Bola.net - Pimpinan tim Marc VDS Racing Moto2, Michael Bartholemy menyatakan Ducati merupakan satu-satunya tempat di mana pebalapnya, Scott Redding bisa mendapat dukungan pabrikan secara penuh di MotoGP 2014.
Meski begitu, Bartholemy berpendapat Ducati masih ragu menggunakan jasa seorang debutan. Jika Redding benar-benar pindah ke pabrikan Italia itu, maka ia akan menggantikan juara MotoGP 2006, Nicky Hayden yang kontraknya habis akhir tahun ini.
"Mereka menginginkan pebalap yang menjanjikan, namun masih ragu mencoba debutan. Mereka punya beban tersendiri untuk meraih hasil baik," ujar Bartholemy mengenai Ducati, yang mengalami musim buruk bersama Valentino Rossi pada tahun 2011-2012.
Selain Ducati, Yamaha dan Honda sejatinya juga tertarik menggaet Redding. Namun kedua pabrikan Jepang itu tak bisa menjamin Redding bisa berada di tim pabrikan, mengingat tim-tim tersebut telah berisi pebalap yang kontraknya habis pada akhir 2014.
"Sangat sulit mengambil keputusan. Pilihan yang ada sangat menarik, namun kami juga harus memikirkan apa yang akan terjadi setelah 2014 nanti. Kami akan kembali berdiskusi sebelum ia membuat keputusan final setelah GP Jerman. Yang jelas Scott sangat termotivasi untuk naik ke MotoGP," tutup Bartholemy.
Belakangan ini Redding memang merupakan target panas tim-tim MotoGP, mengingat dirinya tengah memimpin klasemen sementara pebalap Moto2 dan telah mengoleksi dua kemenangan. (mcn/kny)
Meski begitu, Bartholemy berpendapat Ducati masih ragu menggunakan jasa seorang debutan. Jika Redding benar-benar pindah ke pabrikan Italia itu, maka ia akan menggantikan juara MotoGP 2006, Nicky Hayden yang kontraknya habis akhir tahun ini.
"Mereka menginginkan pebalap yang menjanjikan, namun masih ragu mencoba debutan. Mereka punya beban tersendiri untuk meraih hasil baik," ujar Bartholemy mengenai Ducati, yang mengalami musim buruk bersama Valentino Rossi pada tahun 2011-2012.
Selain Ducati, Yamaha dan Honda sejatinya juga tertarik menggaet Redding. Namun kedua pabrikan Jepang itu tak bisa menjamin Redding bisa berada di tim pabrikan, mengingat tim-tim tersebut telah berisi pebalap yang kontraknya habis pada akhir 2014.
"Sangat sulit mengambil keputusan. Pilihan yang ada sangat menarik, namun kami juga harus memikirkan apa yang akan terjadi setelah 2014 nanti. Kami akan kembali berdiskusi sebelum ia membuat keputusan final setelah GP Jerman. Yang jelas Scott sangat termotivasi untuk naik ke MotoGP," tutup Bartholemy.
Belakangan ini Redding memang merupakan target panas tim-tim MotoGP, mengingat dirinya tengah memimpin klasemen sementara pebalap Moto2 dan telah mengoleksi dua kemenangan. (mcn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Honda Gresini Bidik Redding untuk MotoGP 2014
Otomotif 10 Juli 2013, 13:00
-
Bos Marc VDS: Ducati Masih Ragu Pakai Jasa Redding
Otomotif 10 Juli 2013, 09:00
-
Redding Tentukan Pilihan Setelah MotoGP Jerman
Otomotif 9 Juli 2013, 19:00
-
Bautista Tercepat di Hari Kedua Uji Coba Argentina
Otomotif 6 Juli 2013, 16:55
-
Kategori CRT Bakal Dihapus dari MotoGP Mulai 2014
Otomotif 5 Juli 2013, 19:45
LATEST UPDATE
-
Alasan Persib Pilih Igor Tolic Jadi Penerus Era Emas Bojan Hodak
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 05:26
-
Ini Alasan Di Balik Perpisahan Persib Bandung dan Bojan Hodak
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 05:17
-
RESMI: Persib Ganti Bojan Hodak dengan Igor Tolic
Bola Indonesia 26 Mei 2026, 05:09
-
Piala Dunia 2026: Pesan Haru Gavi Setelah Masuk Skuad Spanyol
Piala Dunia 26 Mei 2026, 01:00
-
Juventus dan AC Milan Buang Tiket Liga Champions karena Tim Kecil
Liga Italia 25 Mei 2026, 23:34
-
Persib Bandung Ditinggal Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara?
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 19:12
-
Tyrell Malacia Ucapkan Salam Perpisahan untuk Fans Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:52
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
























KOMENTAR