
Bola.net - Piala Dunia 2026 akan segera dimulai dalam hitungan jam. Tim-tim terbaik dari seantero dunia akan bersaing untuk menjadi sang juara Dunia.
Panggung sepak bola terbesar di dunia akan kembali hadir. Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, akan menjadi edisi paling besar sepanjang sejarah dengan keikutsertaan 48 negara peserta.
Seperti edisi-edisi sebelumnya, Piala Dunia 2026 ini akan memiliki bola khusus. FIFA bekerja sama dengan produsen alat olahraga kenamaan dunia, Adidas, memproduksi bola bernama Trionda yang akan dipakai di Piala Dunia 2026 ini.
Adidas Trionda ini disebut-sebut sebagai bola dengan teknologi futuristik, dan di sisi lain bola ini juga menghadirkan sejumlah kontroversi. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Kisah Mengenai Adidas Trionda

Adidas resmi memperkenalkan Trionda pada Oktober 2025 sebagai bola resmi Piala Dunia 2026. Nama "Trionda" berasal dari gabungan kata "Tri" dan "Onda" (gelombang dalam bahasa Spanyol), yang secara harfiah berarti "tiga gelombang". Nama tersebut dipilih untuk merepresentasikan tiga negara tuan rumah yang untuk pertama kalinya bersama-sama menggelar Piala Dunia.
Secara visual, Trionda tampil mencolok dengan kombinasi warna merah, hijau, dan biru yang melambangkan Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Pada permukaan bola juga terdapat simbol khas masing-masing negara, yakni bintang untuk Amerika Serikat, elang untuk Meksiko, dan daun maple untuk Kanada. Sentuhan warna emas ditambahkan sebagai penghormatan terhadap trofi Piala Dunia.
Yang paling menarik adalah konstruksi panelnya. Jika sebagian besar bola modern menggunakan enam hingga 32 panel, Trionda hanya menggunakan empat panel utama dengan bentuk geometris menyerupai gelombang. Ketika disatukan, keempat panel tersebut membentuk pola segitiga di bagian tengah bola, simbol persatuan tiga negara penyelenggara. Jumlah panel yang sangat sedikit ini menjadikan Trionda sebagai salah satu bola Piala Dunia dengan desain paling revolusioner sepanjang sejarah.
Teknologi Terbaru Adidas Trionda dan Perbedaannya dari Bola Piala Dunia Sebelumnya

Adidas menyebut Trionda sebagai salah satu bola pertandingan paling canggih yang pernah mereka ciptakan. Inovasi terbesar terletak pada kombinasi desain aerodinamika baru dan teknologi digital yang tertanam di dalam bola.
Perbedaan paling mencolok dibandingkan bola-bola sebelumnya seperti Al Rihla, Brazuca, atau Jabulani adalah penggunaan empat panel termal yang direkatkan tanpa jahitan tradisional.
Adidas mengklaim desain ini menciptakan distribusi hambatan udara (drag) yang lebih merata sehingga menghasilkan lintasan bola yang lebih stabil saat melayang di udara. Selain itu, terdapat alur dan tekstur khusus pada permukaan bola yang membantu meningkatkan kontrol ketika digunakan dalam kondisi hujan atau kelembapan tinggi.
Trionda melanjutkan penggunaan Connected Ball Technology yang pertama kali diperkenalkan pada Al Rihla di Piala Dunia 2022. Namun kali ini sistemnya mengalami peningkatan signifikan.
Di dalam bola tertanam sensor gerak berkecepatan 500Hz yang mampu mengirimkan data posisi dan sentuhan bola secara real-time kepada sistem VAR. Sensor tersebut dapat mendeteksi kapan bola disentuh pemain dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, membantu wasit dalam menentukan offside, handball, maupun insiden lain yang membutuhkan verifikasi teknologi.
Hasil pengujian aerodinamika menunjukkan Trionda memiliki karakter terbang yang berbeda dibandingkan pendahulunya. Bola ini dirancang untuk memberikan stabilitas lebih baik pada situasi bola mati seperti tendangan bebas, sepak pojok, dan umpan silang. Namun karakteristik tersebut juga membuat perilaku bola dalam tendangan jarak jauh menjadi sedikit berbeda dibandingkan bola-bola generasi sebelumnya.
Kontroversi Seputar Adidas Trionda

Seperti banyak bola Piala Dunia sebelumnya, Trionda tidak lepas dari perdebatan sejak pertama kali diperkenalkan.
Di kalangan penggemar sepak bola, desain Trionda memunculkan reaksi beragam. Sebagian memuji konsep yang merepresentasikan tiga negara tuan rumah, namun tidak sedikit yang menganggap tampilannya terlalu sederhana dan kurang ikonik dibandingkan bola-bola legendaris seperti Teamgeist, Brazuca, atau Telstar 18.
Selain itu, penelitian awal terhadap karakter aerodinamika Trionda menunjukkan bahwa desain empat panel yang digunakan memang meningkatkan stabilitas dalam beberapa situasi permainan. Namun sejumlah analis juga menemukan bahwa bola ini berpotensi kehilangan jarak dan akurasi lebih cepat saat digunakan untuk tendangan jauh seperti goal kick atau umpan panjang.
Penggunaan sensor 500Hz juga menimbulkan diskusi tersendiri. Pendukung teknologi menilai fitur ini dapat mengurangi kesalahan wasit dan mempercepat proses pengambilan keputusan VAR. Namun sebagian pihak khawatir sepak bola menjadi terlalu bergantung pada teknologi dan mengurangi unsur spontanitas dalam pertandingan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Meksiko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Juni 2026, 23:55
-
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan
Piala Dunia 11 Juni 2026, 23:32
-
Link Live Streaming Meksiko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Juni 2026, 22:22
-
Piala Dunia 2026 Kapan Dimulai?
Piala Dunia 11 Juni 2026, 21:20
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: Dwigol Jose Enrique Bawa Persik Tenggelamkan Garudayaksa
Bola Indonesia 11 September 2026, 17:31
-
Prediksi BRI Super League: PSS Sleman vs Madura United 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 16:56
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Persib 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 16:36
-
Prediksi Liverpool vs Fulham 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 16:34
-
Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
Liga Champions 11 September 2026, 15:50
-
Jadwal BRI Super League Pekan Ini di Indosiar, 11-13 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 15:47 -
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 12-15 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 15:39
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33























KOMENTAR