
Bola.net - MotoGP telah memasuki era baru. Para pembalap muda berkuasa, dan era 'Four Aliens' sudah berakhir setelah Valentino Rossi menyusul Casey Stoner, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo pensiun pada akhir 2021 lalu. Namun, belum ada rivalitas yang menyamai level ikonik mereka dari 14 tahun yang lalu.
Pada 2009, MotoGP diikuti 22 pembalap, tapi yang sangat menonjol hanyalah Rossi, Lorenzo, Stoner, dan Pedrosa. Keempatnya bergantian menguasai podium, sementara rider lain seolah sekadar memeriahkan grid. Kini, persaingan MotoGP lebih merata. Baik tim pabrikan maupun tim satelit sama-sama punya kans meraih podium atau kemenangan.
Dari 22 pembalap reguler, pengganti, dan wildcard MotoGP 2009, hanya Aleix Espargaro yang sampai kini masih aktif berlaga. Kala itu, ia balapan dalam empat seri bersama Pramac Racing, menggantikan Mika Kallio dan Niccolo Canepa. Uniknya, kini Espargaro menjadi rider tertua di grid dengan usia 34 tahun.
Nah, dalam rangka merayakan ulang tahun ke-14 Bola.net, tim kami menyajikan lima peristiwa ikonik yang terjadi di MotoGP pada musim balap 2009. Penasaran apa saja? Simak ulasannya berikut ini yuk, Bolaneters!
Peringatan 60 Tahun MotoGP

MotoGP 2009 merupakan peringatan 60 tahun digelarnya MotoGP, mengingat Grand Prix balap motor pertama kali diselenggarakan pada 1949. Kala itu, Leslie Graham menjuarai GP500, Freddie Frith menjuarai GP350, Bruno Ruffo menjuarai GP250, dan Nello Pagani menjuarai GP125.
Pada 2009, Valentino Rossi sukses menjadi juara dunia kelas MotoGP, yang merupakan gelar dunianya yang kesembilan dan yang terakhir dalam kariernya. Hiroshi Aoyama menjuarai GP250, yang terakhir kalinya digelar sebelum digantikan oleh Moto2.
Aoyama pun menjadi juara dunia Grand Prix terakhir yang berasal dari Jepang, dan belum ada rider Jepang yang mematahkan rekor paceklik gelar ini. Di lain sisi, Julian Simon berhasil menjuarai kelas GP125.
Bridgestone Menjadi Suplier Tunggal Ban MotoGP
Bridgestone menjadi suplier tunggal ban MotoGP pada 2009-2015. (c) Dorna Sports/MotoGP.com
Tahun 2009 juga menandai berakhirnya kompetisi terbuka untuk suplier ban MotoGP. Sementara Michelin dan Dunlop memutuskan untuk tak mengajukan diri sebagai suplier tunggal, maka peran tersebut jatuh ke tangan Bridgestone.
Bridgestone menjadi suplier tunggal ban MotoGP pada periode 2009-2015, sebelum digantikan oleh Michelin pada 2016. Kontrak Michelin dengan MotoGP saat ini akan habis pada akhir 2026, ketika regulasi teknis akan dirombak secara besar-besaran untuk musim 2027.
Era Kawasaki di Ambang Pintu

Pada awal 2009, Kawasaki mendadak memilih mundur dari MotoGP akibat krisis ekonomi global. Mereka menarik tim pabrikan mereka dan berencana turun sebagai tim independen bersama Aspar Team. Namun, kesepakatan itu batal dan Kawasaki nyaris benar-benar mundur pada 2009.
Namun, setelah bernegosiasi dengan FIM dan Dorna, Kawasaki sepakat menurunkan satu rider saja, yakni Marco Melandri, bersama skuad Hayate Racing. Pada 2010, Kawasaki benar-benar mundur dari MotoGP, memilih fokus ke WorldSBK, di mana mereka meraih 1 gelar dengan Tom Sykes dan 6 dengan Jonathan Rea.
Era Rossi vs Lorenzo

Sejak bertandem di Fiat Yamaha pada 2008, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo menjalin rivalitas yang sengit. Puncaknya terjadi pada 2009, yakni tahun kedua mereka bertandem. Keduanya bersaing sengit memperebutkan kemenangan dan gelar dunia, serta kerap menyajikan duel-duel spektakuler.
Duel mereka di Seri Catalunya dianggap sebagai salah satu duel paling ikonik dalam sejarah MotoGP. Seri itu adalah seri kandang Lorenzo, tapi juga bagai kandang Rossi sendiri karena ia kerap menang di sana. Demi gengsi dan status rider nomor satu di tim mereka, keduanya menjalani aksi saling salip yang menegangkan dalam lima lap terakhir.
Pada lap terakhir, Lorenzo sempat memimpin, tetapi Rossi secara mengejutkan melakukan manuver tepat di tikungan terakhir, tikungan yang tidak lazim dijadikan tempat menyalip. 'The Doctor' pun akhirnya sukses meraih kemenangan. Pada akhir musim, Rossi juga keluar sebagai juara, mengalahkan Lorenzo dengan margin 45 poin.
Penyakit Misterius Casey Stoner
Casey Stoner kelelahan usai finis di MotoGP Catalunya 2009. (c) YouTube/MotoGP
Sementara Rossi dan Lorenzo berduel sengit berebut kemenangan di Seri Catalunya, Casey Stoner berhasil finis ketiga bersama Ducati. Namun, usai finis dan parkir di parc ferme, ia muntah-muntah di dalam helm dan nyaris pingsan sebelum naik ke podium untuk menerima trofi.
Tubuh Stoner terus melemah pada seri-seri berikutnya, dan dokter secara misterius kesulitan untuk mendiagnosa penyakitnya. Kondisi ini disebut Stoner diremehkan oleh para bos Ducati, yang menjadi salah satu faktor mengapa dirinya tak ingin memperpanjang kontrak setelah musim 2010.
Setahun kemudian, Stoner pun didiagnosa mengalami intoleransi laktosa. Ia lalu pensiun dini dalam usia 27 tahun pada akhir 2012. Pada akhir 2019, setahun setelah ia memutuskan berhenti jadi test rider Ducati, Stoner mengumumkan dirinya mengalami sindrom kelelahan kronis, yang membuatnya sulit menjalani kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Timnas Indonesia U-17 vs Barcelona Juvenil A: Skor 0-3
Tim Nasional 2 Agustus 2023, 21:18
-
Resmi, Gianluigi Buffon Putuskan Pensiun di Usia 45 Tahun
Liga Italia 2 Agustus 2023, 20:46
-
Prediksi BRI Liga 1: Persita Tangerang vs Bhayangkara FC 3 Agustus 2023
Bola Indonesia 2 Agustus 2023, 15:04
LATEST UPDATE
-
Dusan Vlahovic Ingin ke Barcelona, Siap Isi Pos Robert Lewandowski
Liga Italia 19 Februari 2026, 22:17
-
Manchester United Bidik Bek Barcelona, Bersaing dengan Inter
Liga Inggris 19 Februari 2026, 22:09
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Arsenal Tergelincir di Markas Wolves, Peluang Juara Premier League Terancam
Liga Inggris 19 Februari 2026, 21:14
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
-
AC Milan Gagal Pangkas Jarak, Inter Unggul 7 Poin dalam Perburuan Gelar Serie A
Liga Italia 19 Februari 2026, 20:25
-
Milan vs Como, Davide Bartesaghi: Sudah Main Bagus, Tapi Ada yang Kurang
Liga Italia 19 Februari 2026, 19:14
-
Drama Milan vs Como, Allegri Siapkan Aksi Balasan: Bakal Saya Sleding!
Liga Italia 19 Februari 2026, 18:49
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Malut United 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:34
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs PSM 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:21
-
Live Streaming Brann vs Bologna - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Fenerbahce vs Nottm Forest - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 19 Februari 2026, 17:46
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
























KOMENTAR