
Bola.net - Timnas Prancis menjadi negara pertama yang lolos babak 16 Besar Piala Dunia 2022. Walau tidak banyak mendapatkan sorotan, sukses Prancis tersebut tak lepas peran krusial Aurelien Tchouameni di lini tengah.
Prancis memastikan satu tempat di babak 16 Besar usai menang atas Denmark pada matchday kedua Grup D, Sabtu (27/11/2022) malam WIB . Pada duel yang dimainkan di Stadion 974, Le Blues membungkus tiga poin dengan kemenangan 2-1.
Kedua gol Prancis diborong Kylian Mbappe, masing-masing pada menit ke-61 dan 86. Sedangkan, Denmark sempat punya harapan meraih poin ketika Andreas Christensen mencetak gol pada menit ke-68.
Ada banyak pemain yang tampil bagus pada dua laga yang sudah dimainkan Prancis. Namun, sosok Tchouameni seperti tenggelam begitu saja. Yuk simak ulasan lebih lengkap soal performa Tchouameni di bawah ini ya Bolaneters.
Tchouameni Bekerja Dalam Senyap
Kylian Mbappe menjadi nama yang banyak dibahas atas sukses Prancis. Mbappe membuat tiga gol pada dua laga Le Blues. Jadi, wajar jika Mbappe diapresiasi. Lalu, ada Olivier Giroud yang membuat brace pada duel melawan Australia.
Theo Hernandez dan Antoine Griezmann yang juga menunjukkan performa bagus. Tak lupa, ada Hugo Lloris yang tampil solid di lini belakang walau belum mampu nirbobol pada dua laga yang dijalani.
Lalu, bagaimana dengan Tchouameni?
Pemain Real Madrid seolah bekerja dalam senyap. Tchouameni memainkan peran yang krusial di lini tengah. Tchouameni memastikan Griezmann dan Rabiot lebih leluasa menyerang tanpa dengan serangan balik lawan.
Selain memberi keseimbangan antara bertahan dan menyerang, Tchouameni juga punya distribusi yang bagus. Pada duel lawan Australia, akurasi umpan Tchouameni mencapai 96,1 persen. Sedangkan, pada duel lawan Denmark, akurasi umpannya mencapai 98,5 persen.
Trio yang Menjanjikan di Tengah

Didier Deschamps membuat kombinasi baru di lini tengah Prancis. Deschamps dipaksa keadaan untuk membuat eksperimen karena N'Golo Kante dan Paul Pogba tidak bisa bermain di Piala Dunia 2022. Padahal, mereka adalah pemain kunci Prancis di Piala Dunia 2018.
Pada dua laga awal Prancis di Piala Dunia 2022, Deschamps memainkan Tchouameni dan Rabiot untuk peran pivot pada formasi 4-2-3-1. Sedangkan, Griezmann menjadi gelandang serang.
Sejauh ini, komposisi itu berjalan cukup bagus. Rabiot tampil luar biasa dengan satu gol dan assist pada laga kontra Australia. Sedangkan, Griezmann mampu menjadi otak serangan Prancis dan punya pergerakan yang sangat sulit ditebak.
Klasemen Grup D Piala Dunia 2022
Jangan lupa saksikan Piala Dunia 2022 di SCTV, Indosiar, MOJI, Mentari TV, Nex Parabola dan live streaming di Vidio. Dan ikuti terus berita terbaru Piala Dunia 2022 hanya di Bola.net.
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
VIDEO: Euforia Fans Saat Prancis Bekuk Denmark di Stadion 974
Piala Dunia 27 November 2022, 22:34
-
Top Skor Sementara Piala Dunia 2022: Ini Turnamennya Mbappe Nih!
Piala Dunia 27 November 2022, 18:15
-
Piala Dunia 2022: 1 Tim Sudah Lolos, 1 Tim Sudah Tersingkir
Piala Dunia 27 November 2022, 12:52
-
Kylian Mbappe: 23 Tahun, 2 Edisi Piala Dunia, 9 Laga, dan 7 Gol!
Piala Dunia 27 November 2022, 07:45
-
Deschamps: Mbappe? Pemain Luar Biasa!
Piala Dunia 27 November 2022, 06:56
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Liga Champions: PSG vs Liverpool
Liga Champions 8 April 2026, 17:56
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Liga Champions 8 April 2026, 17:50
-
Liga Champions 8 April 2026, 17:37

-
Prediksi Crystal Palace vs Fiorentina 10 April 2026
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 17:00
-
Live Streaming Braga vs Betis - Link Nonton Liga Europa/UEL di Vidio
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 16:45
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 9 April 2026
Liga Champions 8 April 2026, 15:55
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
























KOMENTAR