
Bola.net - Meski belum pernah mengecap gelar di kelas para raja, Andrea Dovizioso tetap dapat rasa hormat dari banyak orang karena gigih dalam melawan banyak rider kuat dan juara dunia selama berkarier di MotoGP. Beberapa di antaranya Valentino Rossi, Casey Stoner, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez.
Dengan Stoner dan Pedrosa, Dovizioso bahkan pernah jadi rekan setim di Repsol Honda pada 2011. Dengan Marquez, ia bertarung sengit memperebutkan gelar dunia pada 2017, 2018, dan 2019. Setelah bertarung dengan begitu banyak rider kuat, Dovizioso pun meyakini bahwa Marquez lah rider yang paling bertalenta.
Dovizioso pun mengaku sulit melihat rider lain yang bisa menyamai talenta Marquez di lintasan. Kalaupun ada, maka orang itu adalah Stoner. Menurutnya, Marquez sudah hebat dari sananya, hingga dalam meraih hasil-hasil mentereng di MotoGP, ia tak perlu susah payah karena ia merupakan rider 'paket komplit'.
Sulit Cari yang Lebih Bertalenta

"Sulit mengatakan apakah ada rider yang lebih bertalenta ketimbang Marc. Prestasi apa pun yang ia punya, ia raih tanpa perlu usaha yang ngotot," ungkap Dovizioso dalam wawancaranya dengan DAZN, seperti yang dikutip oleh Marca pada Jumat (25/12/2020).
"Ia melakukannya dengan satu cara yang bisa membuat orang bisa bilang bahwa hanya Casey lah yang sedikit lebih bertalenta darinya. Tapi jujur saja, saya rasa sulit mengatakan siapa yang lebih bertalenta di antara mereka," lanjut rider Italia ini.
Meski begitu, Dovizioso sadar ada perbedaan mencolok antara Marquez dan Stoner. Menurutnya, Marquez jauh lebih santai dalam menghadapi segala situasi, terutama saat situasinya buruk. Di lain sisi, Stoner justru selalu blak-blakan melempar kritik ketika situasi tak mendukung.
Marquez Rileks, Stoner Kerap Tak Nyaman

"Atas alasan berbeda, Marc menjalani hidupnya dengan cara berbeda dari Casey. Marc tak pernah mengalami kesalahpahaman atau situasi yang membuat Casey dulu merasa tak nyaman, dan tak pernah berkata bahwa ini dan itu keterlaluan, hingga akhirnya berkata 'cukup'," kisah Dovizioso.
"Soal lingkungan kerja, situasi di sekeliling Marc jauh lebih santai, rileks, dan tenang. Itulah alasan ia meraih begitu banyak gelar dan akan punya karier yang panjang," pungkas Dovizioso, yang memilih vakum dari MotoGP sepanjang 2021.
Uniknya, Dovizioso bisa jadi kembali lebih cepat ke MotoGP, karena kabarnya Repsol Honda tengah mencari pembalap pengganti sementara untuk Marquez, andai delapan kali juara dunia itu belum pulih dari cedera lengan pada masa pramusim dan beberapa seri perdana MotoGP tahun depan.
Sumber: DAZN, Marca
Video: Dimas Ekky Ingin Mandalika Racing Team Jadi Batu Loncatan Rider Indonesia
Baca Juga:
- Andrea Dovizioso Merasa Tak Dihargai Sebelum Jadi Runner up MotoGP 2017
- Dovizioso: Stoner Tandem Terhebat, Pedrosa Paling Menginspirasi
- Dovizioso-Lorenzo Cekcok Lagi, Kali Ini Saling Tuduh Iri Pencapaian Masing-Masing
- Kaleidoskop MotoGP 2020: Penuh Kejutan, dari Absennya Marc Marquez sampai Gebrakan Mandalika
- Mengenal Bo Bendsneyder, Rider Mandalika SAG Team Moto2 yang Setengah Arek Suroboyo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dovizioso: Sama-Sama Bertalenta, Marquez Lebih Woles dari Stoner
Otomotif 27 Desember 2020, 15:02
-
Dovizioso: Stoner Tandem Terhebat, Pedrosa Paling Menginspirasi
Otomotif 27 Desember 2020, 13:09
-
Casey Stoner Buka-Bukaan Soal Sindrom Kelelahan Kronis, Kondisi Terus Menurun
Otomotif 27 November 2020, 09:13
-
Casey Stoner: Joan Mir Kejutan Manis, Tapi Sulit Samai Level Marc Marquez
Otomotif 24 November 2020, 11:57
-
Casey Stoner Sebal Rider MotoGP Masa Kini Terpengaruh Instagram
Otomotif 24 November 2020, 10:53
LATEST UPDATE
-
Burnley vs Man Utd: Misteri Menit 61, Mengapa Bruno Fernandes Ditarik Keluar?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:44
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58























KOMENTAR