
Bola.net - Argentina seperti berdiri di tepi jurang ketika laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 memasuki menit ke-78. Mesir memimpin 2-0, sementara waktu terus bergerak menuju akhir pertandingan di Stadion Atlanta.
Di bangku penonton, wajah-wajah tegang mulai menerima kemungkinan pahit yang sulit dibayangkan. Sang juara bertahan tampak akan mengakhiri perjalanan lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.
Pertandingan lalu berubah dalam hitungan menit yang terasa begitu singkat sekaligus panjang. Satu gol membuka harapan, gol berikutnya membangkitkan keyakinan, dan gol terakhir melahirkan cerita yang akan terus dikenang.
Hanya dalam 14 menit, Argentina membalikkan keadaan melalui gol pada menit ke-79, 83, dan 90+2 untuk menang 3-2. Kebangkitan itu menjaga asa mempertahankan mahkota juara dunia sekaligus memperlihatkan karakter yang selama ini menjadi identitas mereka.
Dari Putus Asa Menjadi Penuh Harapan
Lionel Messi mengakui situasi yang dihadapi timnya bukan sesuatu yang mudah untuk dilewati. Ia merasa kemenangan itu lahir dari keyakinan bahwa pertandingan belum benar-benar selesai sebelum peluit akhir berbunyi.
"Apa yang dilakukan kelompok ini benar-benar luar biasa. Bangkit dari ketertinggalan 2-0 dalam pertandingan Piala Dunia, apalagi di turnamen yang sangat ketat seperti ini, adalah sesuatu yang sulit. Tim ini menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing, tidak pernah menyerah, dan terus berjuang hingga akhir. Kami berhasil melewati ujian yang sangat berat."
Bagi Messi, kemenangan itu menghadirkan emosi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya sepanjang kariernya. Beban yang dipikul sejak awal pertandingan akhirnya runtuh bersama peluit panjang.
"Saya rasa ini pertama kalinya saya menangis di lapangan. Saya sangat emosional dengan jalannya pertandingan. Kami tidak ingin pulang. Itu menjadi pelepasan beban sekaligus rasa lega. Saat melihat keluarga, para suporter, dan rekan setim, saya langsung menangis."
Titik Balik yang Menghidupkan Sang Juara
Messi masih teringat penalti yang gagal ia manfaatkan pada pertandingan tersebut. Menurutnya, gol balasan dari Cristian Romero menjadi momen yang mengubah arah permainan sekaligus menghidupkan kembali kepercayaan diri tim.
"Gol Cristian Romero mengubah segalanya. Saat itulah kami benar-benar merasa bisa menyamakan kedudukan. Saya sempat berpikir kami akan menang di perpanjangan waktu, tetapi untungnya kami menyelesaikannya dalam waktu normal."
Penyerang Julian Alvarez merasakan besarnya arti kemenangan itu bagi seluruh anggota skuad. Ia menilai keberhasilan membalikkan keadaan di panggung sebesar Piala Dunia menjadi pencapaian yang sangat istimewa.
"Ini salah satu penampilan terbaik Argentina dalam beberapa tahun terakhir jika melihat semua yang terjadi di pertandingan. Membalikkan keadaan seperti itu di Piala Dunia sungguh luar biasa. Saya sangat terharu dengan apa yang telah dicapai tim ini."
Air Mata, Kebanggaan, dan Mimpi yang Terus Menyala
Rodrigo De Paul mengungkapkan ruang ganti Argentina dipenuhi luapan emosi setelah pertandingan berakhir. Hampir semua pemain menangis karena berhasil melewati tekanan yang nyaris mengakhiri perjalanan mereka.
"Saya menangis. Saya rasa kami semua menangis. Pertandingan tidak berjalan sesuai keinginan kami, tetapi kami terus bertahan. Ini Piala Dunia yang penuh kejutan dan Anda harus berjuang hingga detik terakhir."
Di tengah suasana penuh kelegaan, Messi belum ingin membicarakan akhir perjalanan timnya. "Kami sempat ketakutan. Kami tidak ingin pulang. Kami ingin terus berjuang."
Empat belas menit itu bukan sekadar rentetan gol bagi Argentina. Momen tersebut menjadi bukti bahwa harapan dapat muncul ketika segalanya tampak telah hilang, sekaligus menjaga langkah sang juara bertahan menuju tiga pertandingan terakhir dalam upaya mempertahankan gelar dunia.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
LATEST UPDATE
-
Masih Jadi Andalan, MU Harus Kurangi Ketergantungan pada Bruno Fernandes!
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 17:30
-
Tempat Menonton Hull City vs Manchester United di Liga Inggris, 22 Agustus 2026
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 17:28
-
Link Streaming Hull City vs Manchester United Hari Ini, Sabtu 22 Agustus 2026
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 17:15
-
Bruno Guimaraes Alami Cedera, Seberapa Parah dan Kapan Comeback di Arsenal?
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 17:00
-
Aston Villa Hubungi MU, Ingin Angkut Pemain Ini
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 16:30
-
Prediksi Elche vs Barcelona 24 Agustus 2026
Liga Spanyol 22 Agustus 2026, 16:24
-
Lautaro Martinez Diincar Barcelona, Inter Milan: Gak Dulu!
Liga Italia 22 Agustus 2026, 16:00
-
Carlos Baleba OTW MU, Hari Ini Langsung Tes Medis
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 15:30
-
Prediksi Torino vs AC Milan 24 Agustus 2026
Liga Italia 22 Agustus 2026, 15:24
-
Arema FC Resmi Perkenalkan Mauro Zijlstra jadi Pemain Baru
Bola Indonesia 22 Agustus 2026, 15:20
-
Prediksi Susunan Pemain Hull City vs Manchester United: Mbeumo Jadi Andalan
Liga Inggris 22 Agustus 2026, 14:24
-
Curtis Jones Ungkap Alasan Pilih Inter Milan, Fans Jadi Faktor Penentu
Liga Italia 22 Agustus 2026, 13:24
-
Lionel Messi Didenda MLS karena Menampar Pemain Philadelphia Union
Bola Dunia Lainnya 22 Agustus 2026, 12:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR