Bola.net - Pebalap Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi mendapat dukungan dari mantan rival terberatnya di MotoGP, Sete Gibernau. Pria asal Spanyol itu mengaku ingin melihat The Doctor kembali menang sebelum pensiun.
Gibernau adalah rival kuat Rossi pada musim 2003-2004. Pada musim-musim itu, Gibernau yang membela Honda harus puas berada di peringkat runner-up, yakni di belakang Rossi yang menjadi juara dunia.
"Saya mengobrol dengan Vale beberapa kali, dan saya bilang padanya bahwa saya ingin melihatnya menang lagi," ujar Gibernau pada hari Kamis (23/5). Menurutnya, kendala Rossi yang utama musim ini adalah rival-rival muda dan juga regulasi yang kian berubah setiap musim.
"Rival, motor, ban dan elektronik terbaru membuat teknik membalap masa kini berubah, dan hal ini membuat Vale kesulitan. Kini ada banyak traksi di tengah tikungan dan kecepatan di tikungan sangat tinggi. Jadi para rival tidak berkendara seperti Vale saat saya masih membalap," lanjutnya.
Keinginan Gibernau ini cukup unik, mengingat hubungannya dengan Rossi sempat panas akibat senggolan yang terjadi di tikungan terakhir Jerez pada lap pamungkas MotoGP Spanyol 2005. Namun kini Gibernau mendoakan yang terbaik bagi Rossi setelah dua musim buruk bersama Ducati.
"Saya ingin ia menang lagi. Saya punya banyak kenangan manis saat ia sedang berjaya. Ada 4-5 tahun di mana kami kerap bertarung sengit, dan saya rasa itulah masa-masa terhebat dalam hidup saya," tuturnya. "Saya tegaskan, saya ingin Vale kembali menang hingga ia pensiun. Semoga ia bisa menjadi juara dunia lagi," tutup Gibernau. (mgp/kny)
Gibernau adalah rival kuat Rossi pada musim 2003-2004. Pada musim-musim itu, Gibernau yang membela Honda harus puas berada di peringkat runner-up, yakni di belakang Rossi yang menjadi juara dunia.
"Saya mengobrol dengan Vale beberapa kali, dan saya bilang padanya bahwa saya ingin melihatnya menang lagi," ujar Gibernau pada hari Kamis (23/5). Menurutnya, kendala Rossi yang utama musim ini adalah rival-rival muda dan juga regulasi yang kian berubah setiap musim.
"Rival, motor, ban dan elektronik terbaru membuat teknik membalap masa kini berubah, dan hal ini membuat Vale kesulitan. Kini ada banyak traksi di tengah tikungan dan kecepatan di tikungan sangat tinggi. Jadi para rival tidak berkendara seperti Vale saat saya masih membalap," lanjutnya.
Keinginan Gibernau ini cukup unik, mengingat hubungannya dengan Rossi sempat panas akibat senggolan yang terjadi di tikungan terakhir Jerez pada lap pamungkas MotoGP Spanyol 2005. Namun kini Gibernau mendoakan yang terbaik bagi Rossi setelah dua musim buruk bersama Ducati.
"Saya ingin ia menang lagi. Saya punya banyak kenangan manis saat ia sedang berjaya. Ada 4-5 tahun di mana kami kerap bertarung sengit, dan saya rasa itulah masa-masa terhebat dalam hidup saya," tuturnya. "Saya tegaskan, saya ingin Vale kembali menang hingga ia pensiun. Semoga ia bisa menjadi juara dunia lagi," tutup Gibernau. (mgp/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rossi Tak Mau Targetkan Kemenangan di Mugello
Otomotif 25 Mei 2013, 15:00
-
Sudah Akur, Gibernau Ingin Rossi Menang Lagi
Otomotif 25 Mei 2013, 11:00
-
Para Rival Puji Performa Pedrosa-Marquez di Perancis
Otomotif 22 Mei 2013, 09:00
-
Galeri Foto Gelaran Balap MotoGP Perancis 2013
Open Play 20 Mei 2013, 20:45
-
Foto-Foto Lewis Hamilton Nonton MotoGP Perancis
Open Play 20 Mei 2013, 19:00
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 00:14
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 10 Juli 2026, 22:19
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR