4 Pelajaran dari Kekalahan Pahit Inggris Lawan Argentina: Strategi Bertahan Berujung Petaka

4 Pelajaran dari Kekalahan Pahit Inggris Lawan Argentina: Strategi Bertahan Berujung Petaka
Pemain Argentina Lautaro Martinez (22) mencetak gol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP PhotoAP Photo/Chris Carlson

Bola.net - Inggris harus mengubur mimpi tampil di final Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari Argentina pada semifinal di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. The Three Lions sempat memimpin hingga lima menit jelang waktu normal berakhir sebelum akhirnya kebobolan dua gol pada fase akhir pertandingan.

Inggris sebenarnya tampil disiplin selama sebagian besar laga dan mampu membatasi peluang lawan. Anthony Gordon membawa tim asuhan Thomas Tuchel unggul pada menit ke-55 melalui penyelesaian akhir hasil umpan Morgan Rogers.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Enzo Fernandez menyamakan skor pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina lewat sundulan pada masa injury time.

Kekalahan tersebut mengakhiri harapan Inggris untuk tampil di final Piala Dunia pertama sejak 1966. Sejumlah keputusan taktik, penurunan performa pemain kunci, hingga minimnya respons dari bangku cadangan menjadi faktor yang ikut menentukan hasil pertandingan.

1 dari 3 halaman

Strategi Bertahan Berujung Petaka

Pemain Argentina Enzo Fernandez (24) mencetak gol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Jeff Roberson

Pemain Argentina Enzo Fernandez (24) mencetak gol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Jeff Roberson

Inggris tampil solid ketika unggul 1-0 dan memiliki peluang memanfaatkan serangan balik untuk menambah gol. Akan tetapi, pendekatan permainan berubah setelah Tuchel memasukkan Ezri Konsa menggantikan Anthony Gordon.

Perubahan itu membuat Inggris memakai lima bek dan semakin tertekan di area pertahanan sendiri. Argentina akhirnya leluasa menguasai bola hingga mampu membalikkan keadaan melalui gol Fernandez dan Lautaro Martinez.

2 dari 3 halaman

Ketergantungan kepada Jude Bellingham

Pemain Inggris Jude Bellingham (10) dan rekan-rekan setimnya bereaksi setelah laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Stephanie Scarbrough

Pemain Inggris Jude Bellingham (10) dan rekan-rekan setimnya bereaksi setelah laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Stephanie Scarbrough

Lini serang Inggris kembali bergantung pada Harry Kane dan Jude Bellingham yang sebelumnya menjadi sumber utama gol sepanjang turnamen. Argentina berhasil memutus pengaruh kedua pemain sehingga kreativitas Inggris ikut menurun.

Bellingham kesulitan mendapatkan ruang akibat tekanan fisik yang konsisten dari lini tengah Argentina. Kane memang berperan dalam proses gol Gordon, tetapi setelah itu lebih sering turun membantu pertahanan sehingga jarang berada di kotak penalti lawan.

3 dari 3 halaman

Eksperimen Tuchel Mainkan Morgan Rogers dan Performa Djed Spence

Pemain Argentina Lisandro Martinez (kiri) menarik pemain Inggris Morgan Rogers (kanan) yang menghasilkan kartu kuning dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Mike Stewart

Pemain Argentina Lisandro Martinez (kiri) menarik pemain Inggris Morgan Rogers (kanan) yang menghasilkan kartu kuning dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Mike Stewart

Keputusan memainkan Morgan Rogers sejak menit awal sempat membuahkan hasil karena winger Aston Villa itu mengirim assist untuk gol Gordon. Namun, Rogers tetap berada di lapangan hingga akhir, sementara Gordon justru ditarik keluar ketika Inggris membutuhkan ancaman serangan.

Bukayo Saka dan Noni Madueke sama sekali tidak memperoleh kesempatan bermain. Marcus Rashford serta Ivan Toney baru masuk pada pengujung injury time sehingga praktis tidak memiliki waktu untuk mengubah keadaan.

Di sisi lain, Djed Spence tampil cukup meyakinkan sepanjang pertandingan. Bek kiri Tottenham itu beberapa kali menggagalkan serangan Lionel Messi dan Giuliano Simeone sebelum mengalami masalah fisik menjelang gol kemenangan Argentina.

Meski akhirnya gagal menutup ruang ketika Messi mengirim umpan silang penentu, penampilan Spence tetap menjadi salah satu catatan positif bagi Inggris. Kontribusinya dalam membantu serangan dari sisi kiri juga beberapa kali menciptakan peluang berbahaya meski tidak menghasilkan gol tambahan.

Sumber: Sports Illustrated


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL