Bola.net - - General Manager Ducati Corse, Luigi 'Gigi' Dall'Igna kerap disebut-sebut 'penyelamat' pabrikan Italia tersebut dari jurang keterpurukan. Bagaimana tidak? Dalam kurun empat tahun saja, Ducati kembali ke papan atas, nyaris merebut gelar MotoGP tahun lalu.
Dall'Igna yang tadinya merupakan direktur teknis Aprilia Racing, direkrut oleh Ducati pada akhir 2013 untuk merancang ulang Desmosedici GP14 yang akan dipakai pada 2014. Tak hanya memimpin departemen teknis, ia juga bertugas mengatur struktur organisasi Ducati.
Bukan rahasia lagi bahwa departemen balap Ducati begitu acak kadut sebelum kedatangan Dall'Igna. Departemen mesin dan sasis dinilai kurang berkoordinasi dengan baik, begitu pula buruknya komunikasi antara teknisi di markas mereka di Bologna, Italia dengan tim balap mereka di lintasan.
"Sangat sulit menggambarkan apa saja yang sudah berubah selama lima tahun terakhir. Tentu kami telah banyak beradaptasi, terutama pada struktur organisasi. Itulah satu-satunya cara untuk mendapatkan hasil 'teknis' (balap) yang kami inginkan," ujar Dall'Igna kepada MotoGP.com.
Langkah Pertama

Langkah Pertama
Langkah pertama yang dilakukan Dall'Igna setibanya ia di Ducati sudah jelas, yakni memperbaiki komunikasi antar departemen. "Tak mudah mengoptimalkan aliran informasi antara dua departemen ini, dan saya melakukannya pada tahun pertama saya di Ducati," ungkapnya.Sekalinya struktur organisasi Ducati Corse mulai bekerja dengan baik, Dall'Igna pun segera mengerjakan sisi teknis. Dengan cekatan, ia membuat Desmosedici kembali menjadi motor yang ditakuti para rivalnya, terbukti dari hasil Andrea Dovizioso yang duduk di peringkat runner up tahun lalu, serta 'bersahabat'-nya Desmosedici dengan gaya balap apa pun.
"Kami telah mengembangkan motor, terutama di area mesin dan sasis. Dibandingkan setahun sebelumnya, kami punya lebih banyak tenaga dan juga desain sasis yang baru. Kami telah mengubahnya demi memperbaiki handling motor di tengah tikungan," tutur Dall'Igna.
Terobosan Aerodinamika

Terobosan Aerodinamika
Tak hanya itu, kini Ducati terbukti kompetitif di sirkuit-sirkuit yang biasanya tak cocok dengan karakter mereka. Dall'Igna pun yakin ini tak terlepas dari terobosan aerodinamika yang ia lancarkan sejak 2015, dimulai dari winglet dan kini wing fairing, yang justru perkembangannya terus diikuti oleh pabrikan lain."Saya rasa kini kami punya motor yang bekerja dengan baik di berbagai tipe sirkuit, meski belum semua. Kami merupakan motor pertama yang pakai winglet, dan kami telah menemukan pendekatan berbeda untuk aerodinamika. Jujur saja kami selangkah lebih maju dibanding pabrikan lain pada area ini," tutupnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cal Crutchlow: Saya Layak ke Repsol Honda
Otomotif 31 Mei 2018, 15:10
-
Dall'Igna: Aerodinamika Ducati Lebih Maju dari Para Rival
Otomotif 31 Mei 2018, 13:35
-
Petronas Tertarik Sponsori Jorge Lorenzo di MotoGP 2019?
Otomotif 31 Mei 2018, 12:15
-
Iannone: Suzuki Membaik, Tetap Realistis di Mugello
Otomotif 31 Mei 2018, 11:15
-
Jorge Lorenzo Yakin Mugello Bakal Jadi Titik Balik
Otomotif 31 Mei 2018, 10:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi St. Pauli vs Bayern 11 April 2026
Bundesliga 10 April 2026, 13:30
-
Prediksi Barcelona vs Espanyol 11 April 2026
Liga Spanyol 10 April 2026, 12:48
-
PSIM vs PSM Makassar: Menanti Ledakan Savio Sheva di Stadion Sultan Agung
Bola Indonesia 10 April 2026, 11:35
-
Layakkah Harry Maguire Masih Termasuk Jajaran Bek Terbaik Dunia?
Liga Inggris 10 April 2026, 11:34
-
Prediksi Liverpool vs Fulham 11 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 11:33
-
Prediksi West Ham vs Wolves 11 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 11:26
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25





















KOMENTAR