
Bola.net - Pujian yang diberikan Presiden FIFA, Sepp Blatter melalui akun Twitter pribadinya terhadap Cristiano Ronaldo menjadi topik pembahasan dalam podcast terbaru yang dirilis oleh ESPN FC. Keempat pengamat sepakbola yang menyebut diri mereka "FC Boys" tersebut menertawakan keputusan Blatter untuk mengucapkan selamat terhadap kelolosan Portugal ke Piala Dunia melalui jejaring sosial.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, hubungan keduanya memburuk setelah Blatter mengeluarkan pernyataan yang mendiskreditkan Ronaldo dalam sebuah forum diskusi bersama Oxford University. Sikap tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak dan pada akhirnya membuat Blatter mengkonfirmasi pernyataannya sekaligus meminta maaf pada Ronaldo.
Pembicara FC Boys menyatakan bahwa ucapan selamat melalui Twitter merupakan upaya putus asa dari Blatter setelah ucapan maaf darinya tak direspon oleh Ronaldo. Pemain berusia 28 tahun tersebut konon bahkan menolak hadir dalam acara penganugerahaan Ballon d'Or, padahal Ronaldo merupakan kandidat kuat untuk memenangkan penghargaan tersebut.
Keempat pria ini menyebut bahwa seharusnya Blatter tak perlu memperpanjang lagi urusannya dengan sang winger. Ucapan selamat tersebut malah membuat Blatter terlihat sebagai orang yang tengah kebingungan.
Para panelis juga menganggap bahwa upaya rekonsiliasi yang dilakukan oleh Blatter terlalu berlebihan dan tidak seharusnya dilakukan melalui jejaring sosial. Selain itu, FC Boys juga menganggap bahwa apapun yang dilakukan Blatter, Ronaldo tetap tidak akan berubah pikiran untuk menghadiri penganugerahan Ballon d'Or. Pemain Real Madrid lebih memilih untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah yang terbaik melalui aksi nyata di atas lapangan. (espn/mri)
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, hubungan keduanya memburuk setelah Blatter mengeluarkan pernyataan yang mendiskreditkan Ronaldo dalam sebuah forum diskusi bersama Oxford University. Sikap tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak dan pada akhirnya membuat Blatter mengkonfirmasi pernyataannya sekaligus meminta maaf pada Ronaldo.
Pembicara FC Boys menyatakan bahwa ucapan selamat melalui Twitter merupakan upaya putus asa dari Blatter setelah ucapan maaf darinya tak direspon oleh Ronaldo. Pemain berusia 28 tahun tersebut konon bahkan menolak hadir dalam acara penganugerahaan Ballon d'Or, padahal Ronaldo merupakan kandidat kuat untuk memenangkan penghargaan tersebut.
Keempat pria ini menyebut bahwa seharusnya Blatter tak perlu memperpanjang lagi urusannya dengan sang winger. Ucapan selamat tersebut malah membuat Blatter terlihat sebagai orang yang tengah kebingungan.
Para panelis juga menganggap bahwa upaya rekonsiliasi yang dilakukan oleh Blatter terlalu berlebihan dan tidak seharusnya dilakukan melalui jejaring sosial. Selain itu, FC Boys juga menganggap bahwa apapun yang dilakukan Blatter, Ronaldo tetap tidak akan berubah pikiran untuk menghadiri penganugerahan Ballon d'Or. Pemain Real Madrid lebih memilih untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah yang terbaik melalui aksi nyata di atas lapangan. (espn/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Isco: Ronaldo Memang Yang Terbaik
Liga Spanyol 20 November 2013, 22:06
-
Isco: Gabung Real Madrid Memang Berat
Liga Spanyol 20 November 2013, 20:44
-
Real Madrid Pecat Pelatih Tim Castilla
Liga Spanyol 20 November 2013, 19:32
-
Xabi Alonso Perpanjang Kerjasama Dengan Madrid
Liga Spanyol 20 November 2013, 18:57
-
Almeida: Sekarang Saatnya Ronaldo Raih Ballon d'Or
Liga Champions 20 November 2013, 17:27
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026, 10 Juli 2026
Piala Dunia 10 Juli 2026, 01:45
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko, 10 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 23:30
-
Jorge Jesus Capai Kesepakatan Latih Portugal
Piala Dunia 9 Juli 2026, 23:08
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss 12 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 21:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR