Bola.net - Scott Redding menyatakan bahwa faktor penentu kesuksesan di Moto2 bukanlah talenta, melainkan ukuran tubuh. Pebalap tim Marc VDS Racing itu membuat pernyataan tersebut setelah finis di posisi ketujuh pada Moto2 San Marino.
Redding mengaku frustrasi ketika para rival menyalipnya di lintasan lurus. Seluruh peserta Moto2 menggunakan motor Honda 600cc yang sama, namun tak ada regulasi yang menyatakan berapa berat kombinasi minimum antara motor dan pebalapnya.
Redding masih berusia 19 tahun, namun telah memiliki tinggi badan 184 cm dan berat 74 kg. Sebagai perbandingan, pemuncak klasemen sementara pebalap dari tim Caixa Catalunya Repsol, Marc Marquez hanya memiliki tinggi 168 cm dan berat 59 kg.
"Setiap kali saya melewati pebalap lain di tikungan, mereka akan kembali menyalip di lintasan lurus. Saya pun tak bisa menyerang kembali di tikungan selanjutnya karena mereka memiliki kecepatan ekstra yang tak saya miliki," ujar Redding.
Daftar resmi Moto2 mengenai top speed pebalap ternyata membuktikan omongan Redding. Meski meraih hasil kualifikasi di posisi ketiga, ia berada di peringkat ke-29 dari 31 pebalap yang ada. Esteve Rabat (61 kg) ada di puncak dan melaju 7,6 km/jam lebih cepat ketimbang Redding. Sedangkan rekan setim Redding, Mika Kallio (58 kg) berada di peringkat ketiga dengan laju 6,5 km/jam lebih cepat.
"Kini saya menjadi lebih frustrasi. Bagi saya, permasalahan bukanlah lagi siapa yang terbaik di Moto2, karena ternyata ukuran tubuh lebih menentukan kesuksesan daripada talenta pebalap itu sendiri," tutur Redding. "Kami harus mencari keuntungan lain, dan kami harus menemukannya secepat mungkin."
Pimpinan tim Marc VDS Racing, Michael Bartholemy menyampaikan simpatinya kepada Redding, namun ia tak bisa memberikan solusi yang jelas mengenai masalah yang mendera pebalapnya itu.
"Scott selalu tampil kuat, namun sekali lagi ia kehilangan kecepatan di lintasan lurus. Ia memang lebih besar ketimbang lainnya. Kami pun mencoba mencari solusi, namun kami semakin kehilangan pilihan. Tapi kami akan terus berusaha keras di Aragon, di mana lintasan lurus akan menyebabkan permasalahan yang sama," tutup Bartholemy. (cn/kny)
Redding mengaku frustrasi ketika para rival menyalipnya di lintasan lurus. Seluruh peserta Moto2 menggunakan motor Honda 600cc yang sama, namun tak ada regulasi yang menyatakan berapa berat kombinasi minimum antara motor dan pebalapnya.
Redding masih berusia 19 tahun, namun telah memiliki tinggi badan 184 cm dan berat 74 kg. Sebagai perbandingan, pemuncak klasemen sementara pebalap dari tim Caixa Catalunya Repsol, Marc Marquez hanya memiliki tinggi 168 cm dan berat 59 kg.
"Setiap kali saya melewati pebalap lain di tikungan, mereka akan kembali menyalip di lintasan lurus. Saya pun tak bisa menyerang kembali di tikungan selanjutnya karena mereka memiliki kecepatan ekstra yang tak saya miliki," ujar Redding.
Daftar resmi Moto2 mengenai top speed pebalap ternyata membuktikan omongan Redding. Meski meraih hasil kualifikasi di posisi ketiga, ia berada di peringkat ke-29 dari 31 pebalap yang ada. Esteve Rabat (61 kg) ada di puncak dan melaju 7,6 km/jam lebih cepat ketimbang Redding. Sedangkan rekan setim Redding, Mika Kallio (58 kg) berada di peringkat ketiga dengan laju 6,5 km/jam lebih cepat.
"Kini saya menjadi lebih frustrasi. Bagi saya, permasalahan bukanlah lagi siapa yang terbaik di Moto2, karena ternyata ukuran tubuh lebih menentukan kesuksesan daripada talenta pebalap itu sendiri," tutur Redding. "Kami harus mencari keuntungan lain, dan kami harus menemukannya secepat mungkin."
Pimpinan tim Marc VDS Racing, Michael Bartholemy menyampaikan simpatinya kepada Redding, namun ia tak bisa memberikan solusi yang jelas mengenai masalah yang mendera pebalapnya itu.
"Scott selalu tampil kuat, namun sekali lagi ia kehilangan kecepatan di lintasan lurus. Ia memang lebih besar ketimbang lainnya. Kami pun mencoba mencari solusi, namun kami semakin kehilangan pilihan. Tapi kami akan terus berusaha keras di Aragon, di mana lintasan lurus akan menyebabkan permasalahan yang sama," tutup Bartholemy. (cn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bertubuh Besar, Redding Frustrasi Tiap Lewati Lintasan Lurus
Otomotif 19 September 2012, 09:00
-
Kalahkan Espargaro, Marquez Juarai Moto2 San Marino
Otomotif 16 September 2012, 18:42
-
Spies dan Iannone Resmi Gabung Tim Satelit Ducati
Otomotif 13 September 2012, 17:00
-
Naik Kelas, Smith Lega Bertandem Dengan Crutchlow
Otomotif 12 September 2012, 13:00
-
Ben Spies Diduga Bakal Lengkapi Tim Satelit Ducati
Otomotif 8 September 2012, 08:00
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR