
Bola.net - Belakangan ini paddock MotoGP digemparkan oleh kabar bahwa Liberty Media, berencana mewajibkan setiap pabrikan MotoGP memiliki pembalap cadangan yang bersifat permanen, meniru sistem Formula 1.
Setiap pabrikan F1 wajib punya pembalap cadangan permanen. Mereka memiliki wajib pengalaman di F1 dan Super License FIA. Hal inilah yang diharapkan Liberty untuk ditiru oleh MotoGP.
Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, dan pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, sangat pesimistis impian Liberty ini bisa diwujudkan, terutama dalam waktu dekat.
Nah, sejatinya apa saja sih alasan yang membuat MotoGP bakal sulit menerapkan pembalap cadangan seperti Formula 1? Berikut ulasannya.
Sulit Cari Pembalap dengan Level Setara

Sulit mencari pembalap yang memiliki level performa yang sama tingginya dengan para pembalap reguler yang aktif balapan di MotoGP. Para pembalap reguler saja, biasanya butuh waktu demi kembali kompetitif usai absen beberapa seri.
"Apakah menurut Anda ada 11 pembalap di luar grid ini yang memiliki level yang cukup untuk bersaing di MotoGP?" ujar Tardozzi kepada Autosport.
Pembalap Cadangan Bakal Bosan di Garasi Melulu

Rins meyakini bahwa para pembalap yang ditunjuk jadi cadangan permanen pasti bakal jengkel harus bepergian ke berbagai sirkuit tapi hanya bisa 'nongkrong' di garasi tim untuk menunggu kans balapan di MotoGP.
Sebab, para cadangan harus menunggu sampai pembalap reguler cedera. "Jika akhirnya diterapkan, itu bisa sangat sulit bagi orang yang harus bepergian, dan harus menunggu sepanjang akhir pekan," ungkap Rins via Autosport.
Pembalap Top dari Kejuaraan Lain Bakal Sulit Digaet

Selain test rider, para pembalap reguler papan atas WorldSBK juga acap kali dipanggil oleh sebuah pabrikan atau tim MotoGP untuk jadi rider pengganti, terutama jika jadwal balap kedua ajang sedang tidak bentrok.
Namun, mereka bakal sulit dijadikan cadangan permanen, apalagi jika mereka punya kans besar memperebutkan gelar dunia. Para pembalap ini bisa dimaklumi jika lebih memilih memprioritaskan target jadi juara.
Baca Juga:
- Aleix Espargaro Cedera Tulang Belakang Usai Kecelakaan Besar di Sepang Saat Jalani Tes MotoGP untuk Honda
- Race Engineer Max Verstappen, Gianpiero Lambiase, Tinggalkan Red Bull demi Gabung McLaren di Formula 1 2028
- Siap Tarung! Yamaha Racing Indonesia Bidik Kemenangan di Seri 1 ARRC Malaysia 2026
- 8 Rider Indonesia Siap Tarung, Ini Daftar Pembalap AP250 ARRC Asia Road Racing Championship 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Alasan MotoGP Sulit Terapkan Pembalap Cadangan Permanen Seperti Formula 1
Otomotif 10 April 2026, 14:56
LATEST UPDATE
-
Alasan Romantis Sandy Walsh Pilih Nomor Punggung 6 di Persib
Bola Indonesia 11 Juli 2026, 17:49
-
Momen Emas Ole Romeny untuk Bangkit Bersama Fortuna Sittard
Piala Dunia 11 Juli 2026, 17:35
-
Jose Mourinho Blokir Kepindahan Federico Valverde ke Manchester United
Liga Spanyol 11 Juli 2026, 17:00
-
Mau Kalahkan Norwegia, Inggris Harus Bisa 'Matikan' Erling Haaland
Piala Dunia 11 Juli 2026, 14:00
-
Gelandang Timnas Prancis Ini Gantikan Ederson di Manchester United?
Liga Inggris 11 Juli 2026, 13:00
-
Baru Cetak Satu Gol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal: Bodo Amat!
Piala Dunia 11 Juli 2026, 11:00
-
Arsenal Capai Kesepakatan Pribadi dengan Bintang Timnas Brasil Ini
Liga Inggris 11 Juli 2026, 09:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR