Bola.net - Kabut hitam menyelimuti dunia tinju nasional. Mantan petinju nasional asal Sulawesi Utara, Adrianus Taroreh meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Manado, Selasa (05/2) malam.
Dikatakan oleh Sekretaris KONI Manado, Cris Hombukou, dirinya merasakan duka yang mendalam atas dan merasa kehilangan dengan meninggalnya atlet peraih medali perak Asian Games 1986 tersebut.
"Adrianus adalah petinju yang telah mengharumkan nama daerah dan bangsa pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional," kata Hombukou seperti dilansir Antara.
Duka yang mendalam juga dirasakan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, JL Sondakh. Menurutnya, semasa hidup Adrianus telah membawa harum nama bangsa dan terus memajukan olahraga yang membesarkan namanya, khususnya di Manado.
"Adrianus mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri meningkatkan prestasi di bidangnya masing-masing seperti di cabang tinju," katanya.
Semangat hidup dan pantang menyerah ini juga ditunjukkan dalam kesehariannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga.
"Kendati hari- hari terakhir fisiknya melemah, tetapi semangatnya tinggi untuk melakukan pekerjaan dan bertanggungjawab sebagai PNS," katanya.
Semasa berkarir sebagai petinju amatir, Adrianus Taroreh telah mencatat beberapa prestasi yang mengharumkan nama Indonesia. Puncaknya yakni saat meraih medali perak kelas bulu di Asian Games X tahun 1986 di Seoul, Korea Selatan.
Sementara itu, pada tanggal 15 April 1994, Adrianus juga memperoleh kesempatan emas saat menantang petinju Rusia Orzubek Nazarov di Jepang dalam perebutan sabuk juara kelas ringan WBA yang melilit di pinggang Nazarov. Namun sayang, mimpi tersebut kandas setelah Adrianus dikandaskan KO pada ronde ke-4.
Setelah menggantung sarung tinju, pada tahun 2006 Adrianus sempat menjadi lurah di Kelurahan Bahu, Kecamatan, Sario, Kota Manado. Dan tercatat sebagai PNS aktif di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga Manado. (ant/dzi)
Dikatakan oleh Sekretaris KONI Manado, Cris Hombukou, dirinya merasakan duka yang mendalam atas dan merasa kehilangan dengan meninggalnya atlet peraih medali perak Asian Games 1986 tersebut.
"Adrianus adalah petinju yang telah mengharumkan nama daerah dan bangsa pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional," kata Hombukou seperti dilansir Antara.
Duka yang mendalam juga dirasakan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado, JL Sondakh. Menurutnya, semasa hidup Adrianus telah membawa harum nama bangsa dan terus memajukan olahraga yang membesarkan namanya, khususnya di Manado.
"Adrianus mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri meningkatkan prestasi di bidangnya masing-masing seperti di cabang tinju," katanya.
Semangat hidup dan pantang menyerah ini juga ditunjukkan dalam kesehariannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga.
"Kendati hari- hari terakhir fisiknya melemah, tetapi semangatnya tinggi untuk melakukan pekerjaan dan bertanggungjawab sebagai PNS," katanya.
Semasa berkarir sebagai petinju amatir, Adrianus Taroreh telah mencatat beberapa prestasi yang mengharumkan nama Indonesia. Puncaknya yakni saat meraih medali perak kelas bulu di Asian Games X tahun 1986 di Seoul, Korea Selatan.
Sementara itu, pada tanggal 15 April 1994, Adrianus juga memperoleh kesempatan emas saat menantang petinju Rusia Orzubek Nazarov di Jepang dalam perebutan sabuk juara kelas ringan WBA yang melilit di pinggang Nazarov. Namun sayang, mimpi tersebut kandas setelah Adrianus dikandaskan KO pada ronde ke-4.
Setelah menggantung sarung tinju, pada tahun 2006 Adrianus sempat menjadi lurah di Kelurahan Bahu, Kecamatan, Sario, Kota Manado. Dan tercatat sebagai PNS aktif di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga Manado. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantan Petinju Nasional Adrianus Taroreh Tutup Usia
Olahraga Lain-Lain 6 Februari 2013, 17:23
-
Salah Satu Legenda Sepakbola Indonesia, Bang Jun Wafat
Bola Indonesia 15 Juli 2012, 18:44
-
11 Malam Begadang Nonton Euro, Lelaki di China Meninggal
Bolatainment 23 Juni 2012, 13:30
-
Breaking News: Pelatih Villarreal Preciado Meninggal
Liga Spanyol 7 Juni 2012, 14:32
-
Istri Presiden Real Madrid Meninggal Dunia
Bolatainment 23 Mei 2012, 10:04
LATEST UPDATE
-
Prediksi Freiburg vs Celta 10 April 2026
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 13:24
-
Persita Tangerang vs Arema FC: Singo Edan Siap Curi Poin di Tangerang
Bola Indonesia 8 April 2026, 12:18
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32





















KOMENTAR