Bola.net - Tidak gampang bagi Polygon Sweet Nice untuk mengembalikan kebugaran pebalapnya pasca mengikuti Tour of Borneo. Sehari menjelang kejuaraan balap sepeda Jelajah Malaysia, 8-13 Mei pasukan Polygon Sweet Nice membutuhkan masa recovery yang tidak singkat.
Kelima pebalap Polygon Sweet Nice membutuhkan masa istirahat yang cukup panjang. Masalahnya mereka baru saja melakoni balapan yang cukup berat di Malaysia Timur, 27 April-1 Mei silam.
Seperti yang disampaikan manajer tim, Harijanto Tjondrokusumo, Minggu (6/5/2012) recovery yang dibutuhkan memang tidak sedikit. “Itu normal bagi pebalap muda. Berdasarkan penelitian sport science, memang pebalap muda butuh waktu yang tidak singkat untuk memulihkan kondisinya,” sebut Harijanto saat dihubungi Minggu malam.
Lima dari enam pebalap yang dibawa mengikuti Jelajah Malaysia adalah, Dani Lesmana, Bambang Suryadi, Agung Riyanto, Dealton Nur Prayogo, dan Christopher Antonius merupakan pebalap muda. Sedangkan satu pebalap senior yang disertakan dalam balapan ini adalah Hari Fitrianto sekaligus team leader.
Sejak 3 Mei silam, keenam pebalap sudah menjejakkan kakinya di Kuala Lumpur dan langsung menggelar latihan hingga dua hari lalu. Sedangkan Minggu (6/5/2012) Harijanto memberi waktu libur kepada keenam pebalapnya. Selain memberi penyegaran, liburan kemarin juga diharapkan bisa menghilangkan rasa bosan setelah lima hari mengikuti Tour of Borneo.
“Senin besok (7/5/2012) ini mereka berlatih agak serius. Bila selama dua hari di Semenanjung (sebutan untuk wilayah Malaysia Barat), hanya berlatih conditioning untuk mengembalikan kebugaran pebalap. Tetapi hari ini latihan lebih mengarah kepada speed and power,” lanjutnya.
Disinggung latihan khusus menjelang balapan Jelajah Malaysia, Harijanto mengaku tidak ada porsi khusus. “Tidak ada. Latihan balap sepeda, selama ini tidak ada spesifikasi khusus terhadap sebuah balapan,” tegasnya. Termasuk jelang balapan Jelajah Malaysia ini, pihaknya tidak menekankan latihan khusus kepada Hari Fitrianto dkk. Meskipun pada balapan Jelajah Malaysia ini rute yang dilalui cukup panjang.
“Kalau ditanya, mana yang lebih berat, saya bilang sama. Borneo berat karena rutenya rolling, sedangkan di Jelajah Malaysia, rata-rata rutenya panjang. Itu yang membedakan,” tutupnya. (psn/kny)
Kelima pebalap Polygon Sweet Nice membutuhkan masa istirahat yang cukup panjang. Masalahnya mereka baru saja melakoni balapan yang cukup berat di Malaysia Timur, 27 April-1 Mei silam.
Seperti yang disampaikan manajer tim, Harijanto Tjondrokusumo, Minggu (6/5/2012) recovery yang dibutuhkan memang tidak sedikit. “Itu normal bagi pebalap muda. Berdasarkan penelitian sport science, memang pebalap muda butuh waktu yang tidak singkat untuk memulihkan kondisinya,” sebut Harijanto saat dihubungi Minggu malam.
Lima dari enam pebalap yang dibawa mengikuti Jelajah Malaysia adalah, Dani Lesmana, Bambang Suryadi, Agung Riyanto, Dealton Nur Prayogo, dan Christopher Antonius merupakan pebalap muda. Sedangkan satu pebalap senior yang disertakan dalam balapan ini adalah Hari Fitrianto sekaligus team leader.
Sejak 3 Mei silam, keenam pebalap sudah menjejakkan kakinya di Kuala Lumpur dan langsung menggelar latihan hingga dua hari lalu. Sedangkan Minggu (6/5/2012) Harijanto memberi waktu libur kepada keenam pebalapnya. Selain memberi penyegaran, liburan kemarin juga diharapkan bisa menghilangkan rasa bosan setelah lima hari mengikuti Tour of Borneo.
“Senin besok (7/5/2012) ini mereka berlatih agak serius. Bila selama dua hari di Semenanjung (sebutan untuk wilayah Malaysia Barat), hanya berlatih conditioning untuk mengembalikan kebugaran pebalap. Tetapi hari ini latihan lebih mengarah kepada speed and power,” lanjutnya.
Disinggung latihan khusus menjelang balapan Jelajah Malaysia, Harijanto mengaku tidak ada porsi khusus. “Tidak ada. Latihan balap sepeda, selama ini tidak ada spesifikasi khusus terhadap sebuah balapan,” tegasnya. Termasuk jelang balapan Jelajah Malaysia ini, pihaknya tidak menekankan latihan khusus kepada Hari Fitrianto dkk. Meskipun pada balapan Jelajah Malaysia ini rute yang dilalui cukup panjang.
“Kalau ditanya, mana yang lebih berat, saya bilang sama. Borneo berat karena rutenya rolling, sedangkan di Jelajah Malaysia, rata-rata rutenya panjang. Itu yang membedakan,” tutupnya. (psn/kny)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Tampilan Man of the Match Diubah untuk 8 Pemain Muslim
Piala Dunia 21 Juni 2026, 21:48
-
Jude Bellingham Bersinar, Debat Nomor 10 Inggris Mereda
Piala Dunia 21 Juni 2026, 20:49
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Kolombia vs RD Kongo 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:23
-
Laga Ke-1000 Piala Dunia dan Kemenangan Telak Jepang
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:18
-
Piala Dunia 2026: Tiga Tim Tersingkir Lebih Cepat Akibat Aturan Baru FIFA
Piala Dunia 21 Juni 2026, 19:11
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Panama vs Kroasia 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 18:54
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs Ghana 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 18:28
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Portugal vs Uzbekistan 24 Juni 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 17:56
-
Selandia Baru dan Mesir Berburu Kemenangan Perdana
Piala Dunia 21 Juni 2026, 17:24
-
Uruguay Berusaha Bangkit, Cape Verde Ingin Melanjutkan Kejutan
Piala Dunia 21 Juni 2026, 16:57
-
Diincar Real Madrid dan Tottenham, Hati Mateus Fernandes Hanya untuk MU
Liga Inggris 21 Juni 2026, 16:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28






















KOMENTAR