
Bola.net - Hasil Tour de Brunei 2012 yang diikuti Polygon Sweet Nice memang tak sebagus tahun lalu. Di mana secara tim maupun individu, Tour de Brunei 2011 sedikit lebih baik.
Tetapi manajemen Polygon Sweet Nice mengakui tahun ini materi yang disertakan tak sebagus tahun lalu. Direktur Eksekutif Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo, malah memuji anak didiknya yang mayoritas diikuti pebalap muda.
”Wajar hasil yang kami petik tahun ini tak sebaik tahun lalu. Setidaknya tahun ini kami memberi pelajaran penting bagi pebalap muda,” kata Harijanto, Minggu (30/9). Ia menambahkan, lawan yang dihadapi tahun ini juga lebih kompetitif dibanding tahun sebelumnya.
Sepanjang lima etape yang dilombakan pada Tour de Brunei, anak didiknya menunjukkan kemampuan terbaik pada tiga etape terakhir. Dua pebalap muda seperti Dealton Prayogo dan Agung Riyanto mampu unjuk gigi.
Dealton pada etape ketiga dan keempat berhasil finis di urutan ke 12 dan 14. Sedangkan Agung mampu finis di urutan ke 11 pada etape terakhir, atau dua strip di belakang rekannya, Bambang Suryadi.
Dari hasil itu, Harijanto mengaku puas dengan pencapaian pebalap mudanya. ”Saya kira mereka mendapat pengalaman yang cukup bagus, dan nantinya tinggal kita poles untuk proses pematangan,” ungkapnya.
Pada etape terakhir Tour de Brunei, Mohd Hariff Saleh (Terengganu) berhasil menjadi yang tercepat dengan finis pada catatan waktu, 2 jam, 35 menit dan 49 detik. Sementara Bambang dan Agung berada di urutan ke 9 dan 11 dengan waktu sama.
Hasil itu tidak mengubah klasemen akhir, di mana Hossein Askari (Tabriz Petrochemical) menjadi juara dengan total waktu 14.15’50”. Sementara Bambang tetap di urutan ke-25 dengan total waktu 14.16’41” di klasemen umum.
Sementara untuk kategori tim, Tabriz Petrochemical menjadi juara dengan total waktu 42.49’16". Sementara Polygon Sweet Nice berada di urutan ke-16 dengan total waktu 43.00’15”. (psn/kny)
Tetapi manajemen Polygon Sweet Nice mengakui tahun ini materi yang disertakan tak sebagus tahun lalu. Direktur Eksekutif Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo, malah memuji anak didiknya yang mayoritas diikuti pebalap muda.
”Wajar hasil yang kami petik tahun ini tak sebaik tahun lalu. Setidaknya tahun ini kami memberi pelajaran penting bagi pebalap muda,” kata Harijanto, Minggu (30/9). Ia menambahkan, lawan yang dihadapi tahun ini juga lebih kompetitif dibanding tahun sebelumnya.
Sepanjang lima etape yang dilombakan pada Tour de Brunei, anak didiknya menunjukkan kemampuan terbaik pada tiga etape terakhir. Dua pebalap muda seperti Dealton Prayogo dan Agung Riyanto mampu unjuk gigi.
Dealton pada etape ketiga dan keempat berhasil finis di urutan ke 12 dan 14. Sedangkan Agung mampu finis di urutan ke 11 pada etape terakhir, atau dua strip di belakang rekannya, Bambang Suryadi.
Dari hasil itu, Harijanto mengaku puas dengan pencapaian pebalap mudanya. ”Saya kira mereka mendapat pengalaman yang cukup bagus, dan nantinya tinggal kita poles untuk proses pematangan,” ungkapnya.
Pada etape terakhir Tour de Brunei, Mohd Hariff Saleh (Terengganu) berhasil menjadi yang tercepat dengan finis pada catatan waktu, 2 jam, 35 menit dan 49 detik. Sementara Bambang dan Agung berada di urutan ke 9 dan 11 dengan waktu sama.
Hasil itu tidak mengubah klasemen akhir, di mana Hossein Askari (Tabriz Petrochemical) menjadi juara dengan total waktu 14.15’50”. Sementara Bambang tetap di urutan ke-25 dengan total waktu 14.16’41” di klasemen umum.
Sementara untuk kategori tim, Tabriz Petrochemical menjadi juara dengan total waktu 42.49’16". Sementara Polygon Sweet Nice berada di urutan ke-16 dengan total waktu 43.00’15”. (psn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manajemen Polygon Sweet Nice Puji Dua Pebalap Muda
Olahraga Lain-Lain 30 September 2012, 19:15
-
Tour de Brunei: Dealton Mulai Berkembang
Olahraga Lain-Lain 30 September 2012, 14:40
-
Bambang Suryadi Masuk Lima Besar di Etape Kedua
Olahraga Lain-Lain 28 September 2012, 17:00
-
Bambang Tembus Ranking Tiga Kategori Young Rider
Olahraga Lain-Lain 26 September 2012, 20:45
-
Ikuti Tour de Brunei 2012, PSN Kirim Pebalap Muda
Olahraga Lain-Lain 25 September 2012, 19:15
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Ekuador vs Curacao
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:14
-
Klasemen F Piala Dunia 2026: Belanda Naik ke Puncak Usai Hancurkan Swedia
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:03
-
Arda Guler Akui Malu Usai Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:01
-
Martin Zubimendi Bela Lini Tengah Spanyol Usai Dikritik Main Lambat
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:31
-
Man of the Match Belanda vs Swedia: Cody Gakpo
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:10
-
Kabar Baik untuk Brasil, Cedera Raphinha Diprediksi Tidak Serius
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:01
-
Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Mampu Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:31
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Pantai Gading
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:08
-
Real Madrid Keluarkan Pernyataan soal Michael Olise
Liga Spanyol 21 Juni 2026, 00:01
-
David Raya Akui Hancur Setelah Arsenal Gagal Juara Liga Champions
Liga Inggris 20 Juni 2026, 23:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28

























KOMENTAR