Bola.net - - Thomas Muller tak percaya bahwa Carlo Ancelotti layak dijadikan kambing hitam usai pria Italia dipecat Bayen Munchen akhir bulan September.
Bayern memutuskan berpisah dengan Ancelotti bulan lalu setelah tim menelan kekalahan 0-3 dari PSG di Liga Champions.
Sebelumnya ada rumor yang mengatakan bahwa pemecatannya terjadi karena beberapa pemain kunci di ruang ganti tak senang dengan metodenya dan sudah mengungkapkan kekhawatiran mereka pada manajemen klub.
Namun Muller tak percaya bahwa penurunan yang dialami oleh Bayern adalah sepenuhnya salah Ancelotti.
Carlo Ancelotti
"Sebagian besar dari apa yang kami alami disebabkan oleh tim yang berdiri di atas lapangan dan tidak bermain seperti yang diharapkan. Kami harus realistis dan tidak menjadikan Carlo Ancelotti sebagai kambing hitam," tutur Muller di Goal International.
Bayern menunjuk Jupp Heynckes sebagai pelatih baru, namun Muller meminta fans untuk tak mengharap dampak instan.
"Kami harus hati-hati soal menentukan target, yang bisa membuat kami kembali kesulitan," lanjutnya.
"Kami takkan tiba-tiba memainkan sepakbola dari galaksi lain. Akan ada waktu di mana orang-orang bakal mengkritik kami."
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bos Bayern Sebut Real Madrid Klub Panutan di Eropa
Liga Eropa Lain 12 Oktober 2017, 14:55
-
Eks Inter Adriano Umumkan Akan Main Sepakbola Lagi
Liga Italia 12 Oktober 2017, 12:00
-
Muller: Ancelotti Tak Boleh Dijadikan Kambing Hitam
Liga Eropa Lain 12 Oktober 2017, 08:30
-
Aubameyang Akui Dortmund Sepakat Melepasnya
Liga Eropa Lain 11 Oktober 2017, 21:34
-
Heynckes Inginkan Emre Can di Allianz Arena
Liga Inggris 11 Oktober 2017, 15:15
LATEST UPDATE
-
Bek Tengah Terbaik Versi Jose Mourinho, Ada 2 Nama Ini!
Liga Champions 26 Mei 2026, 14:41
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00





















KOMENTAR