sesuatu yang tidak selalu didapat pemain muda di klub besar.
"Itulah alasan utama mengapa saya berpikir Ancelotti itu lebih dari seorang pelatih, dia adalah sosok pria sejati dan pelatih terbaik yang pernah ada," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Puasa Gol Christian Pulisic Kian Panjang di Tahun 2026
Liga Italia 7 April 2026, 23:32
-
Scudetto? Napoli Tetap Realistis
Liga Italia 7 April 2026, 17:00
-
AC Milan Kalah, Kenapa Leao dan Pulisic Tidak Jadi Starter?
Liga Italia 7 April 2026, 09:15
LATEST UPDATE
-
Jadwal MotoGP Aragon 2026 Hari Ini, Minggu 30 Agustus: Live Streaming di Vidio
Otomotif 30 Agustus 2026, 08:39
-
Prediksi Barcelona vs Rayo Vallecano, 1 September 2026
Liga Spanyol 30 Agustus 2026, 08:00
-
Prediksi Aston Villa vs Arsenal, 1 September 2026
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 07:00
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 29 Agustus - 1 September 2026
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 06:37
-
Daftar Pemain PSIM Yogyakarta 2026/2027: Ze Valente Bertahan, Lini Depan Diperkuat
Bola Indonesia 30 Agustus 2026, 06:19
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 30 Agustus 2026, 05:44
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 30 Agustus 2026, 05:42
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 05:40
-
MU Kalah di Laga Perdana, Michael Carrick Tak Terima Timnya Disebut Kurang Gairah
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 05:38
-
Liverpool-nya Andoni Iraola: Penguasaan Bola hingga 70 Persen, tapi Gagal Menang!
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 05:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51























KOMENTAR