
Bola.net - Juara Dunia ONE Flyweight, Adriano Moraes punya kisah masa kecil yang pilu. Lahir di Brasil pada April 1988, ia ditelantarkan ibu kandungnya di jalanan dan sampai sekarang tak tahu siapa wanita yang telah melahirkannya.
Untungnya, ia diselamatkan dari jalanan dan diantar ke sebuah panti asuhan. Ketika berusia tiga tahun, ia diadopsi oleh Mirtes Moraes, seorang perempuan yang kini ia panggil ibu.
“Ibu berarti segalanya bagi saya. Ia adalah idola, saya melakukan segalanya baginya, dan saya akan terus melakukan yang terbaik bagi beliau karena ini adalah cinta," ujar Adriano Moraes, dalam rilis yang diterima Bola.net, Minggu (31/7/2022).
Ketika menginjak remaja, sang ibu mendaftarkannya untuk mengikuti olahraga capoeira, judo, dan renang. Tapi, Adriano Moraes seperti tak bisa lepas dari jalanan dan banyak menghabiskan waktunya di jalanan hingga terlibat dalam pergaulan gangster dan perkelahian.
Namun, semua pengalaman itu membawanya pada tempat yang memberinya arah dalam hidup. Ironisnya, hal itu diawali saat ia kalah dalam perkelahian di jalanan.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Awal Mula Berlatih BJJ
Kekalahan di jalanan itu membuatnya memutuskan untuk berlatih Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ). Adriano Moraes pun meninggalkan kehidupan jalanan untuk latihan di Constrictor Team, sebuah sasana ternama dibawah bimbingan Erick Medeiros dan Ataide Junior.
Dari situ, ia mendedikasikan diri ke dalam disiplin olahraga ini dan meraih berbagai gelar BJJ. Puncaknya, ia menjuarai NAGA No-Gi Pro Division pada 2014, sebuah turnamen bergengsi di Amerika Latin.
Satu tahun kemudian, Adriano Moraes menerima sabuk hitam yang menandai tingkatan tertinggi dalam olahraga ini. Setelah itu, ia melanjutkan jejak langkah beberapa rekan setimnya dan mencoba arena MMA.
Debut di MMA
Adriano Moraes menjalani debut profesionalnya di MMA pada 2011. Dalam tiga tahun, ia berhasil memenangkan 12 dari 13 laga serta merebut gelar juara di Brasil.
Puncak kariernya pun diraih dengan mengalahkan Geje Eustaquio pada September 2014. Kemenangan itu membuatnya merebut gelar Juara Dunia ONE Flyweight untuk pertama kalinya.
“Seni bela diri mengubah kehidupan saya menjadi lebih baik. Hal itu mengubah pemikiran saya, mengubah segalanya dalam hidup saya, dan menjadi sangat penting," ucap Adriano Moraes.
"Inilah usaha saya, inilah gaya hidup saya, inilah pekerjaan saya, dan seni bela diri adalah segalanya bagi saya. Saya mencintai apa yang saya lakukan," katanya menambahkan.
Setelah berhasil mempertahankan gelarnya, Adriano Moraes pun harus kehilangan sabuknya dari Kairat Akhmetov. Saat itu, petarung berjuluk Mikinho ini sempat terpuruk dan merasa mimpinya berakhir.
Pindah dari Brasil dan Bangkit
Pada awal 2016, ia pindah dari Brasil ke Florida demi berlatih di American Top Team. Dengan suasana baru, ia mampu bangkit.
Kebangkitannya ditandai dengan kemenangan atas Eugene Toquero. Setelah itu, ia berhasil menang submission atas Tilek Batyrov via rear-naked choke dan merebut gelar Juara Dunia Interim ONE Flyweight.
Adriano Moraes dan Kairat Akhmetov pun kembali bertemu pada Agustus 2017 di ajang ONE: KINGS & CONQUERORS. Ketika itu, ia menampilkan pertahanan take down yang solid, grappling luar biasa, serta teknik striking kelas dunia yang lebih tajam dan bervariasi.
Mikinho pun berhasil merebut kembali gelar Juara Dunia ONE Flyweight. Ia juga sukses memutus rekor 23 pertandingan tak terkalahkan milik sang lawan.
“Kisah hidup saya akan memperlihatkan dan mengajarkan tiap remaja bahwa saat mereka tak tahu apa yang harus mereka lakukan ketika impian mereka hilang, Tuhan memiliki jalan bagi kalian. Tuhan memiliki sebuah kesempatan lainnya," imbuh Adriano Moraes.
Juara Dunia Flyweight Paling Dominan di ONE Championship
Sejak saat itu, Adriano Moraes selalu berhasil mempertahankan gelarnya. Ia juga menjadi salah satu juara paling dominan di ONE Championship.
Pada tahun lalu, Mikinho berhasil mencetak sejarah dengan menjadi petarung pertama yang menang Knock Out (KO) atas Demetrious Johnson, salah satu petarung MMA terbaik sepanjang masa. Ia juga sukses mempertahankan sabuknya dari Yuya Wakamatsu.
Pada 27 Agustus 2022, Adriano Moraes akan menghadapi tantangan kedua dari Demetrious Johnson dalam laga puncak ONE Fight Night 1. Ajang ini bakal disiarkan pada waktu prime time Amerika Utara dan Kanada dari Singapore Indoor Stadium.
(Fitri Apriani/Bola.net)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Belgia: Charles De Ketelaere
Piala Dunia 7 Juli 2026, 09:26
-
Sudah Waktunya Pensiun dari Timnas Portugal, Wahai Cristiano Ronaldo?
Piala Dunia 7 Juli 2026, 07:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 04:14
-
Man of the Match Portugal vs Spanyol: Rodri
Piala Dunia 7 Juli 2026, 04:13
-
Meksiko Kalah, tapi Masa Depannya Menjanjikan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 01:58
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR