
Bola.net - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, menyatakan dirinya sama sekali tak lagi memikirkan rasa sakit atau cedera dalam menghadapi balapan MotoGP, meski lengannya belum juga pulih. Hal ini ia katakan kepada El Pais, Sabtu (23/10/2021), sebagai tanggapan untuk pernyataan juara dunia GP500 1993, Kevin Schwantz.
Pada 11 Oktober, lewat MotoGP.com, Schwantz menyatakan bahwa patah tulang lengan akan membuat Marquez terus dihantui potensi cedera di sepanjang kariernya, hingga rider Spanyol itu nantinya takkan bisa lagi berkendara dengan cara yang sama. Bahkan bisa-bisa Marquez takkan lagi bisa tampil dominan seperti dulu.
"Cedera akan selalu ada di dalam kepala Anda dan jadi hal yang selalu Anda pikirkan, 'jika aku masuk ke tikungan ini terlalu dalam dan ban depan kelewat ngotot, apakah aku punya kekuatan fisik yang baik untuk menegakkan motor? Apakah aku bisa melakukan apa yang biasa kulakukan seperti sebelum cedera?'" tutur Schwantz.
Meski begitu, Marquez membantah. Walau tubuhnya belum bugar, delapan kali juara dunia ini menyatakan mentalitasnya belum berubah. Ia bahkan sudah tak lagi kepikiran soal risiko cedera, dan hanya memikirkan cara meraih hasil baik. Menurutnya, ini adalah progres yang baik demi kembali berlaga seperti dulu.
Awalnya Memang Bikin Frustrasi

"Secara mental, cedera tak bikin saya melamban. Saat balapan, saya tak memikirkan apakah tubuh saya merasakan sakit lebih banyak atau sedikit. Sayalah orang pertama yang mencoba menghindari topik ini dalam pembicaraan di garasi. Jika tim saya bertanya, tentu saya menjawab. Tapi saya mencoba mengikuti mentalitas saya," tutur Marquez.
Awal musim ini tak dimungkiri Marquez berjalan sangat berat, karena ia berusaha mencari limit performanya dalam kondisi lengan yang belum pulih. Namun, perlahan ia memahami bahwa tubuhnya belum siap. Hal ini justru membuatnya merasa tenang, dan terbukti kini ia justru mengoleksi empat podium, termasuk tiga kemenangan.
"Tak bisa berkendara dengan gaya sendiri bikin frustrasi sampai Anda paham sendiri. Awal musim ini sangat bikin frustrasi, dan saya jadi sering jatuh, karena saya ingin berbuat lebih dari yang saya mampu. Tapi dengan cepat saya sadar, ketika Anda tak bisa melakukannya, maka Anda takkan bisa melakukannya," ungkapnya.
Harus Legawa Tak Bisa Juara

Marquez pun menyatakan, jika dirinya terlalu kepikiran soal risiko-risiko yang ada, ia justru akan bertindak ceroboh. Contohnya dalam MotoGP Inggris, ketika ia bertabrakan dengan debutan Pramac Racing, Jorge Martin, pada lap pertama hingga keduanya gagal finis. Usai insiden itu, Marquez pun meminta maaf kepada Martin.
Insiden itu diyakini Marquez sebagai pelajaran besar pada sisa musim ini, karena membuatnya sadar bahwa situasinya belumlah optimal untuk konsisten meraih hasil-hasil besar. Ia juga jadi belajar bahwa dirinya harus berlapang dada belum bisa kembali ikut memperebutkan gelar, yang kali ini jatuh ke tangan Fabio Quartararo.
"Di Silverstone, saya bertindak berlebihan dan aksi salip tak lagi terjadi seperti yang saya duga. Ini bukan karena saya tak tahu cara melakukannya, melainkan karena mencoba aksi yang kini tak bisa dilakukan. Jadi, saya harus paham situasi saya dan bersikap realistis. Saya harus menelan rasa bangga. Saat tak bisa, saya harus menerimanya," tutupnya.
Sumber: El Pais
Baca Juga:
- IMI Pastikan Bendera Merah Putih Bisa Dikibarkan di WorldSBK Mandalika
- Fabio Quartararo Prediksi Enea Bastianini Jadi Ancaman di MotoGP 2022
- Tetap Keluhkan Tenaga Yamaha, Fabio Quartararo: Pindah ke Ducati? Semua Kans Terbuka
- Fabio Quartararo Pastikan Takkan Pakai Nomor 1 di MotoGP 2022
- Honda: Marc Marquez Belum Bugar, Menang di Misano Terasa Bermakna
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bantah Kevin Schwantz, Marc Marquez: Meski Belum Pulih, Saya Tak Kepikiran Cedera
Otomotif 29 Oktober 2021, 14:40
-
Honda: Marc Marquez Belum Bugar, Menang di Misano Terasa Bermakna
Otomotif 29 Oktober 2021, 09:05
-
Pecah Telor: Pol Espargaro Sabet Podium Perdana di Honda, Hasil Terbaik di MotoGP
Otomotif 26 Oktober 2021, 12:42
-
Marc Marquez: Saya Memang Menang, Tapi Ini Harinya Fabio Quartararo!
Otomotif 25 Oktober 2021, 13:17
LATEST UPDATE
-
5 Fakta Spektakuler di Balik Podium Aldi Satya Mahendra di WorldSSP Australia 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 12:14
-
Aldi Satya Mahendra Masuk Top 5 Klasemen WorldSSP 2026 Usai Podium di Race 2 Seri Australia
Otomotif 22 Februari 2026, 11:35
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSSP 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 11:20
-
Bekuk Lecce, Inter Milan Kian Percaya Diri untuk Hadapi Bodo/Glimt
Liga Italia 22 Februari 2026, 11:08
-
Juventus Tumbang Lawan Como, Begini Kata Luciano Spalletti
Liga Italia 22 Februari 2026, 10:55
-
Tottenham vs Arsenal: Ini 4 Alasan Spurs Bisa Jegal The Gunners di Derby London Utara
Liga Inggris 22 Februari 2026, 10:47
-
Tidak Cari-cari Alasan, Arbeloa akui Real Madrid Layak Kalah dari Osasuna
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 10:28
-
Kalah dari Osasuna, Alvaro Arbeloa Yakin Real Madrid Masih Bisa Juara La Liga
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 10:04
-
Terpeleset Lagi, Liam Rosenior Sebut Chelsea Harus Segera Berbenah
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:52
-
Chelsea Gagal Menang Lawan Burnley karena Blunder Pemain Sendiri
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:41
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 22 Februari 2026, 09:32
-
James Milner Ukir Sejarah, Pecahkan Rekor Penampilan di Premier League
Liga Inggris 22 Februari 2026, 09:28
-
Hasil Superpole Race WorldSBK Australia 2026: Nicolo Bulega Menang Lagi, Ungguli Duet Bimota
Otomotif 22 Februari 2026, 09:23
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR