Bola.net - Gelar dunia MotoGP milik Nicky Hayden yang diraih pada tahun 2006 merupakan gelar dunia pertama Amerika Serikat sejak Kevin Schwantz pada tahun 1993 dan Kenny Roberts, Jr pada tahun 2000.
Selain Hayden, kini ada dua pebalap Amerika Serikat lainnya yang mengisi grid MotoGP, yakni Ben Spies dan Colin Edwards. Namun tampaknya mereka kesulitan mencari generasi baru. Untuk membantu Amerika Serikat melahirkan pebalap-pebalap muda yang bertalenta, Hayden yakin sebuah organisasi yang solid harus dibangun.
"Pada awal tahun 80-an dan 90-an, pada pebalap dirt track (sejenis motocross) melakukan transisi ke motor 500cc. Mereka sangat cocok dengan motor tersebut. Dengan power yang begitu besar dan kemampuan sliding, saya rasa dirt track memang merupakan latihan terbaik untuk kompetisi ini."
Meski begitu, Hayden merasa MotoGP yang merupakan kelas balap motor terakbar di dunia kini telah mengalami begitu banyak perubahan. Terlebih motor-motor 2-tak seluruhnya telah digantikan oleh teknologi 4-tak.
"Olahraga ini telah banyak berubah, yakni pada elektronik, ban dan cara mengendarai motor 4-tak," lanjutnya. "Penyebab utama mengapa orang Spanyol sangat baik dalam membalap adalah karena mereka memulainya dari usia anak-anak. Semakin muda memulai, maka akan semakin baik."
Menurut pebalap Amerika Serikat ini, Negeri Paman Sam harus lebih gencar dalam mengadakan akademi balap motor jika ingin mengirimkan wakil ke ajang balap dunia.
"Di Spanyol begitu banyak sekolah di mana anak-anak bisa mulai mempelajari road racing di atas motor dan kompetisi sesungguhnya. Jika Amerika ingin mengejar, maka itulah yang harus Amerika lakukan," tuturnya. "Pembatasan usia di Amerika sedikit berbeda dan menyulitkan. Kami harus mengikuti langkah-langkah itu untuk membantu anak-anak tampil di ajang yang kompetitif, seperti Rookies Cup di Eropa. Kompetisi seperti ini jelas membantu," tutupnya. (mgp/kny)
Selain Hayden, kini ada dua pebalap Amerika Serikat lainnya yang mengisi grid MotoGP, yakni Ben Spies dan Colin Edwards. Namun tampaknya mereka kesulitan mencari generasi baru. Untuk membantu Amerika Serikat melahirkan pebalap-pebalap muda yang bertalenta, Hayden yakin sebuah organisasi yang solid harus dibangun.
"Pada awal tahun 80-an dan 90-an, pada pebalap dirt track (sejenis motocross) melakukan transisi ke motor 500cc. Mereka sangat cocok dengan motor tersebut. Dengan power yang begitu besar dan kemampuan sliding, saya rasa dirt track memang merupakan latihan terbaik untuk kompetisi ini."
Meski begitu, Hayden merasa MotoGP yang merupakan kelas balap motor terakbar di dunia kini telah mengalami begitu banyak perubahan. Terlebih motor-motor 2-tak seluruhnya telah digantikan oleh teknologi 4-tak.
"Olahraga ini telah banyak berubah, yakni pada elektronik, ban dan cara mengendarai motor 4-tak," lanjutnya. "Penyebab utama mengapa orang Spanyol sangat baik dalam membalap adalah karena mereka memulainya dari usia anak-anak. Semakin muda memulai, maka akan semakin baik."
Menurut pebalap Amerika Serikat ini, Negeri Paman Sam harus lebih gencar dalam mengadakan akademi balap motor jika ingin mengirimkan wakil ke ajang balap dunia.
"Di Spanyol begitu banyak sekolah di mana anak-anak bisa mulai mempelajari road racing di atas motor dan kompetisi sesungguhnya. Jika Amerika ingin mengejar, maka itulah yang harus Amerika lakukan," tuturnya. "Pembatasan usia di Amerika sedikit berbeda dan menyulitkan. Kami harus mengikuti langkah-langkah itu untuk membantu anak-anak tampil di ajang yang kompetitif, seperti Rookies Cup di Eropa. Kompetisi seperti ini jelas membantu," tutupnya. (mgp/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Masih Cedera, Hayden dan Spies Jajal Sirkuit Austin
Otomotif 19 Maret 2013, 21:00
-
Hayden: Inginkan Pebalap Hebat, Amerika Harus Tiru Spanyol
Otomotif 19 Maret 2013, 11:00
-
Spies Yakin Bahunya Pulih Total di MotoGP Qatar
Otomotif 5 Maret 2013, 20:00
-
Masih Belum Pulih, Spies Puas Atas Hasil Uji Coba
Otomotif 1 Maret 2013, 19:00
-
Spies Ingin Lebih Kuat di Uji Coba Malaysia Kedua
Otomotif 25 Februari 2013, 16:00
LATEST UPDATE
-
AC Milan Rugi Besar: Belanja Rp10 Triliun dan Gagal ke Liga Champions
Liga Italia 27 Mei 2026, 01:19
-
Bek Ini Siap Tinggalkan Real Madrid setelah Minim Menit Bermain
Liga Spanyol 27 Mei 2026, 00:46
-
Bruno Fernandes Gak Kemana-mana! Tetap di MU Musim Depan!
Liga Inggris 26 Mei 2026, 22:07
-
Belum Menyerah, Barcelona Nego MU Sekali Lagi untuk Marcus Rashford
Liga Spanyol 26 Mei 2026, 21:56
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
























KOMENTAR