Bola.net - - Rider Red Bull KTM Factory Racing, Pol Espargaro tak punya nasihat tertentu untuk tandem barunya, Johann Zarco dalam menjalani adaptasi dengan RC16 usai dua musim membela Monster Yamaha Tech 3. Kepada Motorsport.com, Polyccio justru mengaku yakin Zarco akan menangani situasi lebih baik darinya.
Sempat menggebrak di atas Yamaha YZR-M1, kini Zarco justru mengaku kesulitan menjinakkan RC16, motor yang baru turun di MotoGP pada 2017. Ia bahkan mengaku kerap kelelahan usai menjalani balapan, serta menyatakan bahwa apa pun yang ia lakukan dalam mengatasi masalah sama sekali tak berdampak positif.
"Ini tim pabrikan; gaji bagus, motor bagus, perhatian besar, tapi juga ekspektasi tinggi. Rider yang ada di sini harus bisa menangani semua. Johann rider yang sangat baik, bertalenta, dan punya sifat yang lebih tenang dari saya. Jadi saya tak bisa memberi nasihat apa pun karena saya justru yakin ia bakal menangani situasi lebih baik dari saya," ujar Espargaro.
Harus Lapang Dada Terima Kritik

Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, sempat menyatakan bahwa proses adaptasi Zarco dengan RC16 memang berjalan lebih lama dari dugaan pihaknya. Ketika Espargaro berhasil finis di posisi 12 dan 10 di Qatar dan Argentina, Zarco justru hanya mampu finis di posisi 15 dalam kedua seri tersebut.
"Pit mengkritik saya dan Bradley (Smith) tahun lalu, dan tengah melakukan hal yang sama pada Johann. Tapi Pit hanya ingin membuat kami lebih baik. Kami harus menerimanya dan menuju arah yang baik, bukan arah sebaliknya. Jelas Johann butuh waktu untuk adaptasi, dan saya yakin ia rider yang sangat cepat," tutur Espargaro.
Rider Spanyol ini juga yakin, fakta bahwa Zarco merebut pole di Qatar dan naik podium di Argentina tahun lalu adalah bukti Zarco merupakan rider menjanjikan. "Kita tak boleh bilang Johann bukan rider yang baik. Kita harus ingat Johann pernah ada di level tinggi di MotoGP. Ia hanya butuh waktu, dan ia pasti akan tampil baik," lanjutnya.
Tugas Zarco Tak Seberat Espargaro
Di lain sisi, juara dunia Moto2 2013 ini menyebut tugas Zarco tidaklah seberat tugasnya dan Smith pada 2017 lalu, yakin tahun perdana KTM di MotoGP dan saat RC16 masih benar-benar baru. Espargaro menyatakan performa motor tersebut telah mengalami banyak kemajuan, jadi seharusnya Zarco tak perlu kelewat susah payah dalam beradaptasi.
"Anda takkan percaya betapa bedanya motor kami sekarang dibanding di Qatar pada tahun pertama kami. Motor kami hanya berawal dari kertas, kami harus mengembangkannya dari nol, dan ini sangat sulit. Semua kecelakaan yang saya alami terjadi karena saya harus mencari limit," akunya.
Meski begitu, Espargaro juga yakin, mengembalikan Zarco ke level sebelumnya hanya akan terjadi berkat upaya kedua belah pihak. "Jelas Johann kini punya motor yang lebih baik dari yang kami punya pada awal proyek ini, tapi jelas motor kami belum cukup baik untuk level Johann dan tak cukup baik untuk berada di posisi Johann yang sebelumnya," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Espargaro: Zarco Rider Top, Hanya Butuh Waktu
Otomotif 10 April 2019, 12:25
-
Enam Kakak Beradik Bersaudara Tersukses di MotoGP
Otomotif 26 Maret 2019, 14:50
-
KTM Kaget Oliveira Langsung Samai Level Zarco
Otomotif 25 Maret 2019, 11:15
-
Espargaro Brothers Kompak Sebut Aksi Miller Berbahaya
Otomotif 13 Maret 2019, 14:40
-
Hasil FP3 MotoGP Qatar: Marquez Berkuasa, Dibuntuti Bagnaia-Espargaro
Otomotif 9 Maret 2019, 20:23
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss 12 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 21:37
-
Generasi Baru Spanyol vs Pilar-pilar Senior Belgia
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:35
-
Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:26
-
Brahim Diaz, Harapan Maroko untuk Membongkar Lini Pertahanan Prancis
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:56
-
Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:25
-
8 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Terdepan di Ranking FIFA
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:58
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR