
Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia, mengaku sama sekali tidak kaget bisa punya hubungan baik dengan sang tandem, Marc Marquez, di MotoGP. Hubungan ini justru berkebalikan dengan prediksi banyak orang sebelum mereka ditandemkan.
Bagnaia dan Marquez tadinya diperkirakan berselisih ketika ditandemkan. Sebab, Bagnaia merupakan tiga kali juara dunia, sekaligus anak didik Valentino Rossi, yang merupakan musuh bebuyutan Marquez sejak peristiwa 'Sepang Clash' pada 2015.
Namun, sejak setim pada awal 2025, kedua rider ini justru akur, sama sekali tak pernah cekcok meski beberapa kali berduel sengit di trek. Marquez bahkan tak segan memberi saran usai mendengarkan curhatan Bagnaia soal keterpurukannya.
Hal itu terjadi ketika mereka berada di dalam mobil di sela Seri Catalunya 2025, usai Bagnaia merasa kesulitan tampil garang di atas Desmosedici GP25, yakni motor yang justru membuat Marquez tampil sangat dominan dan merebut gelar dunia.
Pecco Bagnaia Sempat Curhat ke Marc Marquez

"Sungguh luar biasa aneh melihat betapa cepatnya aku tahun lalu (2024) dan betapa lambannya aku sekarang (2025). Aku makin kehilangan kepercayaan diri," curhat Bagnaia kepada Marquez kala itu.
Marquez pun menanggapi. "Kau harus tiba di sirkuit dan melakukan reset. Misano bisa bagus untukmu. Kau lihat saja nanti. Lakukan selangkah demi selangkah, semua akan menjadi lebih baik," ucapnya.
Momen tersebut diingatkan kembali kepada Bagnaia oleh Sky Sport Italia pada Senin (19/1/2025), ketika Ducati Lenovo Team meluncurkan skuadnya. Bagnaia mengaku tidak heran bisa memiliki hubungan baik dengan sang sembilan kali juara dunia.
Terima Kritik yang Membangun
"Saya tidak kaget melihat kami punya hubungan yang sangat baik, karena saya tahu dia (Marquez) cerdas, punya banyak pengalaman, dewasa, dan semua itu membuat perbedaan," ungkap Bagnaia.
Rider Italia ini juga menanggapi banjir kritik dari banyak pihak soal performanya yang loyo tahun lalu. Ia mengaku lebih senang dapat saran seperti yang diberikan Marquez. "Tergantung dari siapa kritik itu datang. 90% di antaranya tidak penting," ungkapnya.
"Ketika kritik bersifat membangun, maka sudah sepatutnya kita mendengarkannya dan menerimanya. Namun, ketika kritik itu tidak berguna, tidak ada gunanya mempertimbangkannya," pungkas pembalap berusia 29 tahun ini.
Sumber: Sky Sport Italia
Baca Juga:
- Marc Marquez Sebut Target Juarai MotoGP 2026 Bukan Berarti Terobsesi Rekor 10 Gelar Dunia
- Belum Tanda Tangan, Marc Marquez Sudah Pede Bilang Kontrak Barunya di Ducati Berdurasi 2 Tahun
- Hormati Pecco Bagnaia, Marc Marquez Ogah Ikut-Ikut Pilih Rider Kedua Ducati Lenovo Team di MotoGP 2027
- Cara Lucu Para Rider Moto3 dan Moto2 Sambut Kedatangan Veda Ega Pratama ke 'Geng' Red Bull
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Joan Laporta Kembali Pimpin Barcelona: Raih 68% Suara dalam Pemilu Klub
Liga Spanyol 16 Maret 2026, 11:14
-
Liverpool, Sang Juara Bertahan yang Buruk
Liga Inggris 16 Maret 2026, 10:47
-
Carrick Tegaskan Manchester United Tak Ingin Kehilangan Bruno Fernandes
Liga Italia 16 Maret 2026, 09:45
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 16 Maret 2026, 09:35
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Brasil 2026 di Vidio, 20-22 Maret 2026
Otomotif 16 Maret 2026, 09:27
-
Wajah Asli AC Milan: Bisa Panaskan Perebutan Scudetto, Eh Kok Kalah
Liga Italia 16 Maret 2026, 09:15
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
























KOMENTAR