
Bola.net - Andrea Pirlo kini menghadapi situasi yang semakin rumit di tengah peluangnya menangani Timnas Italia. Mantan gelandang AC Milan dan Juventus itu terancam menghadapi proses hukum akibat kerja samanya dengan perusahaan taruhan asal Rusia.
Dalam 48 jam terakhir, posisi Pirlo berubah drastis. Dari kandidat kuat pelatih Gli Azzurri, ia kini menjadi sorotan setelah perannya sebagai duta global Fonbet memicu kontroversi di Italia.
Kasus tersebut tidak hanya membuat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menunda keputusan terkait pelatih baru. Lembaga perlindungan konsumen Italia, Codacons, bahkan mengancam membawa persoalan itu ke jalur hukum.
Kontroversi ini menjadi perhatian karena Italia memiliki regulasi ketat mengenai promosi dan iklan perjudian. Hubungan Fonbet dengan Rusia turut memperbesar sorotan terhadap posisi Pirlo di tengah proses seleksi pelatih Timnas Italia.
Codacons Ancam Tempuh Jalur Hukum
Codacons menilai aktivitas promosi yang dilakukan Pirlo berpotensi melanggar aturan yang berlaku di Italia. Organisasi tersebut memastikan akan meminta penyelidikan resmi terhadap mantan maestro lini tengah itu.
“Codacons akan mengajukan permintaan resmi kepada Otoritas Komunikasi besok untuk membuka penyelidikan terhadap Andrea Pirlo sehubungan dengan pelanggaran aturan yang melarang sponsor untuk perjudian,” bunyi pernyataan tersebut.
“Tidak hanya itu, karena jika FIGC menunjuknya sebagai pelatih Nazionale, banding segera akan diajukan ke pengadilan Lazio TAR untuk memblokir penunjukan ini," sambungnya.
Codacons juga menilai aktivitas Pirlo sebagai duta Fonbet, termasuk promosi melalui media sosial dan kegiatan lainnya di Italia, berpotensi bertentangan dengan Pasal 9 Dekrit Martabat yang melarang iklan, sponsor, maupun promosi perjudian dengan hadiah uang tunai.
Kontroversi Rusia Perumit Peluang Pirlo

Masalah yang dihadapi Pirlo semakin kompleks karena Fonbet merupakan perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Rusia. Pirlo juga diketahui menghadiri acara perusahaan tersebut di Moskow, yang semakin memperbesar sorotan terhadap dirinya.
Jika Otoritas Komunikasi menerima laporan dari Codacons, Pirlo berpotensi dikenai sanksi berupa denda sebesar 20 persen dari nilai kontrak sponsor yang diterimanya. Hal itu akan menambah tekanan terhadap mantan pemain berusia 47 tahun tersebut.
Di sisi lain, FIGC masih belum mengambil keputusan terkait penunjukan pelatih baru Timnas Italia. Ancaman gugatan hukum membuat federasi diperkirakan akan bersikap lebih berhati-hati sebelum menetapkan pilihan.
Pirlo bukan satu-satunya legenda Italia yang menjalin kerja sama dengan perusahaan Rusia. Francesco Totti dan Marco Materazzi juga diketahui pernah berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan perusahaan tersebut.
Sumber: Football Italia
Baca Ini Juga
- Bukan Piala Dunia 2030, Ini Target Pertama Andrea Pirlo di Timnas Italia
- Lupakan Guardiola, FIGC Segera Angkat Andrea Pirlo Jadi Pelatih Timnas Italia
- Andrea Pirlo Selangkah Lagi Latih Timnas Italia, Dikontrak hingga Piala Dunia 2030
- Tolak Tawaran Fantastis Italia, Pep Guardiola Pilih Dekat dengan Keluarga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan Piala Dunia 2030, Ini Target Pertama Andrea Pirlo di Timnas Italia
Piala Dunia 26 Juli 2026, 00:14
LATEST UPDATE
-
Liverpool Tak Lagi Sama, Sunderland Rasakan Langsung Bedanya
Liga Inggris 26 Juli 2026, 21:51
-
Rodri, Arsitek Kejayaan Manchester City yang Sulit Ditandingi
Liga Inggris 26 Juli 2026, 20:58
-
Naluri dan Mentalitas, Modal Camarda Rebut Tempat di Tim Utama AC Milan
Liga Italia 26 Juli 2026, 18:57
-
Fajar/Fikri Juara China Open 2026 Usai Taklukkan Ganda Nomor 1 Dunia
Bulu Tangkis 26 Juli 2026, 18:52
-
Rafael Leao Tanggapi Kabar Transfer dengan Satu Kalimat
Liga Italia 26 Juli 2026, 18:35
-
Debut Igor Tolic, Rasa Bojan Hodak
Bola Indonesia 26 Juli 2026, 18:29




















KOMENTAR