
Bola.net - Pembalap WithU Yamaha RNF MotoGP Team, Andrea Dovizioso, mengaku angkat topi kepada Ducati dan juga Francesco Bagnaia, yang sukses menyajikan performa menakjubkan sepanjang MotoGP 2021 meski gagal merebut gelar dunia. Hal ini ia sampaikan kepada Corsedimoto, Rabu (1/12/2021).
Seperti yang diketahui, Dovizioso membela Ducati selama delapan musim, yakni pada 2013-2020. Kedua belah pihak berpisah dengan cara tak baik-baik, usai diwarnai cekcok antara Dovizioso dan General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, sejak pertengahan 2019 akibat beda pendapat soal pengembangan motor.
Dovizioso, yang mengakui besarnya tenaga mesin Desmosedici, sejak lama menuntut motor itu diperlincah di tikungan. Namun, Dall'Igna menolak, dan pertikaian pun terjadi. Posisi Dovizioso diambil alih 'Pecco' tahun ini, dan rider 24 tahun yang dikenal dengan corner speed tingginya itu justru berhasil bikin Desmosedici mulus di tikungan.
Kagum Pecco Bagnaia Sangat Konsisten

Bagnaia pun mengakhiri musim 2021 sebagai runner up, seperti halnya Dovizioso pada 2017, 2018, dan 2019. Anak didik Valentino Rossi itu juga digadang-gadang jadi ancaman terbesar dalam perebutan gelar dunia 2022. Alhasil, Dovizioso pun salut.
"Pecco bekerja dengan sangat baik di Ducati. Usai beberapa balapan saja, ia mampu menyajikan performa yang sangat konsisten. Dalam kualifikasi, ia selalu berada di depan, begitu juga saat balapan. Saya hanya bisa mengucapkan selamat untuknya," ungkap rider berusia 35 tahun ini.
Uniknya, Dovizioso juga mengaku kagum pada kinerja Ducati dan Dall'Igna musim ini. Pasalnya, enam rider Ducati pada 2021 tampil kompetitif, lima di antaranya sukses naik podium, dan tiga lainnya meraih kemenangan. Musim depan, mereka bahkan punya delapan rider.
Mengembangkan Motor Memang Tugas Sulit

'Dovi' yakin level performa yang setara di antara rider Ducati membuktikan ada kemajuan besar pada Desmosedici. "Jika Anda selalu melihat begitu banyak rider Ducati di depan, maka ini membuktikan bahwa sesuatu telah terjadi. Dulu, situasinya tak begini. Jadi, saya rasa mereka melakukan pekerjaan dengan baik," ujarnya.
Namun, para pembalap Ducati juga sangat vokal berpendapat bahwa keberhasilan mereka tampil apik sepanjang 2021 tak bisa lepas dari jasa Dovizioso, yang sangat sabar dan telaten mengembangkan motor sejak 2013 sampai 2020. Namun, Dovizioso justru merendah dan yakin ini juga berkat kerja keras para insinyur.
"Di MotoGP, sebuah motor tidak berkembang hanya dalam satu balapan. Saya tahu betapa sulitnya mengembangkan motor dan betapa banyaknya tugas yang harus Anda kerjakan dengan para insinyur. Anda harus mempedulikan setiap area motor. Saya pun merasa semua orang di Ducati tahu soal ini," tutup Dovizioso.
Sumber: Corsedimoto
Baca Juga:
- Jorge Lorenzo: Valentino Rossi Sendiri yang Halangi Casey Stoner ke Yamaha
- Tinggalkan Pramac, Francesco Guidotti Resmi Jadi Manajer Tim KTM di MotoGP
- Max Verstappen Berpeluang Sabet Gelar di Formula 1 GP Arab Saudi 2021, Asal...
- Alex Marquez: Semoga Marc Pulih Agar Honda Tak 'Tersesat'
- Fabio Quartararo Beri Ultimatum, Yamaha: Lebih Baik Negosiasi Kontrak Lebih Awal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akui Kekuatan 'Mantan': Andrea Dovizioso Ucapkan Selamat untuk Ducati-Pecco Bagnaia
Otomotif 2 Desember 2021, 11:00
-
Andrea Dovizioso: Dibanding Fabio Quartararo, Saya Belum Bisa Pakai Insting di Yamaha
Otomotif 30 November 2021, 11:05
-
Yamaha RNF: Ngapain Andrea Dovizioso Kembali Kalau Tak Buru Gelar MotoGP?
Otomotif 25 November 2021, 15:50
-
Valentino Rossi Target Kembali Masuk 10 Besar di MotoGP Algarve
Otomotif 3 November 2021, 09:46
-
Andrea Dovizioso: Fabio Quartararo Lihai Tutupi Kelemahan Yamaha
Otomotif 31 Oktober 2021, 14:55
LATEST UPDATE
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR